Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Odegaard Jadi Eksekutor Kematian Napoli, Arsenal Bawa 3 Poin dari Neraka Diego Maradona!

OlahragaMaya SariMaya SariSumber: CNN Olahraga
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Odegaard Jadi Eksekutor Kematian Napoli, Arsenal Bawa 3 Poin dari Neraka Diego Maradona!
BAGIKAN:

Martin Odegaard kembali membuktikan dirinya sebagai jantung sekaligus algojo Arsenal di pentas Eropa. Kapten The Gunners itu menjadi pahlawan kemenangan tipis 1-0 atas Napoli di Stadion Diego Maradona, Rabu (9/9) atau Kamis dini hari WIB, pada laga perdana Liga Champions 2026/2027. Gol tunggal yang tercipta di menit ke-75 dari tembakan kaki kiri spektakuler dari luar kotak penalti menjadi pembeda di tengah tekanan tuan rumah yang tak kunjung padam.

Arsenal datang dengan misi membungkam suara gemuruh 60 ribu pendukung Partenopei, dan mereka berhasil menjalankan rencana taktis sempurna. Odegaard, yang sepanjang laga menjadi incaran ketat pemain belakang Napoli, justru memilih momen tepat untuk melepaskan tembakan melengkung yang membuat kiper Alex Meret hanya bisa terpaku. Ini adalah gol ketiga sang playmaker Norwegia dalam lima laga terakhir di semua ajang—sebuah statistik yang menunjukkan bahwa ia bukan hanya pengatur ritme, tapi juga pembunuh dingin di laga besar.

Bidikan Maut dari Luar Kotak

Momen krusial terjadi ketika bola liar hasil sapuan pertahanan Napoli jatuh ke kaki Odegaard di sisi kiri tengah. Tanpa ragu, ia langsung melepaskan tembakan keras kaki kiri yang meluncur deras ke tiang jauh. Meski dikawal ketat oleh Stanislav Lobotka, ruang tembak sempit itu tak menyurutkan niatnya. Arsenal pun pulang dengan tiga poin penting yang menempatkan mereka di puncak klasemen sementara Grup F bersama Liverpool yang juga meraih kemenangan dramatis.

Bagi saya, sebagai pengamat yang mengikuti pergerakan taktik Mikel Arteta, ini adalah kemenangan yang dibangun dari disiplin kolektif. Arsenal tak bermain cantik seperti biasa, tapi mereka menunjukkan kematangan luar biasa: bertahan rapat, mematikan ruang gerak Victor Osimhen, dan menunggu satu momen untuk menghukum. Itulah ciri tim yang siap bersaing di level Eropa, bukan sekadar peserta.

Liverpool Balikkan Keadaan, PSG Pesta Enam Gol

Di tempat lain, Liverpool menjalani misi kebangkitan di Anfield. Tertinggal lebih dulu lewat serangan balik kilat Marcos Llorente pada menit ke-17, The Reds tak panik. Dominic Szoboszlai menyamakan kedudukan pada menit ke-40 dengan tembakan datar ke pojok kiri yang membuat kiper Atletico Madrid, Jan Oblak, tak berkutik. Sepuluh menit berselang, Alex Mac Allister menjadi pahlawan dengan tendangan keras dari bola muntah, membalikkan skor menjadi 2-1. Liverpool membuktikan mental juara mereka masih utuh.

Sementara itu, PSG—juara bertahan—menggilas Slovan Bratislava dengan skor 6-1 di Parc des Princes. Ousmane Dembele mencetak dua gol cepat (17' dan 23'), sebelum Ferran Torres mencetak hattrick sempurna (31', 47', 57') dan Fabian Ruiz menutup pesta di menit 88. Torres tercatat sebagai pemain pertama yang mencetak hattrick di UCL musim ini, dan penampilan ini menegaskan bahwa PSG punya potensi besar untuk mempertahankan mahkota mereka. Tapi, jangan lupakan performa gemilang Arsenal dan Liverpool yang menunjukkan bahwa kekuatan Inggris kembali mengancam dominasi Eropa.

Dua wakil Premier League ini sama-sama mengantongi tiga poin, dan secara taktis mereka menunjukkan fleksibilitas yang patut diacungi jempol. Arsenal mungkin tak sespektakuler PSG, tapi kemenangan tandang di stadion legendaris seperti Diego Maradona adalah pernyataan serius. Saya menilai, jika Odegaard terus tampil konsisten dan lini belakang tetap solid, Arsenal bukan tidak mungkin menembus semifinal setelah bertahun-tahun gagal.

FAQ Terkait Berita Ini

Apakah ini kemenangan pertama Arsenal di Liga Champions musim 2026/2027?
Ya, ini adalah kemenangan perdana Arsenal di fase grup setelah musim lalu mereka tersingkir di babak 16 besar. Poin ini sangat vital untuk membangun kepercayaan diri.

Mengapa gol Odegaard disebut eksekusi kematian?
Karena gol tersebut datang di momen krusial saat laga berjalan imbang 0-0 dan tekanan Napoli terus meningkat. Tembakan dari luar kotak itu adalah pukulan mental yang menghancurkan moral tuan rumah.

Apakah PSG diunggulkan juara setelah menang besar?
Secara statistik dan performa, PSG memang favorit, tapi kompetisi masih panjang. Arsenal dan Liverpool juga menunjukkan kualitas, jadi persaingan akan sangat menarik.

Meow! Tanya Nesi!
😸