Bukan Menolak Nafkah! Ternyata Ini Alasan Sarwendah 'Blokir' Niat Ruben Onsu Bayar Sekolah Anak
Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Drama rumah tangga selebriti memang nggak pernah ada habisnya buat dikulik, apalagi kalau sudah menyangkut masa depan buah hati. Publik sempat dibuat heboh dengan kabar Sarwendah yang disebut-sebut menolak niat baik Ruben Onsu untuk melunasi biaya sekolah anak-anak mereka. Namun, benarkah ada penolakan? Kuasa hukum Sarwendah, Abraham Simon dan Chris Sam Siwu, akhirnya buka suara dalam jumpa pers di Kawasan Jakarta Selatan pada Rabu (9/9/2026) untuk meluruskan benang kusut yang sempat memicu spekulasi liar netizen ini.
Bukan Soal Uang, Tapi Soal Prosedur Sepihak
Menurut penuturan Abraham Simon, persoalan ini sebenarnya berakar dari langkah sepihak yang diambil oleh pihak Ruben Onsu. Tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan kliennya, Ruben dikabarkan mengirimkan email ke pihak sekolah untuk menanyakan rincian biaya sekaligus berupaya mengambil alih akun pembayaran yang selama ini sudah terdaftar atas nama Sarwendah. Langkah 'bypass' inilah yang kemudian memicu kebingungan di pihak sekolah maupun pihak ibu dari anak-anak tersebut.
"Ini sepihak lho, ya. Mau dialihkan begitu saja tanpa memberitahukan kepada Sarwendah, klien kami, selaku orang tua yang akunnya memang terdaftar resmi di sekolah," tegas Abraham. Sebagai editor yang memantau dinamika ini, saya melihat ada ego yang masih bersinggungan di sini. Niat baik memang perlu, tapi dalam urusan administrasi sekolah yang kaku, etika komunikasi antar-orang tua tetap menjadi kunci utama agar tidak terjadi miskomunikasi yang merugikan mental anak.
Legalitas Hak Asuh Jadi Landasan Utama
Chris Sam Siwu menambahkan bahwa pihak sekolah selama ini hanya berkomunikasi dengan Sarwendah karena ia adalah pemegang hak asuh anak yang sah berdasarkan Akta Notaris nomor 39. Secara administratif, sekolah merasa kaget ketika tiba-tiba ada pihak lain yang ingin melakukan take over seluruh urusan pembayaran tanpa adanya surat pengantar atau pembicaraan formal sebelumnya.
"Sekolah kaget, tiba-tiba ada seorang bapak yang mau langsung men-take over semua. Ya secara administrasinya juga enggak pas, enggak masuk," jelas Chris. Ia menyarankan agar ke depannya, Ruben cukup mengirimkan pesan singkat atau WhatsApp kepada Sarwendah untuk menanyakan nominal biaya dan meminta bukti resmi, alih-alih langsung 'menyeruduk' ke institusi pendidikan.
Analisis saya, kasus ini menjadi pelajaran penting bagi para co-parenting di luar sana. Meski status hubungan telah berubah, koordinasi mengenai pendidikan anak tidak bisa dilakukan secara 'solo karir'. Transparansi dan rasa saling menghormati terhadap posisi hukum masing-masing pihak adalah cara terbaik untuk menjaga stabilitas lingkungan sekolah anak agar tidak terseret dalam konflik orang tua.
FAQ Terkait Berita Ini
Apakah Sarwendah benar-benar melarang Ruben membayar sekolah?
Tidak. Pihak Sarwendah hanya keberatan dengan prosedur pengalihan akun pembayaran yang dilakukan secara sepihak tanpa koordinasi, karena akun resmi yang terdaftar di sekolah adalah atas nama Sarwendah.
Siapa yang memegang hak asuh anak Ruben dan Sarwendah?
Berdasarkan keterangan kuasa hukum, hak asuh anak saat ini berada di tangan Sarwendah sesuai dengan Akta Notaris nomor 39.
Apa saran dari pihak kuasa hukum Sarwendah untuk Ruben Onsu?
Disarankan agar komunikasi dilakukan secara personal terlebih dahulu melalui pesan singkat (WA) kepada Sarwendah untuk menanyakan biaya sekolah, bukan langsung menghubungi pihak sekolah secara mendadak.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Michael Mann Terluka Setelah Senjata Api Meletus di Lapangan Tembak

Konser Andrea Bocelli di Borobudur Sukses: 100 Ribu Sepatu untuk Palestina

Lap Dapur Bau Minyak? Ini Cara Membersihkannya agar Kembali Segar
