Persebaya Surabaya Terapkan Sport Science: CMJ, GPS, dan Statistik Terpadu

Olahraga
Dimas PratamaDimas Pratama
Sumber: CNN Olahraga
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Persebaya Surabaya Terapkan Sport Science: CMJ, GPS, dan Statistik Terpadu
BAGIKAN:

Persebaya Surabaya memperkuat performa tim dengan mengintegrasikan metode sport science—tes Countermovement Jump (CMJ), analisis GPS, dan statistik pertandingan—di bawah asuhan pelatih kepala Bernardo Tavares pada minggu 13 September, menjelang laga melawan PSIM Yogyakarta.

CMJ: Ukur Kekuatan Neuromuskular Pemain

Pelatih fisik Diogo Carvalho menjelaskan bahwa tes CMJ menjadi tolok ukur utama untuk menilai kondisi neuromuskular pemain dari satu laga ke laga berikutnya. "Hasil CMJ memberi gambaran jelas tentang bagaimana tubuh merespons kelelahan dan beban pertandingan," ujarnya, menekankan pentingnya pemantauan individual.

GPS Tracking dan Data GPS tracking untuk Penyusunan Formasi

Selain CMJ, tim teknis mengumpulkan data GPS yang terpasang di tubuh pemain untuk mengukur beban kerja, jarak tempuh, dan intensitas lari. Data ini dipadukan dengan statistik pertandingan untuk menentukan susunan pemain optimal menjelang setiap pertandingan.

Strategi Tavares Berbasis Ilmu

Semua temuan ilmiah dibahas bersama Tavares, sehingga keputusan taktis tidak lagi bersifat intuisi semata. "Tujuannya memastikan pemain masuk lapangan dalam kondisi segar, pulih, dan siap memberikan intensitas tinggi," tegas Carvalho.

Integrasi sport science ini menandai langkah Persebaya menuju era permainan yang lebih terukur, menambah keunggulan kompetitif di I‑League.

Meow! Tanya Nesi!
😸