Tiga ASN Ditembak Mati di Jayawijaya: KemenHAM Sebut Pembunuhan Sangat Keji, Pelaku Harus Ditangkap!
Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) RI mengecam keras penembakan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9). Insiden terjadi saat rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya dalam perjalanan pulang ke Wamena setelah mengantar bantuan pangan berupa ternak babi kepada masyarakat di Kampung Kimbim, Distrik Asologaima. Ketiga korban, Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Meha, dan Willi Mbuik, tewas setelah diadang dan ditembak sekelompok orang sekitar 20 kilometer dari Wamena. KemenHAM menilai pembunuhan warga sipil ini sangat keji dan menuntut pelaku diusut tuntas.
Kecaman KemenHAM dan Tuntutan Hukum
Juru Bicara Kementerian HAM RI Thomas Harming Suwarta mengatakan, KemenHAM RI mengecam keras penembakan tiga warga sipil di Jayawijaya. Ia menyebut pembunuhan ini sangat keji terhadap warga sipil yang sedang mencari penghidupan atau nafkah di Papua. Kami juga meminta agar pelaku diusut tuntas dan dihukum, ujar Thomas.
Thomas mengaku belum dapat memastikan para korban merupakan agen intelijen atau tidak sebagaimana narasi beredar dari kelompok KKB. Tapi yang pasti mereka adalah warga sipil yang sedang mencari penghidupan di Papua. Pembunuhan terhadap warga sipil ini tidak bisa dibenarkan, lanjutnya.
KemenHAM mengimbau masyarakat di Papua menahan diri serta tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Konflik ini tidak boleh mengorbankan warga sipil, serta meminta para pihak untuk sama-sama menahan diri, ujar Thomas. Thomas mengingatkan penyelesaian kasus ini harus mengikuti mekanisme hukum yang berlaku dengan tetap memerhatikan prinsip-prinsip hak asasi manusia. Ia juga mendorong semua pihak lebih dulu mengutamakan keselamatan serta mencegah jatuhnya korban.
Kronologi dan Identitas Korban
Sebelumnya, tiga ASN tewas ditembak diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap III Ndugam. Penembakan terjadi ketika rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya berada di perjalanan pulang menuju Wamena usai mengantar bantuan pangan berupa ternak babi kepada masyarakat di Kampung Kimbim, Distrik Asologaima pada Rabu (9/9). Ketika rombongan berada di Distrik Muliama, sekitar 20 kilometer dari Wamena, mereka diadang oleh sekelompok orang dan ditembak.
Identitas ketiga korban adalah Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Meha, dan Willi Mbuik. Salah satu jenazah, yakni Willi Mbuik, dijadwalkan pulang ke kampung halamannya di Kupang pada Jumat (11/9). Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Pol Faizal Ramadhani mengatakan hingga kini tim masih menyelidiki identitas terduga pelaku yang terlibat.
Analisis: Jangan Berhenti pada Kecaman
Dari kacamata jurnalisme investigasi, insiden ini bukan sekadar angka. Tiga ASN yang tengah menjalankan tugas kemanusiaan—mengantar bantuan pangan—tewas di jalan pulang. Negara tidak cukup hanya mengecam. Pernyataan Kementerian HAM harus diikuti tekanan politik dan hukum agar investigasi tidak berhenti pada identifikasi lapangan. Jika pelaku benar dari KKB, penegakan hukum tetap harus menghormati HAM. Jika ada aktor lain, harus dibuka. Yang jelas, warga sipil tidak boleh menjadi tumbal konflik. Pemerintah perlu memastikan perlindungan bagi ASN dan masyarakat di Jayawijaya serta memperkuat pendekatan damai di Papua Pegunungan.
FAQ Terkait Berita Ini
Siapa korban penembakan di Jayawijaya? Korban adalah Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Meha, dan Willi Mbuik, tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.
Kapan dan di mana peristiwa terjadi? Penembakan terjadi pada Rabu (9/9) di Distrik Muliama, sekitar 20 kilometer dari Wamena, saat rombongan pulang dari Distrik Asologaima.
Apa tuntutan KemenHAM? KemenHAM mengecam pembunuhan itu, meminta pelaku diusut tuntas dan dihukum, serta mengimbau semua pihak menahan diri dan mengutamakan keselamatan warga sipil.


