Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

PLN Siapkan Pasukan Tempur 24 Jam Jaga Listrik Industri Ekspor, Tarif Paling Bersaing se-ASEAN

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

PLN Siapkan Pasukan Tempur 24 Jam Jaga Listrik Industri Ekspor, Tarif Paling Bersaing se-ASEAN
BAGIKAN:

PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik bagi sektor industri berjalan tanpa henti 24 jam penuh guna menjaga kelancaran produksi dan mutu produk ekspor Indonesia. Direktur Retail dan Niaga PLN, M Fahrur Rozy, menegaskan bahwa kontinuitas daya menjadi syarat mutlak bagi industri hilirisasi, terutama smelter nikel, tembaga, dan emas yang proses produksinya tidak bisa terputus.

“Kontinuitas pemakaian listriknya dia butuh waktu 24 jam karena produk nikel ataupun yang tembaga ataupun emas, itu yang diperlukan kontinuitas listrik, makanya kita ada petugas tempur 24 jam yang memastikan bahwa keandalan listrik di industri-industri itu tetap beroperasi selama 24 jam penuh,” ujar Fahrur dalam Indonesia Economic Forum 2026 yang digelar Senin (7/9) di Jakarta.

Sekali gangguan terjadi, kata Fahrur, dampaknya tidak main-main: kegagalan produksi yang berujung pada ketidakmampuan memenuhi permintaan pasar ekspor maupun domestik. “Karena sekali kita terganggu keandalannya, terganggu listriknya akan menyebabkan gagal produksi sehingga mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan untuk ekspor ataupun kebutuhan domestik,” jelasnya.

Tarif Listrik Paling Kompetitif di ASEAN

Di sisi lain, PLN juga menjaga tarif listrik tetap kompetitif. Fahrur menyebut tarif Indonesia saat ini merupakan yang paling bersaing dibandingkan negara-negara ASEAN, berkat kebijakan Presiden dan Menteri ESDM. Kebijakan ini diharapkan memperkuat daya saing industri sekaligus meningkatkan daya tarik investasi asing, khususnya di sektor ekspor.

Bagi para pelaku usaha, kepastian tarif dan pasokan menjadi faktor penentu lokasi pabrik. Dengan tarif yang lebih rendah dari Thailand atau Vietnam, Indonesia memiliki modal kuat untuk menarik pabrik hilirisasi berbasis energi tinggi. Namun, tantangan ke depan adalah bagaimana menjaga kestabilan ini di tengah fluktuasi harga komoditas dan tekanan fiskal.

Tambahan Kapasitas 69 GW hingga 2034, 42 GW dari EBT

Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan listrik industri, PLN telah memasukkan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 69 gigawatt (GW) dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034. Menariknya, sebanyak 42 GW atau sekitar 61% berasal dari energi terbarukan. Fahrur menekankan langkah ini merupakan komitmen PLN terhadap keberlanjutan, sekaligus menjawab tuntutan pasar global yang semakin memperhatikan jejak karbon produk ekspor.

“Ini menunjukkan bahwa PLN juga memikirkan terkait sustainability-nya,” tandas Fahrur. Ke depan, sinergi antara keandalan, harga kompetitif, dan transisi energi akan menjadi kunci bagi Indonesia untuk mempertahankan posisinya sebagai basis manufaktur ekspor unggulan di kawasan.

FAQ Terkait Berita Ini

  • Mengapa pasokan listrik 24 jam sangat penting bagi industri ekspor?
    Karena industri seperti smelter nikel, tembaga, dan emas beroperasi secara kontinu. Gangguan sesaat bisa menyebabkan kerusakan peralatan dan kegagalan produksi, yang berimbas pada keterlambatan pengiriman ekspor dan hilangnya kepercayaan pembeli.
  • Bagaimana perbandingan tarif listrik Indonesia dengan negara ASEAN lain?
    Menurut PLN, tarif listrik Indonesia saat ini paling kompetitif di ASEAN, lebih rendah dari Thailand, Vietnam, dan Filipina. Hal ini didukung kebijakan pemerintah untuk menjaga daya saing industri nasional.
  • Berapa tambahan kapasitas pembangkit yang direncanakan PLN dan berapa yang dari EBT?
    PLN merencanakan tambahan 69 GW hingga 2034, dengan 42 GW berasal dari energi terbarukan seperti surya, angin, dan air, sebagai bagian dari transisi energi menuju net zero emission.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸