Nova Widianto Mulai dari Nol: Ganda Campuran Indonesia Dirombak, Target Olimpiade 2028!

Olahraga
Maya SariMaya Sari
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Nova Widianto Mulai dari Nol: Ganda Campuran Indonesia Dirombak, Target Olimpiade 2028!
BAGIKAN:

Jakarta, 10 September 2026Nova Widianto membuka babak baru yang menegangkan. Kembali mengepalai sektor ganda campuran Indonesia di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, pelatih 48 tahun itu menyatakan pembenahan dimulai dari nol. Nova pulang ke Tanah Air pada Agustus 2026 setelah melatih timnas Malaysia pada 2022–2026. Misi utamanya: mengembalikan kepercayaan diri atlet, mengubah cara main, dan menyusun jalan menuju Olimpiade 2028 Los Angeles.

Kamis (10/9), Nova berbicara blak-blakan di Pelatnas PBSI Cipayung. "Mungkin untuk awal saya ingin buka pola pikir atlet saja. Baru kemudian mengubah cara main mereka dan konsistensinya. Paling penting adalah mengembalikan kepercayaan diri mereka dulu. Ya, kami mulai dari nol lagi," kata Nova.

Merombak Total, Tiga Pasangan Baru

Nova tidak setengah-setengah. PBSI mengumumkan tiga pasangan baru di ganda campuran: Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Bagas Maulana/Apriyani Rahayu, dan M. Nawaf Khoiriyansyah/Indah Cahya Sari Jamil. Sebelumnya, PBSI juga memasangkan Nikolaus Joaquin dengan Siti Fadia Silva Ramadhanti untuk Asian Games 2026.

Hasil awal mulai terlihat. Pasangan Dejan/Apriyani menjuarai Pontianak International Challenge 2026 pada awal September. Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah juga menyumbang perunggu di Kejuaraan Dunia BWF 2026. "Ganda campuran Indonesia sempat bagus, tapi kami harus kembalikan kepercayaan diri mereka dan beri tahu bahwa mereka itu mampu," ujar Nova.

Jalan Menuju Olimpiade 2028

Bagi Nova, waktu dua tahun menuju Los Angeles tidak boleh disia-siakan. Ia ingin perubahan di ganda campuran Indonesia sekaligus memupuk atlet untuk Olimpiade 2028. "Kami harus pikirkan Road to Olympic karena kalau terlambat dalam mencari pasangan, tidak bisa bersaing di level atas," ucapnya.

Peta jalan pun disusun bertahap. "Di awal memang kami berangkat dari International Challenge dulu, nanti kalau lebih bagus untuk perhitungan poin baru [naik] ke Super 750 atau bahkan 1000. Selain yang sudah ada Amri/Nita, kami lihat juga Dejan/Felisha paling tidak dan yang lain masih dilihat perkembangannya," tegas Nova.

Analisis: Taruhan Cerdas di Sektor yang Rapuh

Sebagai pengamat, saya melihat langkah Nova ini sebagai taruhan cerdas sekaligus berani. Merombak total ganda campuran bukan pekerjaan mudah, apalagi ketika ekspektasi publik Indonesia selalu tinggi. Namun Nova tahu betul titik lemahnya: bukan sekadar teknik, melainkan mental dan konsistensi. Ia memulai dari International Challenge, ajang yang tepat untuk membangun rasa percaya diri tanpa tekanan gelar besar.

Tiga pasangan baru dan satu pasangan Asian Games adalah sinyal bahwa PBSI tidak ingin menunda regenerasi. Kuncinya sekarang ada di eksekusi: menjaga chemistry, mengatur jadwal turnamen, dan berani menaikkan level ke Super 750 atau 1000 begitu poin memungkinkan. Jika berhasil, ganda campuran Indonesia bisa kembali menakutkan di panggung dunia.

FAQ Terkait Berita Ini

Siapa yang memimpin pembenahan ganda campuran Indonesia?
Nova Widianto, pelatih yang kembali mengepalai sektor ganda campuran setelah melatih timnas Malaysia pada 2022–2026.

Apa target utama Nova Widianto?
Mengembalikan kepercayaan diri atlet, membenahi cara main dan konsistensi, serta menyiapkan pasangan menuju Olimpiade 2028 Los Angeles.

Siapa saja pasangan baru di ganda campuran?
Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Bagas Maulana/Apriyani Rahayu, dan M. Nawaf Khoiriyansyah/Indah Cahya Sari Jamil. Ada juga Nikolaus Joaquin/Siti Fadia Silva Ramadhanti untuk Asian Games 2026.

Meow! Tanya Nesi!
😸