Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Home Credit Tak Mau Kebut Kredit: NPF 0,47%, Prudent Tetap Harga Mati

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNBC Indonesia
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Home Credit Tak Mau Kebut Kredit: NPF 0,47%, Prudent Tetap Harga Mati
BAGIKAN:

PT Home Credit Indonesia menegaskan komitmennya menjaga kualitas pembiayaan di tengah lanskap industri multifinance yang berubah cepat. Dalam Multifinance CEO Gathering 2026 CNBC Indonesia di Jakarta, Selasa (11/8/2026), Acting Chief Executive Officer Home Credit Sylvia Lazuarni menyatakan kecepatan layanan tidak boleh mengorbankan prinsip kehati-hatian. Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa pertumbuhan akuisisi, profitabilitas, dan kualitas portofolio harus berjalan seiring.

Menurut Sylvia, ekspektasi konsumen memang bergeser. Penetrasi smartphone yang tinggi membuat masyarakat menginginkan proses pembiayaan sederhana, cepat, dan minim hambatan. Namun ia menegaskan tantangan industri bukan lagi sekadar mempercepat persetujuan kredit, melainkan memastikan akses pembiayaan tetap sehat dan berkelanjutan. “Kami selalu melihat trade-off antara pertumbuhan, profitabilitas, dan kualitas portofolio. Tapi ada satu hal lagi yang penting bagi kami, yaitu responsible lending,” ujar Sylvia.

Trade-off Pertumbuhan, Profitabilitas, dan Kualitas Portofolio

Dalam industri pembiayaan multifinance, godaan mengejar pertumbuhan sering kali datang bersamaan dengan pelonggaran standar risiko. Di titik ini, sikap Home Credit terbilang konservatif: mempercepat layanan boleh, tetapi disiplin underwriting tidak boleh dikompromikan. Analisis saya, pernyataan Sylvia adalah pengingat bahwa bisnis pembiayaan pada hakikatnya adalah bisnis kepercayaan dan kemampuan bayar, bukan sekadar kecepatan persetujuan di layar ponsel.

Hybrid: 6.000 Sales Agent dan 23.000 Toko Mitra

Sylvia mengatakan salah satu fokus perusahaan adalah mencermati perubahan perilaku konsumen dan kompetisi yang terus berkembang. Selama ini, Home Credit mengandalkan akuisisi pelanggan baru melalui pembiayaan barang di toko mitra. Meski seluruh proses pengajuan kredit telah digital dan paperless sejak sebelum pandemi, pelanggan baru tetap harus menyelesaikan transaksi secara tatap muka dibantu 6.000 Sales Agent yang tersebar di sekitar 23.000 toko mitra di Indonesia.

Saat ini layanan Home Credit tersedia di lebih dari 270 kota dan kabupaten. Pada awal 2026, perusahaan memperluas layanan ke Indonesia Timur dengan membuka layanan di Jayapura, Papua, melengkapi kehadiran dari Sumatera hingga Sulawesi. Pendekatan hybrid antara teknologi digital dan asistensi langsung di toko menjadi pembeda dalam menjaga kualitas akuisisi dan underwriting.

Proses persetujuan kredit dilakukan dua langkah. Pertama, pelanggan mengajukan pembiayaan dan memperoleh persetujuan awal beserta limit kredit melalui aplikasi My Home Credit. Kedua, pelanggan datang ke toko untuk membeli barang, lalu perusahaan kembali menilai berdasarkan jenis toko, lokasi toko, hingga kategori produk. “Hari ini limit sudah bisa didapatkan lebih dulu. Tapi ketika pelanggan datang ke toko, kami masih melakukan underwriting untuk menentukan product offering yang tepat. Bisa berbeda-beda tergantung profil risiko dan produk yang dibeli,” jelasnya.

NPF 0,47% dan Disiplin Underwriting

Home Credit menilai proses tersebut penting untuk memastikan kemampuan bayar pelanggan tetap terjaga. Meski seorang pelanggan telah memperoleh limit kredit, perusahaan tetap melakukan pengecekan lanjutan terhadap berbagai data dan kewajiban finansial. Jika total kewajiban berpotensi melebihi batas kemampuan bayar yang sehat, Home Credit akan melakukan penyesuaian. Itu bagian dari upaya menjaga kualitas kredit sekaligus melindungi konsumen.

Pada Juni 2026, Non-performing Finance (NPF) net Home Credit berada di level 0,47%, jauh di bawah batas regulator sebesar 5%. Angka ini bukan hanya statistik. Dalam pandangan saya, NPF rendah adalah hasil dari pilihan strategi yang tidak silau pada pertumbuhan semata. Ke depan, Home Credit akan terus mengevaluasi inovasi layanan agar relevan dengan pasar yang semakin digital, namun prinsip prudent dan responsible lending dipastikan tetap menjadi fondasi utama.

FAQ Terkait Berita Ini

Apa pesan utama Home Credit dalam Multifinance CEO Gathering 2026?
Home Credit menegaskan kecepatan layanan tidak boleh mengorbankan prinsip kehati-hatian, responsible lending, dan kualitas portofolio pembiayaan.

Berapa NPF net Home Credit per Juni 2026?
NPF net Home Credit berada di level 0,47%, masih jauh di bawah batas regulator sebesar 5%.

Mengapa Home Credit tetap memakai proses tatap muka di toko?
Karena proses hybrid dinilai membantu underwriting yang lebih tepat, menjaga kemampuan bayar pelanggan, dan melindungi konsumen.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ