Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Mourinho Tak Peduli Nostalgia, Madrid Wajib Hancurkan Inter di Bernabeu!

OlahragaMaya SariMaya SariSumber: CNN Olahraga
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Mourinho Tak Peduli Nostalgia, Madrid Wajib Hancurkan Inter di Bernabeu!
BAGIKAN:

Jose Mourinho tak mau larut dalam sentimen masa lalu saat Real Madrid menjamu Inter Milan dalam laga perdana Liga Champions di Santiago Bernabeu, Rabu dini hari. Meski pernah mengantarkan Inter juara Eropa di stadion yang sama pada 2010, pelatih asal Portugal itu menegaskan hanya kemenangan yang jadi target, tanpa ruang untuk bernostalgia.

"Ini tidak lebih dari pertandingan biasa, meskipun setelahnya mungkin tidak akan seperti itu lagi," ujar Mourinho di situs resmi Madrid. Ia sadar, para mantan pemainnya seperti Christian Chivu akan menjadi lawan sengit di lapangan. "Di Inter, mereka menganggap saya teman, tapi selama 90 menit, saya adalah pelatih Real Madrid yang haus kemenangan," tegasnya dengan nada dingin khas The Special One.

Tak Ada Waktu untuk Kenangan Indah

Mourinho enggan terjebak romantisme trofi ke-3 Liga Champions yang ia raih bersama Inter. "Bakal menyenangkan bertemu mereka, tapi tidak banyak pemain lama yang tersisa. Saya senang melihat pendukung Inter, tapi saya mau menang, dan tidak ada waktu untuk mengingat masa lalu yang indah," katanya. Sikap ini mencerminkan pragmatisme khas Mourinho: di atas segalanya, hasil akhir adalah raja.

Ia pun menyindir performa Madrid yang kurang meyakinkan saat imbang 2-2 melawan Betis di La Liga. "Saya bisa bilang ingin main bagus, tetapi saya tidak mau main bagus seperti melawan Betis dan kemudian kalah. Saya mau menang," ucapnya dengan tegas. Ini sinyal bahwa taktik Mourinho bakal lebih pragmatis dan tajam di laga bergengsi Eropa.

Chivu: Dari Anak Asuh Jadi Lawan

Salah satu sosok yang bakal menjadi perhatian adalah Christian Chivu, bek Inter yang dulu menjadi pilar andalan Mourinho. "Chivu adalah salah satu mantan pemain saya, dan saya sangat menyayanginya. Akan menyenangkan memeluknya sebelum dan sesudah laga, tetapi tidak selama pertandingan," ujar Mou. Hubungan personal tak akan mengganggu fokus taktik—sebuah pesan jelas bahwa loyalitas profesional lebih utama.

Dengan format baru Liga Champions yang menampilkan delapan pertandingan fase grup, Mourinho optimistis Madrid lolos. "Tujuannya adalah lolos, dan saya yakin kami akan melakukannya," tandasnya. Pertarungan antara dua raksasa Eropa ini bukan sekadar reuni, melainkan ujian awal ambisi Madrid di pentas tertinggi.

Analisis Dimas Pratama: Mengapa Ini Laga Krusial?

Bagi saya, sikap Mourinho justru menunjukkan tekanan besar di pundaknya. Madrid gagal meraih La Liga musim lalu, dan fans mengharapkan trofi ke-15 Eropa. Melawan Inter—klub yang pernah membesarkan namanya—adalah momen psikologis. Jika menang, ia bisa meredam kritik; jika kalah, narasi nostalgia akan berbalik menjadi hantaman. Taktik anti-posisi dan serangan balik cepat pasti jadi senjata utama, mengingat Inter di bawah Simone Inzaghi juga bermain ofensif. Saya prediksi duel lini tengah akan menentukan, dengan Luka Modric dan Nicolo Barella sebagai kunci.

Yang menarik, Mourinho tidak mau disebut 'legenda Inter' saat ini—ia ingin disebut 'pemenang Madrid'. Itulah jiwa kompetitif yang membuatnya selalu menjadi pusat perhatian. Pertandingan ini bukan hanya soal tiga poin, tapi juga tentang identitas dan warisan.

FAQ Terkait Berita Ini

  • Kapan jadwal Real Madrid vs Inter Milan? Pertandingan digelar pada Rabu, 9 September 2025, dini hari waktu Indonesia, di Stadion Santiago Bernabeu.
  • Apakah Jose Mourinho pernah menangani Inter Milan? Ya, Mourinho melatih Inter dari 2008 hingga 2010, dan sukses meraih treble winner termasuk Liga Champions 2009/2010 yang finalnya di Bernabeu.
  • Bagaimana performa Real Madrid jelang laga ini? Madrid baru saja bermain imbang 2-2 melawan Betis di La Liga, sehingga mereka perlu bangkit dan menunjukkan mental juara di Eropa.
Meow! Tanya Nesi!
😸