Putin & Pezeshkian Serukan Integrasi BRICS Lawan Sanksi, Minyak Tembus US$100

Ekonomi & Pasar
Hendra GunawanHendra Gunawan
Sumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Putin & Pezeshkian Serukan Integrasi BRICS Lawan Sanksi, Minyak Tembus US$100
BAGIKAN:

Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin seruan keras bagi blok BRICS guna mempererat integrasi perdagangan dan memangkas dominasi instrumen keuangan Barat, menanggapi eskalasi sanksi serta konflik militer yang mendorong harga minyak mentah menembus level psikologis US$100 per barel.

Desakan Transaksi Mata Uang Lokal

Dalam pidato di Forum Bisnis KTT BRICS, Pezeshkian mendesak anggota blok untuk memperluas penggunaan penyelesaian mata uang nasional (local currency settlement) guna mengurangi ketergantungan pada mata uang asing. Ia memperingatkan bahwa monopoli sistem keuangan dan teknologi oleh Barat telah mengganggu perdagangan sah negara-negara berkembang.

Situasi geopolitik di Timur Tengah yang memasuki fase krusial—dengan tekanan pada Teheran bergeser dari sanksi ekonomi ke agresi militer terbuka AS dan Israel—menjadi latar belakang mendesak. "Dampak perang melawan Teheran dirasakan di luar perbatasannya, memengaruhi stabilitas regional dan global," tegas Pezeshkian, menyoroti gangguan pasar energi yang mendorong harga solar di AS menembus US$6 per galon untuk pertama kalinya.

Blokade Hormuz dan Kejutan Pasokan

Instabilitas di Selat Hormuz, nadi vital pengangkutan minyak dan LNG, memicu kepanikan pasokan yang mengangkat kontrak berjangka minyak AS melewati US$100 per barel pada pekan lalu—level tertinggi sejak Mei. Pezeshkian menegaskan ketahanan pangan dan energi sebagai pilar keamanan ekonomi, sambil menawarkan posisi Iran sebagai pemasok cadangan energi melimpah bagi mitra global.

Retorika Putin: 30.000 Sanksi dan Pergeseran Poros

Senada dengan Teheran, Putin mencemooh hegemoni ekonomi Barat dengan mengungkapkan lebih dari 30.000 sanksi telah dijatuhkan ke Rusia—dua kali lipat total sanksi terhadap semua negara lain dunia. Ia menuding negara-negara Barat yang mengalami deindustrialisasi dan defisit anggaran membengkak mencoba menyelamatkan keunggulan kompetitif yang mengecil via sanksi sepihak.

Putin memamerkan data pergeseran poros ekonomi: dalam lima tahun terakhir, negara-negara BRICS menyumbang lebih dari 40% pertumbuhan PDB global, jauh mengungguli blok G7 yang hanya berkontribusi 29%. "BRICS menyediakan platform yang tangguh dan layak untuk pertumbuhan global," pungkasnya, menargetkan kerja sama strategis di pariwisata, perdagangan bilateral, dan investasi swasta dengan Global South.

Insight: Seruan de-dollarisasi dan integrasi BRICS semakin nyata seiring militarisasi kebijakan ekonomi Barat, namun eksekusi local currency settlement tetap menghadapi hambatan likuiditas dan ketidakpercayaan bilateral. Lonjakan minyak ke US$100 membuktikan pasar mengkhawatirkan fragmentasi pasokan lebih dari potensi resesi, memaksa bank sentral impor neto energi di Asia untuk memperkuat cadangan dan diversifikasi rute logistik.

Meow! Tanya Nesi!
😸