Prabowo Berdiri di Barisan Depan BRICS Bersebelahan Xi Jinping dan Putin

Presiden Prabowo Subianto terlihat berdiri di barisan depan bersebelahan dengan Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin saat sesi foto bersama pembukaan KTT BRICS di New Delhi, India, Minggu (13/9). Penempatan posisi ini menandakan pengakuan visual terhadap peran Indonesia sebagai anggota baru blok kerja sama ekonomi global tersebut.
Dalam susunan berdiri, Prabowo mengenakan setelan krem dan peci hitam, berposisi di sebelah kanan Presiden Mesir Abdul Fattah El-Sisi. Di sebelah El-Sisi berdiri Putin, yang ditemani oleh tuan rumah Perdana Menteri India Narendra Modi. Modi sendiri terlihat diapit dua kekuatan besar: Putin di kanan dan Xi Jinping di kiri.
Deklarasi New Delhi dan Ekspansi Kemitraan
Sebelum sesi foto, pada Sabtu (12/9), KTT BRICS telah mengadopsi Deklarasi New Delhi. Dokumen ini mengakui kontribusi negara mitra dan menegaskan komitmen memperkuat kemitraan dengan Emerging Markets and Developing Countries (EMDC) untuk mendorong solidaritas serta kerja sama internasional yang inklusif dan setara.
"Kami mendorong peningkatan partisipasi mereka dalam kegiatan BRICS dan kerja sama praktis di bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama," tulis pernyataan resmi yang dikutip Anadolu Agency.
Kompositas Anggota dan Peserta
KTT tingkat tinggi ini digelar 12โ13 September di Bharat Mandapam, New Delhi. Blok BRICS kini beranggotakan 11 negara: Brasil, China, Rusia, India, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Indonesia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Hadir juga negara mitra seperti Malaysia dan Thailand, serta negara non-anggota yang diundang seperti Filipina.
Dalam sambutan pembukaan, Modi mengusung tema "Ketangguhan, Inovasi, Kerja Sama, dan Keberlanjutan: Membentuk Masa Depan bagi Pertumbuhan Global yang Inklusif," menyoroti agenda pembangunan berkelanjutan sebagai fokus kolektif blok ini.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Senjata 'Pasukan Lula': Strategi Gerilya Media Sosial yang Membalikkan Arah Pilpres Brasil

Gebrakan Global: 33 Negara Perintahkan Warga Stok Bahan Darurat Hadapi Ancaman Siber dan Cuaca

Guncangan Ganda India: Siklon Murasu Ancam Pemulihan Pasca-Arnab, 30.000 Warga Dievakuasi
