Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Review Agensi Rumah Tangga: Komedi Hangat yang Menyentuh Realita Pejuang

SelebritiNadia PutriNadia PutriSumber: CNN Selebriti
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Review Agensi Rumah Tangga: Komedi Hangat yang Menyentuh Realita Pejuang
BAGIKAN:

Film Agensi Rumah Tangga hadir sebagai tontonan "comfort food" yang pas untuk menutupi lelah seharian, menyajikan komedi ringan yang justru menggarap isu-isu berat seperti PHK, tekanan ekonomi, dan dinamika gender di rumah tangga. Sutradara Naya Anindita mengadaptasi novel Almira Bastari lewat naskah Ayu Anggraini dan Upi Avianto, menghadirkan cerita Katia (Enzy Storia) yang bangkit dari kekecewaan karier dengan membuka usaha agen asisten rumah tangga.

Humor Relatable Tanpa Ceramah

Kekuatan film ini ada pada keseimbangan tone. Kritik terhadap dunia kerja toktok hingga gengsi laki-laki yang enggan kerja "tidak layak" disisipkan lewat dialog dan situasi yang natural, bukan lewat monolog menyesakkan. Gaya komedi yang dibangun beragam—mulai referensi milenial hingga slang Gen Z—meski beberapa kali terasa terpaksa dan mengganjal di tengah alur yang parau.

Ensemble Komika yang "Melebur"

Barisan komika seperti Umi Quary, Ardit Erwandha, Musdalifah Basri, hingga pasukan New Pusat Dunia (Kak Kev, Mario Caesar, Niky Putra) dan Vino Gubernur Blok M tidak hanya mengandalkan persona panggung. Mereka benar-benar menghidupkan karakter masing-masing dengan timing komedi dan kimia antarpemain yang membuat suasana tetap riuh tanpa menggeser fokus cerita utama.

Di tengah gerombolan senior, Enzy Storia tetap memancarkan main character energy sebagai Katia. Ia berhasil membawakan kerentanan perempuan yang baru PHK sekaligus keteguhan hati membangun bisnis dari nol. Chemistry-nya dengan Afgan (Kafka) pun mengalir alami, membangun kedekatan yang hangat tanpa terburu-buru menjadikannya romansa klise.

Detail Visual & Musik yang Mendukung

Penata artistik Jacobus Dimas dan kostum khas para ART berhasil menciptakan dunia yang terasa nyata dan dekat. Musik Hariopati Rinanto juga turut meneguhkan tone ringan yang konsisten dari awal hingga akhir.

Konflik Ibu-Anak yang Belum Tereksplorasi Maksimal

Satu catatan kecil ada pada karakter Ibu Katia (Unique Priscilla). Meskipun chemistry ibu-anak terasa natural dan benturan pandangan generasi (PNS vs wirausaha) jelas terlihat, motivasi ketakutan sang ibu terasa dangkal. Film kurang menunjukkan stakes konkret mengapa jadi bos ART dianggap "tidak layak", sehingga konflik ini terasa kurang berberat dibanding potensinya.

Meski begitu, Agensi Rumah Tangga tetap menuntaskan misinya sebagai hiburan yang memuaskan—seperti mangkok bakso hangat di malam hari. Ringan, mengenyangkan, dan bikin hati jadi lebih lega.

Pertanyaan Terkait

Di mana film Agensi Rumah Tangga bisa ditonton?
Film ini saat ini tayang di bioskop seluruh Indonesia.

Apakah film ini cocok untuk ditonton bareng keluarga?
Sangat cocok. Humornya bersih, isunya dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan durasinya tidak terlalu lama.

Meow! Tanya Nesi!
😸