Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Spanyol Bayar Rp309 Juta untuk Pindah ke Desa, Italia dan Swiss Ikut Bersaing

DuniaBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Spanyol Bayar Rp309 Juta untuk Pindah ke Desa, Italia dan Swiss Ikut Bersaing
BAGIKAN:

Pemerintah lokal di sejumlah Spanyol menawarkan insentif finansial hingga €15.000 atau sekitar Rp309 juta kepada pekerja digital nomad dan pendatang baru yang bersedia menetap di desa pedesaan selama minimal dua tahun. Program yang paling menarik perhatian adalah Live in Ambroz di wilayah Extremadura. Inisiatif ini dibuka pada 2026 untuk menjawab depopulasi: generasi muda terus meninggalkan desa menuju kota besar demi pekerjaan dan peluang ekonomi. Melalui hibah, iklim yang lebih cerah, dan biaya hidup rendah, desa-desa berharap dapat menambah penduduk sekaligus menggairahkan kembali aktivitas ekonomi setempat.

Live in Ambroz dan Gelombang Minat Digital Nomad

Program Live in Ambroz menerima pendaftaran dari pekerja digital nomad dan menawarkan hibah hingga €15.000. Penerima hibah wajib tinggal di kawasan Ambroz sekurang-kurangnya dua tahun. Akun Instagram @madrid.explore mempromosikan peluang itu dan menyebut Spanyol akan membayar orang yang ingin meninggalkan kehidupan kota. Unggahan tersebut memicu respons warganet, dari komentar sinis hingga pernyataan minat serius. Daya tarik Ambroz tidak hanya finansial. Kawasan ini disebut menerima sekitar 70 hingga 90 persen lebih banyak sinar matahari dibandingkan London, dengan rata-rata sekitar tiga jam lebih banyak waktu siang setiap hari. Biaya hidup relatif rendah; rumah tiga kamar tidur dapat disewa sekitar €690 atau Rp14 juta per bulan.

Italia dan Swiss Ikut Berlomba

Spanyol bukan satu-satunya negara Eropa yang memakai insentif untuk menarik penduduk. Italia memiliki sejumlah program serupa. Pulau Sardinia menawarkan hibah hingga €15.000 bagi orang yang bersedia pindah ke desa dengan penduduk kurang dari 3.000 jiwa. Pemerintah setempat juga memberi bantuan tambahan bagi pasangan yang membangun keluarga: sekitar €600 per bulan untuk anak pertama dan €400 untuk anak kedua hingga masing-masing berusia lima tahun. Di Tuscany, desa Radicondoli menjalankan program WivoaRadicondoli yang menyubsidi hingga setengah biaya sewa selama dua tahun dan menyediakan hibah pembelian properti, dengan syarat tinggal setidaknya satu dekade. Saat ini sekitar 100 dari 450 properti di desa itu dilaporkan kosong.

Swiss menawarkan skema lain di Albinen, desa di Pegunungan Alpen. Pendatang berusia di bawah 45 tahun dapat menerima hingga 25.000 franc Swiss atau sekitar Rp472 juta per orang dewasa dan 10.000 franc Swiss atau sekitar Rp189 juta per anak. Syaratnya, mereka harus tinggal minimal 10 tahun dan membeli properti bernilai minimal 200.000 franc Swiss. Albinen berada di lanskap Alpen dengan chalet tradisional, menawarkan ketenangan serta akses ke kota sekitar dan resor ski.

Analisis: Insentif Finansial Bukan Obat Tunggal

Dari kacamata hubungan internasional, fenomena ini menunjukkan bagaimana negara-negara Eropa menghadapi tekanan demografis yang sama: populasi menua, urbanisasi, dan menyusutnya layanan publik di daerah terpencil. Insentif finansial memang menarik perhatian dan bisa mendatangkan penduduk dalam jangka pendek. Namun, tanpa lapangan kerja berkelanjutan, konektivitas digital, layanan kesehatan, pendidikan, dan transportasi yang memadai, program semacam ini berisiko menjadi solusi sementara. Kedatangan digital nomad juga dapat memicu gentrifikasi pedesaan jika harga properti dan biaya hidup naik tanpa penyerapan tenaga kerja lokal. Karena itu, keberhasilan Live in Ambroz dan program sejenis tidak cukup diukur dari jumlah pendaftar, melainkan dari seberapa lama pendatang bertahan dan seberapa besar manfaat ekonomi yang mengalir ke warga asli.

FAQ Terkait Berita Ini

Berapa besar insentif yang ditawarkan Spanyol?
Hingga €15.000 atau sekitar Rp309 juta, dengan kewajiban tinggal minimal dua tahun di kawasan Ambroz, Extremadura.

Apakah program serupa hanya ada di Spanyol?
Tidak. Italia dan Swiss juga memiliki skema serupa, seperti di Sardinia, Radicondoli, dan Albinen, dengan besaran serta syarat yang berbeda.

Apa tantangan utama program ini?
Tantangan utamanya adalah menciptakan pekerjaan dan layanan publik yang berkelanjutan agar pendatang tidak kembali pindah ke kota setelah masa hibah berakhir.

Meow! Tanya Nesi!
😸