Maling Gondol Lampu Solar Panel Makam Vidi Aldiano, Ayah Buka Suara: Semoga Dapat Hidayah
Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

- Kabar mengejutkan datang dari area pemakaman Vidi Aldiano .
- Dua unit lampu tenaga surya atau solar panel di pusara pelantun “Nuansa Bening” itu raib digondol maling.
- Ayah mendiang Vidi, Harry Aprianto Kissowo, pun buka suara.
Kabar mengejutkan datang dari area pemakaman Vidi Aldiano. Dua unit lampu tenaga surya atau solar panel di pusara pelantun “Nuansa Bening” itu raib digondol maling. Ayah mendiang Vidi, Harry Aprianto Kissowo, pun buka suara.
Insiden ini terjadi pada Rabu (9/9) siang. Harry mendapat laporan dari petugas penjaga makam bahwa fasilitas penerangan tersebut mendadak hilang setelah tengah hari. Padahal, sekitar pukul 11.00 WIB, kedua lampu masih ada saat penjaga merawat rumput dan menyiram tanaman.
“Lampu Vidi ada yang nyolong nih Pak, enggak ada dua-duanya. Tadi pagi, siang jam 11, saya sirami, potongi rumputnya masih ada,” ujar penjaga makam dalam rekaman video yang dibagikan Harry melalui akun Instagram @v8harrykiss.
“Kejadiannya siang habis jam 12 ini kayaknya,” lanjutnya, seperti diberitakan detikcom pada Rabu (9/9).
Respons Santai dengan Sindiran Pedas
Alih-alih marah besar, Harry merespons dengan nada santai dan sedikit berseloroh. Ia tetap mendoakan agar pelaku diberi petunjuk, tetapi juga menyentil aksi nekat itu di media sosial.
“Semoga malingnya dapat hidayah,” tulis Harry dalam unggahannya.
“Pertama dalam sejarah dunia persilatan, ada maling lampu solar panel makam Vidi disumpahin 469 ribu orang dalam semalam.”
Sebagai pengamat budaya pop, saya menilai respons Harry ini cerdas: ia tidak memperbesar konflik, tapi berhasil membuat publik ikut mengawal kasus kecil yang menyentuh rasa keadilan. Sindiran lewat solar panel itu langsung viral, dan warganet pun ramai-ramai memberi perhatian.
Baru Dipasang, Sudah Raib
Lampu bertenaga surya itu sebenarnya baru dipasang di pusara Vidi pertengahan Agustus 2026. Harry sengaja menaruh fasilitas tersebut karena kerap melihat peziarah yang masih berdatangan saat hari mulai gelap.
Tak berhenti di makam Vidi, beberapa hari setelahnya lampu serupa sempat dipasang di pohon dekat makam Rano Karno yang berdampingan dengan lokasi itu. Harry mengaku senang karena keberadaan lampu itu ikut membantu menerangi peziarah di makam sekitarnya saat malam.
Vidi Aldiano meninggal dunia pada 7 Maret 2026 saat berusia 35 tahun. Penyanyi yang dikenal lewat lagu “Nuansa Bening” itu mengembuskan napas terakhir usai berjuang melawan kanker ginjal yang ia idap sejak akhir 2019.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi soal identitas pelaku. Namun, sorotan publik terhadap Harry Aprianto Kissowo dan pusara makam Vidi Aldiano menunjukkan bahwa isu ini bukan sekadar kehilangan benda, melainkan soal menghormati peristirahatan terakhir seorang publik figur.
FAQ Terkait Berita Ini
Apa yang hilang dari makam Vidi Aldiano? Dua unit lampu tenaga surya atau solar panel di area pemakaman Vidi Aldiano.
Kapan insiden itu terjadi? Pada Rabu (9/9), siang setelah pukul 12.00 WIB. Sebelumnya, sekitar pukul 11.00 WIB, lampu masih berada di lokasi.
Bagaimana respons ayah Vidi Aldiano? Harry Aprianto Kissowo merespons dengan santai, mendoakan pelaku mendapat hidayah, dan menyindir aksi tersebut lewat Instagram.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Perpisahan Chimot: Permintaan Maaf dan Warisan 20 Tahun for Revenge

Sinematografi Romantis: Tian Xiwei Kembali ke Drama Modern 'Love Knows No Walls' dengan Nuansa Suspense Gelap

Reese Witherspoon Pangkas Separuh Staf Hello Sunshine, Fokus pada Proyek Film dan Buku
