Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Katon Bagaskara Akhirnya Bisa Pulang Setelah 6 Jam Terombang-ambing di Swiss: Ada Apa Saja?

SelebritiRio DewantaraRio DewantaraSumber: CNN Selebriti
Rio Dewantara
Rio Dewantara
Kritikus Film

Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Katon Bagaskara Akhirnya Bisa Pulang Setelah 6 Jam Terombang-ambing di Swiss: Ada Apa Saja?
BAGIKAN:

Katon Bagaskara, vokalis legendaris KLA Project, akhirnya menarik napas lega. Setelah nyaris putus asa terlantar selama enam jam di Bandara Jenewa, Swiss, ia mendapatkan kepastian jadwal penerbangan pulang ke Tanah Air. Kekacauan sistem informasi maskapai Etihad Airways dan penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau membuat musisi 52 tahun itu harus berjuang ekstra demi bisa kembali ke keluarga.

Kekacauan di Bandara Jenewa: Informasi Tak Sinkron

Lewat unggahan video di media sosialnya, Katon menceritakan pengalaman mencekamnya. Ia tiba di Bandara Internasional Cointrin, Jenewa, untuk check-in, namun petugas maskapai justru menolaknya karena menganggap ia tak memiliki visa transit Abu Dhabi. Padahal, menurut sistem online, penerbangannya masih tercatat. "Mau update setelah akhirnya terombang-ambing enam jam baru Etihad memberi kabar bahwa pesawat gue confirmed," ujarnya dengan nada lega, seraya menambahkan bahwa ia sempat panik karena informasi di web dan meja check-in tidak sinkron. "Jangan-jangan flight sudah cancelled karena di web kok tulisannya sudah take off gitu, dan sesuai hari ini dengan nama saya dan tidak ada pemberitahuan apa-apa," keluhnya.

Kondisi ini diperparah dengan situasi global yang memengaruhi jadwal penerbangan. Katon Bagaskara yang sedang berada di Swiss sejak akhir Agustus untuk tampil di Musikschule Konservatorium Bern pada 30 Agustus 2026, justru harus menghadapi ujian tak terduga di akhir perjalanan. Namun, ia tak sendiri. KBRI Bern langsung bergerak cepat.

Peran KBRI Bern: Pendampingan Intensif hingga Wisma Duta

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bern memberikan pendampingan penuh sejak Katon masih di bandara. Pihak diplomatik tidak hanya membantu negosiasi dengan maskapai, tetapi juga menyediakan penampungan sementara di Wisma Duta RI di Gumligen. "Saya lagi balik ke wisma supaya ditunggu dan diurusin KBRI yang baik hati," tulis Katon sambil menandai lokasi wisma. Dalam unggahan lain, ia mengucapkan terima kasih mendalam: "Thanks a lot to KBRI Bern Swiss sudah bantu dapat flight Etihad lagi."

Kehadiran KBRI menjadi penolong utama di tengah kepanikan. Katon bahkan sempat menyampaikan kritik halus agar Etihad lebih baik menyinkronkan sistem informasi, agar penumpang tak dibuat bingung seperti dirinya. "Etihad sudah mendengarkan omongan gue, tapi lain kali dibuat aja dong yang kompak antara check in desk dan webnya, sehingga kami enggak panik gitu kami statusnya apa nih," cetusnya.

Rute Pulang Berliku: Transit 7 Jam di Denpasar

Berdasarkan jadwal terbaru, Katon Bagaskara akan terbang dari Jenewa menuju Denpasar (DPS) via Abu Dhabi, dengan transit selama tujuh jam di Bali. Dari sana, ia baru bisa melanjutkan penerbangan ke Jakarta (CGK) sembari menunggu kondisi abu vulkanik membaik. "Dan Etihad besok suruh tunggu di Denpasar, transit tujuh jam untuk akhirnya semoga bisa pulang ke Cengkareng kalau abu sudah berlalu," tulisnya penuh harap. Perjalanan yang biasanya mulus kini menjadi petualangan yang melelahkan, namun ia tetap bersyukur karena akhirnya ada kepastian.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi para pelancong: meski kita sudah merencanakan segalanya, gangguan teknis dan bencana alam tetap bisa mengacaukan. Yang membedakan adalah respons cepat dari perwakilan diplomatik. KBRI Bern layak diapresiasi karena sigap mengawal warga negara, bahkan untuk seorang musisi sekelas Katon. Ini juga menunjukkan bahwa isu keselamatan penerbangan dan koordinasi antar-maskapai masih perlu ditingkatkan, terutama di tengah peningkatan aktivitas vulkanik di Indonesia.

FAQ Terkait Berita Ini

Apa yang sebenarnya terjadi pada Katon Bagaskara di Swiss?
Katon Bagaskara terlantar di Bandara Jenewa selama 6 jam karena sistem informasi Etihad Airways yang tidak sinkron dan penolakan check-in akibat dugaan kurangnya visa transit, sementara Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara karena abu vulkanik.

Bagaimana KBRI Bern membantu Katon Bagaskara?
KBRI Bern memberikan pendampingan langsung di bandara, membantu bernegosiasi dengan maskapai, dan menyediakan tempat menginap sementara di Wisma Duta RI hingga jadwal penerbangan kembali jelas.

Kapan Katon Bagaskara akan tiba di Jakarta?
Ia dijadwalkan terbang ke Denpasar terlebih dahulu dengan transit 7 jam, kemudian melanjutkan ke Jakarta (CGK) setelah kondisi abu vulkanik dinyatakan aman untuk penerbangan.

Meow! Tanya Nesi!
😸