Israel Guncang Bunker Badr Hizbullah di Lebanon Selatan, Gempa M 4,1 Terdeteksi
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Israel menghancurkan jaringan bawah tanah Hizbullah seluas dua kilometer di Lebanon selatan pada 10 September, menggunakan lebih dari 1.100 ton bahan peledak dan menimbulkan aktivitas seismik magnitude 4,1 yang tercatat hingga kedalaman 10 kilometer.
Operasi dan Target
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menargetkan kompleks militer bawah tanah milik unit Badr Hizbullah yang berada di Bukit Ali al‑Taher. Kompleks tersebut dilaporkan menyimpan fasilitas komando, gudang senjata, serta tempat tinggal yang memungkinkan pejuang bertahan lama di bawah tanah, termasuk roket, drone, dan bahan peledak lainnya.
Deteksi Gempa dan Dampak Lingkungan
Gempa yang diakibatkan oleh ledakan terdeteksi oleh Israel dan dicatat oleh Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). Kritik muncul terkait potensi kerusakan lingkungan dan struktural di sekitar lokasi, meski militer Israel menegaskan bahwa serangan udara berskala besar dipilih untuk menghindari pertempuran darat yang dapat menimbulkan korban jiwa.
Komentar Ahli
USGS mencatat bahwa gelombang seismik menembus lapisan tanah hingga kedalaman sekitar 10 km, menegaskan bahwa penggunaan bahan peledak dalam jumlah besar dapat menghasilkan dampak geofisika yang signifikan, meskipun tidak menimbulkan kerusakan permanen pada infrastruktur sipil di sekitarnya.

