Kubu Ruben Bingung: Anak Sudah di Tangan Sarwendah, Kok Masih Gugat Balik Hak Asuh?
Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mempertanyakan urgensi gugatan balik atau rekonvensi yang diajukan Sarwendah soal hak asuh anak. Pernyataan itu disampaikan di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (10/9), setelah persidangan. Menurut Minola, langkah Sarwendah membingungkan secara logika hukum karena anak-anak disebut sudah berada dalam penguasaannya sehari-hari.
Minola menilai Sarwendah tidak perlu meminta lewat rekonvensi apa yang secara fisik sudah ada dalam kekuasaannya. 'Saya enggak mengerti apa tema atau urgensi dari gugatan rekonvensi tersebut. Secara logika berpikir, anak ada pada dia, kok minta lagi?' ujar Minola.
Dalam pandangan Minola, Sarwendah seharusnya cukup membantah dalil gugatan Ruben dan membuktikan bahwa ia masih layak mengasuh anak-anak. Bukan menggugat balik. 'Harusnya dia tetap bertahan, bukan meminta. Masa meminta sesuatu yang ada dalam kekuasaannya gitu loh,' lanjutnya.
Ruben punya alasan mendasar
Meski mengkritik rekonvensi, pihak Ruben Onsu menegaskan gugatan hak asuh yang mereka ajukan punya dasar. Minola menyoroti pelaksanaan Akta 39 yang dinilai tidak ideal, terutama soal pembagian waktu agar anak-anak bisa tinggal bersama Ruben dua hingga tiga hari.
Selain itu, Ruben menilai lingkungan tempat tinggal anak-anak saat ini kurang aman. Pihaknya menyoroti dugaan pendisiplinan dengan kekerasan fisik, kebiasaan yang dianggap merendahkan ayah kandung di depan anak, hingga keterlibatan anak di bawah umur dalam siaran langsung jualan di TikTok tanpa izin Ruben.
Live TikTok jadi sorotan
Minola mengungkapkan Ruben sejak awal menolak anak-anak dilibatkan dalam live jualan. Menurutnya, ada bukti bahwa anak diminta membantu jualan. Ia juga menyoroti bahasa tubuh dalam live yang dinilai kurang pantas, bahkan cenderung vulgar.
'Dari awal Ruben sudah komplain, tidak setuju kalau anak-anak ini dilibatkan dalam siaran langsung jualan di TikTok...' kata Minola. 'Ini yang membuat akhirnya kami gugat hak asuh yang ada padanya itu supaya dibatalkan dan diberikan kepada kami.'
Analisis Nadia Putri
Di permukaan, pertanyaan Minola terdengar sederhana: buat apa menuntut sesuatu yang sudah di tangan? Namun, dalam sengketa Sarwendah dan Ruben, logika hukum tidak selalu sejalan dengan logika publik. Rekonvensi bisa jadi strategi untuk memperkuat posisi, bukan sekadar meminta ulang. Yang jelas, hakim tetap jadi penentu apakah dalil-dalil ini punya bobot atau hanya jadi bumbu konflik yang memperpanjang drama.
Pihak Ruben menyatakan menghormati hak hukum Sarwendah dan menyerahkan pembuktian ke majelis hakim.
FAQ Terkait Berita Ini
Apa yang dipermasalahkan kubu Ruben? Mereka mempertanyakan urgensi gugatan balik Sarwendah soal hak asuh, karena anak-anak disebut sudah dalam penguasaan Sarwendah.
Apa alasan Ruben menggugat hak asuh? Ada dugaan pelanggaran komitmen Akta 39, kekhawatiran keamanan lingkungan, dugaan kekerasan fisik, dan keterlibatan anak dalam live TikTok tanpa izin.
Bagaimana sikap kubu Ruben? Mereka tetap menghormati langkah hukum Sarwendah dan menyerahkan penilaian kepada majelis hakim.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Michael Mann Terluka Setelah Senjata Api Meletus di Lapangan Tembak

Konser Andrea Bocelli di Borobudur Sukses: 100 Ribu Sepatu untuk Palestina

Lap Dapur Bau Minyak? Ini Cara Membersihkannya agar Kembali Segar
