Milisi Houthi Kuasai Pulau Perim di Selat Bab al‑Mandab, Saudi Minta Dukungan AS
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Milisi Houthi Yaman menguasai Pulau Perim, yang terletak di tengah Selat Bab al‑Mandab, pada Jumat 11 September waktu setempat, setelah pasukan pemerintah Yaman menarik diri; pengambilalihan tersebut memicu permintaan bantuan militer dari Arab Saudi kepada Amerika Serikat.
Menurut seorang pejabat Yaman yang memilih anonim, pasukan bersenjata Houthi tiba di pulau tersebut menggunakan perahu dan kendaraan militer, menempatkan diri di sepanjang pesisir dan mengamankan area strategis. Pulau ini, juga dikenal sebagai Pulau Perim, mengontrol jalur pelayaran utama yang menghubungkan Laut Merah dengan Samudra Hindia.
Reaksi Saudi dan Amerika Serikat
Pemerintah Arab Saudi, yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed Bin Salman, dilaporkan telah menghubungi Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Kamis sebelumnya, meminta intervensi militer untuk menanggulangi ancaman Houthi yang dianggap pro‑Iran. Sumber yang dekat dengan pembicaraan menyatakan bahwa Trump menolak usulan serangan langsung, namun menawarkan dukungan berupa pertukaran intelijen dan penentuan target.
Komandan US Central Command (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, melakukan kunjungan ke Riyadh pada hari yang sama untuk membahas koordinasi lebih lanjut. Pihak Washington menegaskan fokusnya pada perlindungan kebebasan navigasi di Laut Merah serta memperkuat peran mitra‑mitra regional dalam mengatasi tantangan keamanan kawasan.
Para pengamat menilai bahwa penguasaan Pulau Perim memberi Houthi keunggulan taktis dalam mengendalikan arus perdagangan laut, sekaligus meningkatkan tekanan diplomatik pada Riyadh untuk mencari solusi militer atau politik yang lebih luas.

