Bio Farma Perkuat Ketahanan Vaksin Nasional, Target Ekspor 2026 dengan Dukungan Danantara
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menegaskan pada Senin, 7 September 2026, bahwa perusahaan akan memperkuat ketahanan vaksin nasional sebelum memulai ekspor, sebagai bagian dari strategi memperluas ekosistem farmasi mandiri Indonesia.
Pengembangan Bahan Baku Dalam Negeri
Bio Farma, sebagai holding farmasi, mengurangi ketergantungan pada impor dengan mengandalkan anak usaha PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia yang kini mampu memproduksi 19 molekul aktif untuk memenuhi kebutuhan bahan baku farmasi domestik.
Rencana Produk Vaksin Baru
Target RKAB 2026 mencakup pengembangan vaksin HPV, vaksin tifoid, vaksin malaria, serta vaksin DBD, selain memperbaharui kemasan vaksin dasar seperti polio, tetanus, dan difteri agar sesuai standar internasional.
Dukungan Finansial dan Tata Kelola
Bio Farma menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dengan tata kelola profesional dan manajemen risiko yang ketat, serta menerima dukungan pendanaan penuh dari Danantara, induk BUMN yang memfasilitasi ekspansi produksi.
Dengan fokus pada peningkatan produktivitas lini produksi dan pengembangan sumber daya manusia, Bio Farma menargetkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan melalui pemasaran vaksin domestik dan ekspor, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci di pasar vaksin regional.

