Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Malone Lam: Dari Anne Hathaway ke 28 Mobil Mewah, Pencurian Bitcoin Rp4,2 T di AS

DuniaBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Malone Lam: Dari Anne Hathaway ke 28 Mobil Mewah, Pencurian Bitcoin Rp4,2 T di AS
BAGIKAN:

Washington, DC – Warga Singapura Malone Lam, yang dalam dokumen pengadilan Amerika Serikat digambarkan masih berusia muda, bersama rekan-rekannya dituduh mencuri Bitcoin senilai US$245 juta atau sekitar Rp4,2 triliun. Kasus ini mencuat setelah Kementerian Kehakiman AS (DOJ) mengungkap penyitaan 28 mobil mewah dan pola belanja ekstrem, termasuk pengeluaran US$500.000 atau sekitar Rp10 miliar hanya dalam satu malam di kelab malam. Lam menghadapi ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara atas tuduhan konspirasi pemerasan dan pencurian kripto; dalam sidang di Pengadilan Distrik Columbia, ia mengaku bersalah.

Kasus ini menarik perhatian karena menggabungkan tiga arus besar abad ke-21: kecepatan aset digital, kerentanan data pribadi, dan gaya hidup konsumtif yang dipamerkan secara terbuka. Namun, di balik angka triliunan rupiah, ada pertanyaan lebih besar tentang bagaimana hukum lintas negara merespons kejahatan yang tidak mengenal batas yurisdiksi.

Jaringan Lintas Negara dan Jejak 28 Mobil Mewah

DOJ menyatakan Lam dan kawan-kawan membeli mobil mewah dengan harga US$100.000 hingga US$3,8 juta atau Rp10 miliar hingga Rp66 miliar per unit. Dalam dokumen penyitaan yang ditinjau Straits Times, petugas menyita 28 mobil mewah. Armada itu mencakup Rolls-Royce, tujuh Lamborghini, beberapa Ferrari, dan mobil sport Pagani. Selain kendaraan, hasil kejahatan mereka disebut digunakan untuk berfoya-foya di kelab malam, menyewa jet pribadi, dan membiayai berbagai barang mewah. Pola ini memperkuat dugaan bahwa uang kripto curian tidak hanya disimpan, tetapi juga dicuci melalui konsumsi bernilai tinggi dan aset fisik yang mudah dipindahkan.

Nama Samaran dan Modus Penipuan

Lam menggunakan nama samaran Anne Hathaway, $$$, dan King Greavy untuk melancarkan operasinya. Ia memanfaatkan pengetahuan perangkat lunak dan teknologi komputer untuk mendapatkan basis data informasi terkait mata uang kripto dan daftar individu dengan kekayaan bersih tinggi. Setelah data itu dikuasai, Lam dan rekan-rekannya menargetkan orang-orang tersebut melalui penipuan kripto, merayu korban agar memberikan informasi rahasia, bahkan membob rumah untuk memperoleh rincian yang memungkinkan mereka menguras dompet kripto korban. Dalam banyak kasus, kombinasi rekayasa sosial dan intrusi teknis menjadi pintu masuk yang sulit dideteksi.

Analisis: Celah Regulasi dan Diplomasi Penegakan Hukum

Dari kacamata hubungan internasional, kasus Malone Lam bukan sekadar peristiwa pidana biasa. Ia menunjukkan bagaimana kejahatan siber dapat bergerak melampaui batas negara, sementara kedaulatan hukum tetap terikat pada wilayah. Amerika Serikat dapat menuntut karena korban, infrastruktur, atau dampak ekonomi berada di yurisdiksinya, tetapi ekosistem kripto yang terdesentralisasi membuat pelacakan aset dan pembuktian kepemilikan menjadi rumit. Di sinilah kerja sama antarnegara, termasuk pertukaran intelijen keuangan dan penindakan pencucian uang, menjadi krusial.

Secara kritis, hukuman terhadap satu aktor tidak otomatis menutup celah yang lebih sistemik. Selama regulasi aset digital antarnegara belum harmonis, pelaku lain dapat berpindah yurisdiksi, memanfaatkan perusahaan cangkang, atau memakai layanan pencampur kripto. Kasus ini semestinya mendorong negara-negara, termasuk Singapura dan AS, untuk memperkuat rezim kepatuhan, perlindungan data pribadi, dan mekanisme repatriasi aset lintas batas.

Sinyal dari Jaksa dan Pertanggungjawaban

Jaksa AS Jeanine Pirro mengatakan Lam memimpin jaringan internasional yang memangsa korban melalui penipuan, melanggar privasi, dan mencuri mata uang kripto senilai ratusan juta dolar. “Jika Anda membangun kerajaan kejahatan siber, kami akan melacak Anda, membongkar operasi Anda, dan meminta pertanggungjawaban,” kata Pirro. Pernyataan itu berfungsi sebagai pesan deterrence: penegakan hukum tidak hanya mengejar pelaku, tetapi juga mengirim sinyal bahwa aset digital bukan ruang bebas hukum.

FAQ Terkait Berita Ini

Siapa Malone Lam?

Malone Lam adalah warga Singapura yang didakwa di Amerika Serikat atas konspirasi pemerasan dan pencurian kripto. Ia menggunakan nama samaran Anne Hathaway, $$$, dan King Greavy.

Berapa nilai Bitcoin yang dicuri?

Menurut DOJ, nilai Bitcoin yang dicuri mencapai US$245 juta atau sekitar Rp4,2 triliun. Uang itu antara lain dipakai membeli 28 mobil mewah, berfoya-foya di kelab malam, dan menyewa jet pribadi.

Apa ancaman hukumannya?

Lam menghadapi ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara. Dalam sidang di Pengadilan Distrik Columbia AS, ia mengaku bersalah.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ