Beasiswa PNM Mekaar: Dari Katering Rp2 Juta ke Semifinal Nasional

Ekonomi & Pasar
Dian KusumaDian Kusuma
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Beasiswa PNM Mekaar: Dari Katering Rp2 Juta ke Semifinal Nasional
BAGIKAN:

Jakarta, 11 September 2026 — PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menyalurkan beasiswa pendidikan kepada anak nasabah program Bina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) sebagai bentuk komitmen pemberdayaan ekonomi keluarga. Program ini menjadi jembatan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah, dan pada Jumat (11/9) mencuat melalui kisah Wafa' Shabrina Berlianti, putri nasabah PNM Mekaar bernama Ismiatin Aningsih. Ismiatin merintis usaha katering dari plafon awal Rp2.000.000 setelah sebelumnya gagal pada bisnis ayam broiler. Lewat pembiayaan dan pendampingan usaha, PNM mendorong bukan hanya naiknya omzet nasabah, tetapi juga masa depan pendidikan anak mereka.

Dari Kegagalan ke Katering: Jalan Ismiatin

Pada 2024, Ismiatin bergabung sebagai nasabah PNM Mekaar dan memperoleh pembiayaan sekaligus pendampingan usaha. Ia kemudian merintis katering dengan plafon awal Rp2.000.000 yang terus meningkat seiring perkembangan usaha. “Saya hanya seorang ibu dengan usaha kecil, tapi PNM membuktikan bahwa anak kami juga berhak bermimpi besar,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9).

Wafa' kerap ikut serta dalam pertemuan kelompok mingguan yang diikuti ibunya bersama sesama nasabah. Ia menyebut hal itu menjadi salah satu motivasi dalam menjalani pendidikan. Di sekolah, Wafa' tercatat berprestasi, antara lain tampil dalam Drama Kolosal Tulungagung dan meraih gelar juara Palang Merah Remaja tingkat nasional. Saat ini, ia tengah mengikuti semifinal Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia mewakili Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. “Terima kasih PNM, telah menjadi sayap bagi mimpi-mimpi saya untuk terbang lebih tinggi dan membahagiakan ibu,” ucap dia.

Membaca Dampak: Investasi Modal Manusia

Direktur Utama PNM, Kindaris, menyampaikan apresiasi atas pencapaian Wafa'. Ia menyebut program pemberdayaan PNM tidak hanya berdampak pada usaha nasabah, tetapi juga memberi ruang tumbuh bagi masa depan pendidikan anak-anak mereka. “Setiap usaha kecil yang kami dampingi menyimpan mimpi yang jauh lebih besar dari sekadar angka pembiayaan. Wafa' adalah bukti bahwa ketika seorang ibu diberi kesempatan untuk bangkit, ia tidak hanya menghidupi usahanya, tetapi juga membuka jalan bagi masa depan anaknya,” paparnya.

Dalam kacamata ekonomi makro, beasiswa semacam ini adalah investasi modal manusia yang jarang menjadi headline. Pembiayaan mikro sering diukur dari plafon, tunggakan, atau jumlah nasabah. Padahal, dampak yang lebih dalam terletak pada kemampuan keluarga menaikkan mobilitas sosial antargenerasi. Ketika anak nasabah UMKM Indonesia mendapat akses pendidikan dan prestasi, efek berantainya bukan hanya pada satu keluarga, tetapi pada kualitas angkatan kerja dan produktivitas daerah. Tantangannya tetap ada: keberlanjutan pendanaan, seleksi penerima yang transparan, dan pendampingan yang tidak sekadar seremonial.

Kindaris menekankan prinsip tersebut terus dijaga PNM agar pemberdayaan tidak berhenti pada satu generasi. Bagi PNM, beasiswa ini bagian dari komitmen jangka panjang bahwa pemberdayaan ekonomi keluarga dan pendidikan anak nasabah dapat berjalan beriringan.

FAQ Terkait Berita Ini

Apa itu beasiswa PNM Mekaar? Beasiswa pendidikan yang disalurkan PNM kepada anak-anak nasabah program Mekaar sebagai bagian dari komitmen pemberdayaan keluarga berpenghasilan rendah.

Siapa Wafa' Shabrina Berlianti? Putri nasabah PNM Mekaar, Ismiatin Aningsih, yang berprestasi di sekolah dan tengah mengikuti semifinal Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia mewakili Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Mengapa program ini penting? Karena menyambungkan pembiayaan usaha mikro dengan investasi pendidikan anak, sehingga berpotensi memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan mobilitas sosial antargenerasi.

Meow! Tanya Nesi!
😸