Pertemuan Prabowo dengan Putin, Xi Jinping, dan Modi di KTT BRICS Tegaskan Arah Politik Luar Negeri RI
Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menunjukkan kedekatan diplomatik dengan sejumlah pemimpin dunia saat menghadiri pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 di New Delhi, India, pada Sabtu (12/9). Dalam momen sebelum pembukaan tersebut, Prabowo tampak berbincang akrab dengan Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden China Xi Jinping, yang menegaskan posisi tawar Indonesia di tengah dinamika geopolitik global.
Interaksi informal ini bukan sekadar formalitas protokol, melainkan simbol dari konsistensi kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Sebagai salah satu kekuatan ekonomi berkembang yang signifikan di Asia Tenggara, Indonesia terus menjaga keseimbangan hubungan dengan poros-poros kekuatan dunia, khususnya negara-negara anggota KTT BRICS yang merepresentasikan kekuatan ekonomi baru global.
Kehadiran Prabowo di forum ini juga memperkuat komitmen Indonesia untuk terus berkolaborasi dengan para mitra strategis seperti India, Rusia, dan China. Kerja sama ini mencakup berbagai sektor krusial, mulai dari perdagangan, ketahanan pangan, hingga upaya menjaga stabilitas keamanan di kawasan Asia-Pasifik dan global.
Pertemuan informal di sela-sela KTT sering kali menjadi ruang krusial bagi diplomasi tingkat tinggi. Keakraban yang ditunjukkan oleh para pemimpin ini mengindikasikan bahwa Indonesia dipandang sebagai mitra dialog yang penting dan netral, yang mampu menjembatani berbagai kepentingan tanpa harus memihak pada satu blok kekuatan tertentu.
Pertanyaan Terkait
Apa tujuan kehadiran Indonesia di KTT BRICS?Kehadiran Indonesia bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara anggota serta menegaskan peran aktif Indonesia dalam diplomasi ekonomi dan politik global.
Siapa saja pemimpin dunia yang ditemui Prabowo di KTT tersebut?Prabowo Subianto bertemu dan berbincang akrab dengan Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden China Xi Jinping.


