Messi Tolak Rp78 Miliar Sehari! Alasan di Balik Penolakan Gila dari Arab Saudi
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Kisah perburuan mega bintang Lionel Messi oleh klub-klub kaya raya Timur Tengah kembali terungkap. Mantan Presiden Al-Ittihad, Anmar Al Haili, membongkar fakta mengejutkan: sang megabintang menolak tawaran kontrak senilai 1,4 miliar euro per tahun—yang jika dirinci, setara dengan Rp78,66 miliar per hari! Penolakan itu terjadi pada 2023, tepat setelah kontrak Messi di Paris Saint-Germain (PSG) berakhir, dan murni karena alasan personal, bukan soal uang. Keluarga Messi lebih memilih menetap di Amerika Serikat, yang akhirnya membawanya ke Inter Miami hingga kini.
Gila Gaji, Tapi Messi Pilih Keluarga
Al Haili mengaku timnya sudah melakukan pendekatan serius. Bahkan, dari berbagai sumber, tawaran itu disebut berbentuk cek kosong—Messi diberikan kebebasan mutlak untuk menentukan sendiri nominal gaji dan durasi kontrak. Namun, La Pulga tetap bergeming. Bagi pecinta sepak bola, ini bukan sekadar keputusan finansial, melainkan pernyataan tegas tentang prioritas hidup. Messi membuktikan bahwa nilai keluarga dan kenyamanan hidup jauh di atas tumpukan petrodolar.
Keputusan ini juga menjadi sinyal bahwa era dominasi uang klub-klub Saudi belum sepenuhnya mampu menggoyahkan pilar-pilar sepak bola Eropa dan Amerika, terutama jika menyangkut pemain dengan ikatan keluarga kuat. Al-Hilal dan Al-Ittihad memang sukses mendatangkan nama-nama besar seperti Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema, tetapi Messi adalah kasus spesial.
Dari Miami Hingga Pensiun di Timnas
Pada Juni 2023, Messi akhirnya memilih Inter Miami CF sebagai pelabuhan baru. Dan baru-baru ini, ia memperpanjang kontraknya hingga 2028, yang berarti ia akan bermain di MLS hingga usia 41 tahun. Sebuah komitmen jangka panjang yang jarang dilakukan bintang sekalibernya. Di sisi lain, Messi juga telah memutuskan pensiun dari timnas Argentina, meski hingga kini ia belum menentukan kapan akan gantung sepatu di level klub.
Bagi pengamat taktik, langkah Messi ke MLS bukanlah 'pensiun dini'. Sebaliknya, itu adalah transisi cerdas—liga yang kompetitif namun tak sepadat jadwal Eropa, plus pasar yang menguntungkan secara komersial dan kualitas hidup untuk keluarganya. Ia tetap menjadi magnet besar bagi sepak bola Amerika, dan kehadirannya telah mengerek pamor MLS ke level baru.
Analisis: Uang Bukan Segalanya
Sebagai jurnalis olahraga yang telah meliputi perjalanan Messi sejak era Barcelona, saya melihat ini sebagai momen langka di mana seorang atlet papan atas menolak rekor gaji demi ketenangan batin. Tawaran Rp78 miliar per hari adalah angka yang sulit dibayangkan, bahkan bagi pesepak bola sekalibernya. Namun, Messi menunjukkan bahwa legacy dan kebahagiaan keluarga lebih berharga. Ini pelajaran berharga bagi para pemain muda: jangan biarkan angka nol yang panjang mengaburkan tujuan hidup Anda.
Ke depan, kita akan menyaksikan Messi menghabiskan sisa kariernya di Amerika, mungkin menambah koleksi trofi MLS dan membawa Inter Miami ke panggung dunia. Sementara itu, klub-klub Saudi harus merelakan satu nama besar lolos dari incaran mereka—dan itu adalah Messi.
FAQ Terkait Berita Ini
1. Berapa nilai tawaran Al-Ittihad ke Messi per hari?
Nilai tawaran mencapai 1,4 miliar euro per tahun, yang jika dikonversi ke rupiah setara dengan sekitar Rp78,66 miliar per hari.
2. Mengapa Messi menolak tawaran sebesar itu?
Messi menolak karena alasan personal, terutama karena keluarganya lebih memilih menetap di Amerika Serikat, bukan karena faktor finansial.
3. Berapa lama Messi akan bertahan di Inter Miami?
Messi telah memperpanjang kontraknya hingga 2028, sehingga ia akan bermain di Inter Miami hingga usia 41 tahun.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Persib Bandung Hadapi Melbourne Victory di ACL 2: Jadwal, Strategi, dan Dampaknya pada Grup E

2.300 Atlet Padati GOR Ciracas, Liga Taekwondo DKI Jakarta Seri 14 Gencar Bidik Regenerasi Atlet Internasional

Persib Tampil Konsisten, Persija Rawan Terlempar dari Puncak Klasemen
