Taufik Hidayat Sentil Mental Atlet: Bonus Rp3 Miliar Jangan Jadi Tujuan, Prestasi Harga Mati!
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat melempar peringatan keras sekaligus motivasi ke seluruh atlet Indonesia yang akan tempur di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang. Dalam pelepasan kontingen di Istana Negara, Jakarta, ia menegaskan prestasi dan medali emas harus menjadi target utama, bukan bonus Rp3 miliar yang diumumkan Presiden RI Prabowo Subianto. Pesan itu datang tepat saat pemerintah menaikkan apresiasi emas Asian Games 2026 menjadi tiga kali lipat dari SEA Games 2025.
Mental Juara di Atas Nominal
Bagi Taufik, sosok yang pernah mencicipi podium tertinggi Olimpiade Athena 2004, bonus memang penting. Namun ia tahu betul bahwa uang tidak pernah bisa membeli medali. “Yang pasti alhamdulillah, buat atlet, saya dulu juga pernah merasakan jadi atlet juga. Bonus itu datang, kalau kita ada prestasi,” kata Taufik dikutip dari Antara. Kalimat itu bukan basa-basi. Itu adalah tembakan langsung ke pola pikir setiap atlet yang bakal berlaga di pesta olahraga terbesar Asia.
Dari kacamata saya, langkah Taufik ini adalah taktik psikologis yang jitu. Ia tidak melarang atlet berharap bonus, tetapi ia menggeser fokus dari kantong ke panggung. Sebab, tekanan Asian Games jauh berbeda dari SEA Games. Di sana, lawan-lawan dari Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan Iran tidak akan peduli seberapa besar bonus yang dijanjikan. Mereka hanya peduli siapa yang lebih cepat, lebih kuat, dan lebih siap.
Eko Yuli: Suntikan Semangat dari Rp3 Miliar
Di sisi lain, lifter senior Eko Yuli Irawan menyambut positif kepastian bonus Rp3 miliar. Menurutnya, angka itu sanggup memicu kembali motivasi dan semangat juang para lifter serta atlet cabang lain. “Ya mudah-mudahan itu bisa buat penyemangat teman-teman semua, adik-adik semua ya. Saya juga bisa buat kenceng lagi semangatnya untuk bersaing dalam Asian Games nanti,” ujar Eko Yuli.
Analisis saya, pernyataan Eko Yuli justru melengkapi pesan Taufik. Bonus besar adalah bahan bakar, bukan tujuan akhir. Jika atlet menjadikan rupiah sebagai target utama, mereka akan mudah goyah saat pertandingan berjalan ketat. Sebaliknya, jika prestasi yang dikejar, bonus akan datang dengan sendirinya, bahkan bisa berlipat lewat bonus tambahan dari pemerintah dan pihak swasta.
Pemerintah telah menyiapkan Rp3 miliar untuk peraih emas Asian Games 2026. Jumlah itu naik hampir dua kali lipat dari bonus Asian Games 2026 Guangzhou yang sebesar Rp1,575 miliar plus rumah tinggal, dan tiga kali lipat dari bonus emas SEA Games 2025 yang Rp1 miliar. Angka ini bukan main-main. Namun, ujian sesungguhnya bukan pada besarannya, melainkan pada kesiapan mental seluruh anggota kontingen.
FAQ Terkait Berita Ini
Berapa bonus medali emas Asian Games 2026? Pemerintah menetapkan bonus Rp3 miliar untuk peraih medali emas Asian Games 2026, naik tiga kali lipat dari bonus emas SEA Games 2025.
Siapa yang mengingatkan atlet agar fokus prestasi? Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat mengingatkan atlet Indonesia untuk tidak menjadikan bonus sebagai fokus utama sebelum bertanding.
Di mana peringatan itu disampaikan? Peringatan disampaikan dalam acara pelepasan kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 di Istana Negara, Jakarta.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Persib Bandung Hadapi Melbourne Victory di ACL 2: Jadwal, Strategi, dan Dampaknya pada Grup E

2.300 Atlet Padati GOR Ciracas, Liga Taekwondo DKI Jakarta Seri 14 Gencar Bidik Regenerasi Atlet Internasional

Persib Tampil Konsisten, Persija Rawan Terlempar dari Puncak Klasemen
