Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Air Mata Fitri Makassar di Panggung DA8: Perjuangan Berakhir, Tapi Dukungan Sulsel Tetap Membara!

SelebritiNadia PutriNadia PutriSumber: KapanLagi
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Air Mata Fitri Makassar di Panggung DA8: Perjuangan Berakhir, Tapi Dukungan Sulsel Tetap Membara!
BAGIKAN:

Kapanlagi.com – Fitri Al Faisyah Ramadhani, atau yang akrab disapa Fitri Makassar, harus mengakhiri langkahnya di Dangdut Academy 8 (DA8) setelah tersenggol dari Top 21 Grup 2 pada Malam Result Show, Senin (7/9/2026). Persaingan sengit di grup berisikan enam kontestan—terbanyak di antara grup lain—memupus harapannya melangkah ke babak berikutnya. Namun, perjalanan gadis asal Makassar ini tetap menyisakan cerita haru, dukungan luar biasa dari kampung halaman, dan bakat vokal yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Dari Golden Ticket Hingga Panggung Top 21

Nama Fitri mulai mencuat sejak babak audisi. Pada 27 Juni 2026, ia berhasil meraih golden ticket di Audisi Grup 5—momen yang diwarnai prank dari dewan juri yang sempat membuatnya hampir putus asa, sebelum akhirnya kabar kelolosan diumumkan. Tangis haru pun pecah saat Fitri memegang tiket emas itu. Sejak saat itu, ia melaju ke Final Audition (29 Juni 2026) dan terus menunjukkan konsistensi hingga babak Top 26 Grup 4 (27 Agustus 2026). Di fase tersebut, di bawah bimbingan D'Coach Melly Lee, Fitri berhasil mengamankan tiket menuju Top 21, ditemani rekan-rekan satu timnya.

Di Top 21 Grup 2, Fitri kembali berada di tim Melly Lee, bergabung bersama Razky (Pekanbaru), Sahwan (Sampang), Bhita (Pangkalpinang), Murama (Sijunjung), dan Kira (Bandung). Grup dengan jumlah terbanyak ini menjadi medan pertempuran paling ketat, dan sayangnya, Fitri harus menerima kenyataan pahit.

Hasil Akhir: 2 Bintang yang Menentukan

Rangkaian Top 21 Grup 2 diawali Malam Show pada Selasa (1/9/2026), lalu ditutup dengan Malam Result Show pada Senin (7/9/2026). Hasil penilaian menempatkan Bhita, Murama, dan Razky masing-masing dengan 5 bintang, disusul Sahwan dengan 3 bintang. Sementara itu, Fitri dan Kira sama-sama meraih 2 bintang—cukup untuk membuat mereka tersenggol. Momen perpisahan pun berlangsung haru; air mata tak hanya jatuh dari Fitri, tetapi juga dari rekan-rekan academia yang merasakan beratnya perpisahan.

Perjalanan Panjang, Dukungan Tak Pernah Padam

Fitri bukanlah peserta biasa. Ia datang dari Makassar dengan rekam jejak pembinaan vokal dangdut di SR Vocal, lembaga yang berdiri sejak 2010 di bawah bimbingan Sukma Rannu. Wadah ini sebelumnya mengantar talenta ke ajang nasional, seperti Selfi Yamma (LIDA 2018) dan Andi Ila (LIDA 2020). Perjalanan Fitri di DA8 pun mendapat dukungan luas dari Makassar dan Sulawesi Selatan. Dukungan itu menyertai setiap penampilannya, hingga momen terakhir ketika ia harus berpamitan dari panggung kompetisi.

Sebagai pengamat hiburan, saya melihat Fitri memiliki modal suara yang khas dan daya tarik panggung yang natural. Meski langkahnya terhenti di Top 21, bukan berarti akhir dari segalanya. Dunia dangdut masih luas, dan pengalaman di DA8 tentu menjadi bekal berharga untuk karirnya ke depan. Banyak alumni ajang serupa yang justru melesat setelah kompetisi—siapa tahu Fitri menjadi salah satunya.

FAQ Terkait Berita Ini

1. Apa penyebab utama Fitri Makassar tersenggol di DA8?
Fitri tersenggol karena perolehan bintangnya hanya 2, yang merupakan nilai terendah bersama Kira di Top 21 Grup 2, di tengah persaingan ketat dengan 6 kontestan.

2. Apakah Fitri masih memiliki peluang untuk kembali ke kompetisi?
Dalam format DA8, peserta yang tersenggol tidak memiliki mekanisme wildcard atau babak penyelamatan. Namun, pengalaman ini bisa menjadi batu loncatan untuk karier di industri dangdut.

3. Siapa saja kontestan lain yang lolos dari Top 21 Grup 2?
Bhita, Murama, dan Razky berhasil lolos dengan 5 bintang, sedangkan Sahwan menyusul dengan 3 bintang. Mereka akan melanjutkan perjuangan ke babak berikutnya.

BERITA TERKAIT (Selebriti)

Meow! Tanya Nesi!
😸