Alarm Keamanan di RSSA Malang: Kebakaran Dapur dan Laundry Paksa Evakuasi Belasan Pasien

Berita Daerah
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Alarm Keamanan di RSSA Malang: Kebakaran Dapur dan Laundry Paksa Evakuasi Belasan Pasien
BAGIKAN:

Insiden kebakaran melanda Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang pada Rabu (9/9) sore, menghanguskan area vital yakni ruang gizi dan laundry. Meski tidak ada korban jiwa, kepulan asap pekat memaksa evakuasi darurat terhadap 19 pasien, termasuk anak-anak, guna menghindari risiko fatalitas pernapasan. Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi manajemen fasilitas kesehatan publik mengenai urgensi audit sistem proteksi kebakaran secara berkala.

Laporan kebakaran diterima Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Kota Malang pada pukul 14.57 WIB. Sebanyak lima unit armada pemadam dan 20 personel dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah yang telah merobohkan plafon di dua ruangan tersebut. Material yang mudah terbakar, seperti kain seprai dan bahan makanan kering, disinyalir menjadi pemicu cepatnya api merambat sebelum akhirnya berhasil dipadamkan total pada pukul 16.30 WIB.

Evaluasi Sistem Keamanan dan Evakuasi Pasien

Kepala UPT Damkar Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, mengonfirmasi bahwa api sempat menyebar di beberapa titik krusial. "Kondisi plafon sudah terbakar dan roboh saat tim tiba," ujarnya. Meski demikian, koordinasi antara tim K3 internal rumah sakit dengan petugas Damkar patut diapresiasi karena penggunaan hidran mandiri yang berfungsi baik mempercepat proses lokalisir api sehingga tidak merembet ke bangsal perawatan utama.

Sebagai langkah preventif, manajemen RSSA Malang memindahkan 19 pasien ke area Grand Pavilion. Humas RSSA, Syamsul Bakhri, menegaskan bahwa evakuasi dilakukan menggunakan kursi roda tanpa bantuan oksigen tambahan, menandakan kondisi pasien dalam keadaan stabil. Namun, dari kacamata investigasi, insiden di area penunjang seperti dapur dan laundry ini tetap menyisakan pertanyaan besar mengenai standar operasional prosedur (SOP) penggunaan alat elektronik atau instalasi gas di area tersebut.

Dampak Layanan dan Investigasi Lanjutan

Meskipun dapur umum terdampak, pihak rumah sakit menjamin distribusi makanan bagi ribuan pasien tidak terganggu karena proses produksi untuk hari tersebut telah selesai sebelum api muncul. Layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) juga dilaporkan tetap beroperasi normal tanpa hambatan bagi ambulans rujukan. Hal ini menunjukkan resiliensi operasional yang cukup baik di tengah situasi krisis kebakaran Malang tersebut.

Namun, publik kini menunggu hasil investigasi dari Tim Inafis Polresta Malang Kota untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. Apakah ini murni kecelakaan teknis, kelalaian manusia, atau kegagalan sistem instalasi yang sudah uzur? Transparansi hasil penyelidikan sangat krusial demi menjamin keselamatan pasien dan kepercayaan masyarakat terhadap standar keamanan di rumah sakit rujukan terbesar di Jawa Timur bagian selatan ini.

FAQ Terkait Berita Ini

1. Apakah ada korban jiwa dalam kebakaran di RSSA Malang?
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Seluruh pasien dan staf berhasil diamankan.

2. Ruangan apa saja yang terbakar?
Api menghanguskan dua ruangan fungsional, yaitu ruang gizi (dapur) dan ruang laundry.

3. Bagaimana dengan pelayanan pasien setelah kebakaran?
Pelayanan medis, termasuk IGD dan distribusi makanan pasien, tetap berjalan normal dan tidak terdampak secara signifikan.

Meow! Tanya Nesi!
😸