Houthi Kuasai Pulau Perim, Arab Saudi Minta Bantuan Militer ke AS

Ekonomi & Pasar
Hendra GunawanHendra Gunawan
Sumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Houthi Kuasai Pulau Perim, Arab Saudi Minta Bantuan Militer ke AS
BAGIKAN:

Kelompok Houthi berhasil mengambil alih Pulau Perim (Mayyun) yang terletak di tengah Selat Bab Al Mandab pada Jumat (11/9/2026), memicu kekhawatiran atas keamanan jalur pelayaran internasional. Di tengah eskalasi ini, Arab Saudi dilaporkan meminta bantuan militer kepada Amerika Serikat untuk menghadapi kelompok tersebut.

Pengambilalihan Pulau Perim

Seorang pejabat Yaman yang tidak disebutkan namanya mengatakan pasukan Houthi memasuki Pulau Mayyun setelah pasukan pemerintah meninggalkan wilayah tersebut sehari sebelumnya. 'Perahu-perahu yang mengangkut petempur bersenjata Houthi tiba di Pulau Mayyun setelah pasukan pemerintah menarik diri dari sana kemarin,' kata pejabat tersebut kepada AFP. 'Kelompok Houthi telah merampungkan pengambilalihan wilayah Bab Al Mandab dan Pulau Mayyun, yang terletak di tengah selat tersebut,' lanjutnya. Saksi mata juga melaporkan kelompok bersenjata mulai menempatkan diri di sepanjang pesisir Bab Al Mandab dan berkeliling menggunakan kendaraan militer.

Respons Arab Saudi dan AS

Di tengah perkembangan tersebut, Arab Saudi disebut meminta bantuan Amerika Serikat. Reuters melaporkan, berdasarkan tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut, pemerintah Saudi meminta bantuan militer kepada Presiden AS Donald Trump pada Kamis (10/9/2026). Trump disebut melakukan setidaknya dua percakapan telepon dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman (MbS) pada hari yang sama. Namun, Trump tidak menyetujui usulan agar AS melancarkan serangan terhadap Houthi. Washington menawarkan bentuk bantuan lain berupa pertukaran informasi intelijen dan penentuan target serangan.

Gedung Putih tidak memberikan tanggapan mengenai laporan percakapan Trump dengan MbS. Namun, seorang pejabat senior pemerintah AS yang berbicara secara anonim mengatakan Washington terus berkomunikasi dengan Arab Saudi dan pemerintah Yaman. 'Amerika Serikat fokus untuk melindungi kepentingan utama keamanan nasional kami, seperti menjamin kebebasan navigasi di Laut Merah, sembari memberdayakan mitra-mitra regional kami agar mengambil peran utama dalam menangani dan menyelesaikan tantangan keamanan kawasan,' kata pejabat tersebut. Sementara itu, Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Laksamana Brad Cooper dilaporkan melakukan perjalanan ke Arab Saudi pada Kamis untuk mengadakan pembicaraan.

Selat Bab Al Mandab merupakan salah satu titik paling vital dalam rantai pasokan energi global, menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Gangguan di wilayah ini berpotensi memicu volatilitas harga minyak dan biaya pengiriman, mengingat sebagian besar ekspor minyak dari Teluk melewati selat ini.

Meow! Tanya Nesi!
😸