Start Posisi 15 di Moto3 San Marino, Veda Ega Pratama Siap Tempur demi Comeback Gemilang
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Pembalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, harus puas mengamankan posisi start ke-15 setelah menghadapi sesi kualifikasi Moto3 San Marino yang penuh drama dan tantangan taktis di Sirkuit Misano pada Sabtu (7/9). Hasil ini memaksa rider berbakat tanah air tersebut untuk bekerja ekstra keras demi menembus rombongan depan pada balapan utama nanti.
Perjalanan Veda di hari kualifikasi sebenarnya sempat menjanjikan. Pada sesi latihan pagi, pembalap Honda Team Asia ini tampil impresif dengan mengamankan posisi kelima. Namun, dinamika kualifikasi yang sangat ketat membuat Veda kesulitan mempertajam catatan waktu terbaiknya dibanding hari sebelumnya.
Tantangan Sektor Pertama dan Kehilangan 0,9 Detik
Veda mengungkapkan bahwa kendala utama yang dihadapinya berada di sektor pertama sirkuit, khususnya pada tikungan pembuka. Di lap terakhir yang krusial, ketika ia sedang berupaya mencetak waktu terbaik, pergerakan pembalap lain yang menyalipnya merusak ritme balapnya.
"Di lap terakhir, saya bisa mencatat pace yang serupa dengan pembalap lain dalam banyak sektor, namun di tikungan pertama, pembalap lain menyusul saya dan saya kehilangan 0,9 detik di sana," ujar Veda dalam rilis resmi Honda Team Asia. Kehilangan waktu hampir satu detik di sektor awal ini langsung berdampak signifikan pada posisi startnya.
Mentalitas Petarung: Optimisme Menatap Balapan Panjang
Meskipun harus memulai balapan dari baris kelima, Veda tidak kehilangan motivasi. Analisis data menunjukkan bahwa kecepatan motornya di sektor dua, tiga, dan empat sangat kompetitif dan setara dengan para pembalap papan atas. Hal ini menjadi modal penting untuk melakukan aksi saling susul di lintasan.
"Posisi start urutan 15 bakal membuat balapan jadi sulit, namun balapan nanti berlangsung panjang dan saya akan berusaha di tiap lap untuk memperbaiki posisi," tegas pembalap muda yang terus menunjukkan grafik perkembangan positif ini.
Secara teknis, Sirkuit Misano memang menuntut presisi tinggi sejak tikungan pertama yang mengalir cepat. Kehilangan waktu di sektor awal akibat gangguan ritme dari pembalap lain adalah konsekuensi logis di kelas Moto3 yang sangat rapat, namun kecepatan konsisten Veda di sektor lain membuktikan bahwa ia memiliki paket motor yang kompetitif untuk merangsek naik saat balapan sesungguhnya dimulai.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Panas Konflik Timur Tengah Picu Mundurnya Jadwal Piala Asia 2027

Usung Ambisi Besar di Umur 12 Tahun, Narantraya Jeihan Sabet Runner-up Piala Panglima TNI Menuju Porprov Jawa Barat

Judoka Muda Sashenka Persembahkan Medali Perunggu Historis bagi Indonesia di YOG Dakar
