BPS Jelaskan Perubahan Desil Kemiskinan Timbul Akibat Pemutakhiran Data
Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengonfirmasi pada Jumat, 11 September 2026, bahwa pergeseran desil kemiskinan seorang tukang becak di Yogyakarta terjadi karena data belum diperbarui.
Direktur Metodologi dan Sains Data BPS, Setia Pramana, menjelaskan bahwa ketidaksesuaian antara desil statistik dan kondisi riil masyarakat muncul ketika basis data tidak mengalami pemutakhiran data. Kasus tukang becak berusia 49 tahun, Timbul, yang sempat tercatat di desil 9 padahal sebelumnya berada di desil 1, kemudian kembali ke desil 3 setelah proses pembaruan selesai, menjadi contoh konkret.
Setia menegaskan bahwa BPS terus memperbarui data sosial‑ekonomi untuk meningkatkan akurasi statistik kemiskinan serta daftar penerima bantuan sosial. "Data yang dinamis harus dapat menangkap perubahan kondisi masyarakat, baik dari tidak mampu menjadi mampu, maupun sebaliknya," ujarnya.
Dengan data yang lebih mutakhir, pemerintah dan pelaku bisnis dapat merancang kebijakan serta program bantuan yang lebih tepat sasaran, mengurangi risiko alokasi sumber daya yang tidak efisien.
Pertanyaan Terkait
- Kenapa data kemiskinan harus sering diperbarui? Karena kondisi ekonomi rumah tangga berubah cepat, sehingga data lama dapat menyesatkan kebijakan.
- Apa dampak kesalahan desil bagi penerima bantuan? Kesalahan klasifikasi dapat menyebabkan penyaluran bantuan yang tidak tepat, baik berlebih maupun kurang.


