PSM Makassar Terjepit Tanpa Official Training: Pelatih Soroti Lapangan Persib yang Memalukan!
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

- Bandung, 7 September 2026 – Pelatih kepala PSM Makassar, Darije Kalezic, melontarkan kritik tajam menyusul aturan baru Liga Super yang menghapus sesi official training di stadion sehari sebelum pertandingan.
- “Saya lebih memilih memberikan hospitality kepada tim tamu, tapi saya juga tidak mengerti bagaimana kami bisa bermain di lapangan seperti ini,” ujar Kalezic dengan nada kecewa, Jumat malam.
- Aturan baru yang tertuang dalam Pasal 35 poin 2 tentang Familiarisasi Stadion tersebut menghapus kewajiban latihan resmi di venue pertandingan pada H-1.
Bandung, 7 September 2026 – Pelatih kepala PSM Makassar, Darije Kalezic, melontarkan kritik tajam menyusul aturan baru Liga Super yang menghapus sesi official training di stadion sehari sebelum pertandingan. Dalam kunjungannya ke markas Persib Bandung, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kalezic menyoroti dampak kebijakan ini terhadap timnya, sekaligus mempertanyakan kelayakan lapangan yang justru dinilainya tidak layak untuk kompetisi elit Indonesia. “Saya lebih memilih memberikan hospitality kepada tim tamu, tapi saya juga tidak mengerti bagaimana kami bisa bermain di lapangan seperti ini,” ujar Kalezic dengan nada kecewa, Jumat malam.
Aturan baru yang tertuang dalam Pasal 35 poin 2 tentang Familiarisasi Stadion tersebut menghapus kewajiban latihan resmi di venue pertandingan pada H-1. Bagi Kalezic, kebijakan ini menjadi pukulan telak, terutama karena PSM musim ini tidak bermarkas di Makassar, melainkan di Parepare, yang berjarak sekitar 150 kilometer dari ibu kota Sulawesi Selatan. “Kami tidak punya kesempatan berlatih di stadion sepanjang musim kalau tidak ada latihan resmi di Parepare. Itu sangat merugikan kesiapan taktikal kami,” tegas pelatih asal Bosnia itu.
Kritik Membara untuk Lapangan Persib
Meskipun memahami alasan logis di balik pembatalan official training—yakni kondisi lapangan yang buruk—Kalezic justru memanfaatkan momen untuk menyindir manajemen Persib. Ia menilai, sebagai salah satu klub terbesar di Indonesia, bahkan mungkin yang terbesar, Persib seharusnya memiliki standar lapangan yang sepadan dengan reputasinya. “Saya berharap Persib Bandung memiliki lapangan yang jauh lebih baik. Demi reputasi klub, mereka seharusnya memiliki lapangan yang jauh lebih baik,” pungkasnya dengan nada sinis.
Dari sudut pandang taktik, ketiadaan sesi familiarisasi sangat mengganggu persiapan tim tamu, terutama dalam membaca tekstur rumput, dimensi lapangan, hingga pencahayaan stadion. Kalezic yang dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan analitis menganggap hal ini sebagai bentuk ketidakadilan kompetitif. “Kalau Anda bertanya apakah ini bagus atau buruk, saya pilih jawaban buruk. Sepak bola modern butuh kesetaraan, bukan justru menyulitkan tim yang sudah jauh-jauh datang,” tambahnya.
Kondisi ini diperparah dengan jarak tempuh PSM yang harus menempuh perjalanan darat Makassar–Parepare setiap pekan. Tanpa kesempatan uji coba lapangan, adaptasi pemain terhadap venue pertandingan menjadi tebakan, yang berpotensi menurunkan kualitas pertunjukan sepak bola di kancah Super League. Sebagai pengamat, saya menilai kebijakan ini kontraproduktif dengan upaya peningkatan standar Liga Super. Jika kita ingin bersaing di tingkat Asia, fasilitas dan regulasi harus mendukung, bukan menghambat.
Dilema Regulasi vs Realitas
Di sisi lain, Kalezic juga mengakui bahwa kondisi lapangan GBLA yang memprihatinkan menjadi alasan kuat untuk tidak mengizinkan latihan. “Saya bisa memahami bahwa Anda tidak bisa berlatih di lapangan ini,” katanya sambil menunjuk permukaan rumput yang terlihat kusam dan tidak rata. Namun, ia menyayangkan mengapa pertandingan elite seperti Super League tetap digelar di atas lapangan yang dianggapnya tidak layak. “Ini adalah kompetisi teratas di negeri ini. Pemain layak mendapatkan panggung terbaik,” tegasnya.
Komentar Kalezic sekaligus membuka mata publik bahwa masalah infrastruktur stadion masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan klub-klub peserta. Musim ini, beberapa stadion lain juga dikeluhkan karena kondisi rumput atau sistem drainase yang buruk. Ironisnya, aturan official training dihapus justru saat kualitas lapangan sedang dipertanyakan, sehingga tim tamu kehilangan momen untuk mengukur risiko cedera atau adaptasi teknis.
Bagi PSM, kekhawatiran ini bukan isapan jempol. Tim berjuluk Juku Eja itu tengah berjuang di papan atas klasemen dan setiap poin sangat berharga. Ketidaksiapan mental dan teknis karena kurangnya latihan di stadion bisa menjadi faktor penentu dalam laga-laga ketat. Apalagi, jadwal tandang PSM padat, dan tidak semua tim tuan rumah memiliki fasilitas latihan alternatif yang memadai di sekitar stadion.
Sebagai jurnalis yang telah meliput sepak bola Indonesia selama dua dekade, saya melihat ini adalah momen bagi LIB untuk mengevaluasi kembali regulasi yang terkesan instan. Official training bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari keselamatan pemain dan kualitas pertandingan. Jika alasan utama adalah perawatan lapangan, maka solusinya adalah memperbaiki perawatan, bukan menghilangkan hak tim tamu untuk beradaptasi.
FAQ Terkait Berita Ini
Apa itu official training di sepak bola?
Official training adalah sesi latihan resmi yang diadakan di stadion pertandingan pada H-1, yang biasanya terbuka untuk media dan menjadi kesempatan tim tamu untuk merasakan kondisi lapangan secara langsung.
Mengapa PSM Makassar tidak bisa berlatih di Parepare?
PSM menggunakan Stadion Gelora BJ Habibie di Parepare sebagai markas sementara, namun aturan baru tidak mewajibkan sesi latihan resmi di stadion, sehingga PSM kehilangan kesempatan berlatih di venue tersebut sebelum laga kandang.
Apa dampak ketiadaan official training terhadap performa tim?
Dampaknya meliputi kurangnya adaptasi terhadap tekstur rumput, dimensi lapangan, dan kondisi pencahayaan, yang bisa memengaruhi taktik, pergerakan pemain, serta risiko cedera akibat lapangan yang tidak dikenal.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

PSG kukuh di puncak Liga Champions, Barcelona kejar ketertinggalan setelah matchday keempat

Australia Rayu Mathew Baker, Piala Asia 2027 Diundur, Megawati Hangestri Debut di Liga Korea

Lepas dari BAM, Cheah Yee See Menikah dengan Teo Kok Siang di Bali
