Celine Dion Comeback ke Panggung Setelah 6 Tahun, Menangis Haru di Depan 30 Ribu Fans di Paris
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Penyanyi legendaris Celine Dion akhirnya kembali menggelar konser tunggal untuk pertama kalinya dalam enam tahun di Plenitude Arena, Paris, Prancis, Sabtu (12/9), setelah bertahun-tahun berjuang melawan penyakit neurologis langka Stiff Person Syndrome. Momen comeback ini pun berlangsung emosional, karena pelantun My Heart Will Go On itu tak kuasa menahan tangis di hadapan 30 ribu penggemarnya.
Penyanyi asal Kanada berusia 58 tahun itu membuka penampilannya dengan lagu berbahasa Prancis era 1990-an, On ne change pas. Suasana haru langsung pecah begitu Dion menyapa penonton yang sudah lama menantinya.
"Ini tentu saja air mata bahagia. Saya sangat senang melihat kalian," kata Dion sembari memberikan kecupan kepada penonton, dikutip dari AFP, Minggu (13/9).
Perjuangan Panjang Melawan Stiff Person Syndrome
Konser ini menandai comeback besar Celine Dion setelah Stiff Person Syndrome memaksanya membatalkan sejumlah pertunjukan dan menimbulkan ketidakpastian apakah ia masih bisa kembali manggung. Penyakit yang tidak dapat disembuhkan ini dapat menyebabkan kekakuan serta kejang otot yang menyakitkan.
"Jalannya lebih berbatu dari yang diperkirakan. Tapi saya berpegang pada secercah cahaya di kejauhan, jauh di pegunungan," ujar Dion di atas panggung. "Malam ini, saya ingin bernyanyi untuk kalian, bernyanyi untuk diri saya sendiri, bernyanyi untuk kehidupan."
Dion mengungkap diagnosis penyakitnya pada akhir 2022. Ia pernah menggambarkan kondisi itu membuatnya merasa seperti dicekik, bahkan kejang yang dialaminya sempat begitu parah hingga menyebabkan tulang rusuknya patah. Demi kembali ke panggung, Dion menjalani latihan bak seorang atlet selama bertahun-tahun, mulai dari balet, pilates beberapa kali dalam sepekan, hingga terapi suara.
Paris Ikut Berpesta Menyambut Sang Diva
Kembalinya Dion disambut meriah oleh penggemar dari berbagai negara. Mereka memadati arena dengan pakaian berpayet, riasan gemerlap, hingga kaus bergambar Dion dan referensi lagu-lagu hitnya. Salah satu penggemar asal Quebec, Elisabeth Landry, mengaku sempat pesimis idolanya akan kembali manggung.
"Rasanya tidak nyata bisa berada di sini! Saya yakin kami tidak akan pernah melihatnya lagi, apalagi memulai rangkaian konser seperti ini," kata Landry.
Harian Prancis Le Parisien melaporkan mantan ibu negara Amerika Serikat Michelle Obama juga termasuk penonton yang hadir. Beberapa jam sebelum konser, Dion bahkan menyempatkan diri menyapa penggemar yang menunggu di luar hotel tempatnya menginap, tak jauh dari Arc de Triomphe.
Kota Paris sendiri ikut merayakan comeback sang diva dengan berbagai acara selama beberapa hari, mulai dari kompetisi kostum, pesta karaoke, hingga pelayaran penghormatan di Sungai Seine. Stasiun kereta komuter yang melayani arena konser bahkan untuk sementara berganti nama menjadi "Celine".
26 Konser Sudah Menanti
Dion dijadwalkan menggelar 26 konser dalam rangkaian turnya. Sebanyak 16 pertunjukan pada September dan Oktober telah terjual habis, sementara 10 konser lainnya dijadwalkan berlangsung pada Mei.
Sebelum konser tunggal ini, Dion sempat membuat dunia terpukau lewat penampilannya di upacara pembukaan Olimpiade Paris 2024. Saat itu, ia bernyanyi di Menara Eiffel membawakan Hymne à l'amour karya Edith Piaf.
Sepanjang sekitar empat dekade berkarier, Dion telah menjual sekitar 260 juta album berbahasa Inggris dan Prancis. Sejumlah lagu hitsnya antara lain It's All Coming Back to Me Now dan Because You Loved Me.


