Israel Tutup Konsulat Inggris di Yerusalem Timur, Balas Sanksi Perdagangan dari London
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Pemerintah Israel secara resmi memerintahkan penutupan konsulat Inggris di Yerusalem timur, sebagai tindakan balasan atas sanksi perdagangan yang dijatuhkan London terhadap permukiman Israel di Tepi Barat. Keputusan ini diumumkan Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, menyusul langkah Inggris dan 11 negara lain—kecuali Amerika Serikat—yang melarang impor barang dari wilayah pendudukan. Selain menutup konsulat, Israel juga akan mengusir perwakilan Inggris dari pusat pemantauan gencatan senjata Gaza yang difasilitasi AS, melarang Inggris melatih pasukan Otoritas Palestina, serta menolak masuk 12 warga Inggris, mayoritas anggota parlemen.
Langkah diplomatik ini memicu ketegangan baru antara Tel Aviv dan sekutu dekatnya, menyusul pengumuman koalisi negara yang dipimpin Inggris, Kanada, dan Prancis untuk memberlakukan sanksi dagang sebagai protes atas meningkatnya kekerasan pemukim ilegal Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat. "Tuduhan menteri luar negeri Inggris di parlemen adalah kebohongan keterlaluan," tegas Saar, seraya menyebut tindakan London "secara moral menyimpang" dan campur tangan dalam urusan dalam negeri Israel, terutama menjelang pemilu 27 Oktober yang menjadi ajang Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menggalang dukungan melalui perluasan permukiman.
Yerusalem Timur: Status yang Terus Diperebutkan
Konsulat Inggris yang ditutup berada di Yerusalem timur, kawasan yang secara historis merupakan bagian dari Palestina dan diduduki Israel sejak Perang Enam Hari 1967. Israel kemudian mencaplok wilayah tersebut dan mengklaim seluruh Yerusalem sebagai ibu kota "abadi dan tak terbagi"—klaim yang tidak diakui oleh mayoritas negara, termasuk Inggris, yang menempatkan kedutaan besarnya di Tel Aviv. Pengecualian adalah AS di bawah Presiden Donald Trump, yang memindahkan kedutaannya ke Yerusalem, langkah yang hingga kini masih memicu kontroversi internasional.
Menurut Saar, "Setiap aktivitas asing di Yerusalem harus melalui jalur yang disepakati, tanpa melanggar kedaulatan Israel." Namun, banyak pakar hukum internasional menilai aneksasi Yerusalem timur ilegal, dan penutupan konsulat Inggris semakin memperumit upaya perdamaian Timur Tengah yang sudah rapuh. Langkah Israel juga dianggap sebagai uji coba untuk mengisolasi kritik asing, sekaligus sinyal bahwa Netanyahu tetap teguh pada agenda permukiman meskipun mendapat kecaman global.
Dampak terhadap Hubungan Inggris-Israel dan Dinamika Regional
Diplomat Inggris di Yerusalem kini terpaksa menghentikan operasi konsuler di kota suci tersebut, padahal konsulat Inggris selama ini berperan penting dalam koordinasi bantuan kemanusiaan dan komunikasi dengan Otoritas Palestina. Keputusan ini juga memengaruhi program pelatihan keamanan Palestina yang selama ini didukung London, sebagai bagian dari strategi Barat untuk memperkuat kapasitas pemerintahan otonom Palestina.
Analis melihat bahwa sanksi yang dijatuhkan 12 negara—meski tidak melibatkan AS—menciptakan front baru dalam hubungan Israel-Eropa, di mana Eropa mencoba memberi tekanan ekonomi tanpa harus memutuskan ikatan diplomatik. Namun, reaksi keras Israel menunjukkan bahwa Tel Aviv menganggap setiap kritik asing sebagai ancaman kedaulatan, terutama di masa kampanye pemilu yang sensitif. "Ini bukan sekadar sanksi, tetapi juga pesan politik bahwa Israel tidak akan mengorbankan klaimnya atas Yerusalem, apapun tekanan internasional," ujar seorang pengamat hubungan internasional yang enggan disebutkan identitasnya.
Di sisi lain, Inggris menegaskan sanksi tersebut adalah respons atas pelanggaran hak asasi manusia dan hukum internasional, seraya menyatakan akan terus mengakui status Yerusalem timur sebagai wilayah pendudukan. Belum ada pernyataan resmi dari London mengenai penutupan konsulat, namun sumber diplomatik menyebut bahwa pemerintah Inggris sedang mengkaji langkah balasan, termasuk kemungkinan memanggil dubes Israel untuk dimintai klarifikasi.
FAQ Terkait Berita Ini
Mengapa Israel menutup konsulat Inggris di Yerusalem?
Israel menutup konsulat sebagai balasan atas sanksi perdagangan yang dijatuhkan Inggris terhadap permukiman Israel di Tepi Barat. Israel menganggap langkah Inggris sebagai campur tangan dalam kedaulatan dan klaim mereka atas Yerusalem timur.
Apa dampak dari sanksi negara-negara Eropa terhadap Israel?
Larangan impor barang dari permukiman Tepi Barat berdampak pada produk-produk pertanian dan manufaktur yang berasal dari wilayah tersebut. Secara simbolis, sanksi ini juga menekan Israel secara diplomatik, meskipun efek ekonominya masih terbatas karena AS tidak ikut serta.
Bagaimana status Yerusalem timur menurut hukum internasional?
Yerusalem timur dianggap sebagai wilayah pendudukan ilegal oleh Israel berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB. Aneksasi yang dilakukan Israel tidak diakui secara de facto oleh sebagian besar negara, kecuali AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel secara keseluruhan.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Senjata 'Pasukan Lula': Strategi Gerilya Media Sosial yang Membalikkan Arah Pilpres Brasil

Gebrakan Global: 33 Negara Perintahkan Warga Stok Bahan Darurat Hadapi Ancaman Siber dan Cuaca

Guncangan Ganda India: Siklon Murasu Ancam Pemulihan Pasca-Arnab, 30.000 Warga Dievakuasi
