Selasa, 3 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Penalti Gagal Mbappe dan Kontroversi Wasit: RMTV Seret Barcelona, Ini Analisisnya!

OlahragaDimas PratamaDimas PratamaSumber: CNN Olahraga
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Penalti Gagal Mbappe dan Kontroversi Wasit: RMTV Seret Barcelona, Ini Analisisnya!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Real Madrid kalah 0-1 dari Real Betis setelah penalti Kylian Mbappe di blok kiper.
  • Kontroversi muncul karena kaki Marc Bartra berada di dalam kotak penalti saat eksekusi, yang seharusnya menyebabkan pengulangan.
  • RMTV menuding wasit tidak konsisten dan menyebut jika kejadian serupa menimpa Barcelona, penalti pasti diulang.

Kekalahan Real Madrid dari Real Betis pada Sabtu (5/9) dini hari menyisakan rasa pahit yang lebih dari sekadar kehilangan tiga poin. Laga di Stadion Cartuja itu berakhir 0-1 untuk tuan rumah, tetapi sorotan utama justru tertuju pada momen dramatis di babak kedua ketika Los Blancos mendapat hadiah penalti. Harapan menyamakan kedudukan pun menumpuk di pundak Kylian Mbappe, namun eksekusi pemain Prancis itu gagal setelah tendangannya diblok kiper Alvaro Valles.

Yang membuat suasana memanas adalah tayangan ulang yang memperlihatkan kaki bek Betis, Marc Bartra, masih berada di dalam kotak penalti tepat saat Mbappe menendang bola. Aturan sepak bola jelas: tidak ada pemain lain yang diperbolehkan masuk ke area 12 pas sebelum bola ditendang, kecuali eksekutor. Jika melanggar, seharusnya tendangan diulang. Namun wasit memilih untuk tidak meninjau VAR dan membiarkan keputusan tetap berlaku, membuat amarah pemain dan ofisial Madrid memuncak.

Saluran televisi resmi Madrid, RMTV, langsung melancarkan kritik tajam. Mereka menilai keputusan wasit adalah 'kesalahan teknis' yang tidak bisa diterima. Lebih jauh, RMTV menyoroti inkonsistensi wasit dengan membawa-bawa nama Barcelona. Dalam siarannya yang dikutip Diario AS, mereka berkata, "Kalau terjadi dengan Barca, penalti akan diulangi, dan jika gol Espi adalah gol Barcelona, maka itu mungkin tidak dianulir." Pernyataan ini merujuk pada gol Carlos Espi yang dianulir dalam pertandingan lain, yang mereka anggap sebagai bukti ketimpangan perlakuan.

Kekalahan ini membuat Real Madrid terancam kehilangan puncak klasemen. Saat ini mereka tertahan di peringkat kedua dengan sembilan poin, sama dengan Barcelona yang berpotensi menambah poin di pekan keempat. Situasi ini jelas bukan awal musim yang diinginkan oleh pasukan Carlo Ancelotti, apalagi dengan persaingan sengit yang semakin memanas.

Analisis Pakar

Sebagai pengamat yang sudah puluhan tahun meliput La Liga, saya tidak bisa menutup mata bahwa keputusan wasit di laga ini benar-benar memalukan. Bukan karena saya fans Madrid atau anti-Betis, tetapi karena aturan main sudah sangat jelas. Jika wasit mau berpegang pada buku peraturan, seharusnya pengulangan penalti adalah keputusan otomatis. Tidak ada ruang untuk interpretasi ketika kaki Bartra terlihat jelas melanggar garis kotak sebelum bola bergulir. Ini bukan soal sentuhan ringan atau kontak fisik, melainkan pelanggaran prosedural yang seharusnya mudah dideteksi oleh perangkat VAR.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah pola inkonsistensi yang ditudingkan RMTV. Saya cukup sepakat bahwa jika kejadian serupa terjadi di laga yang melibatkan Barcelona, terutama di Camp Nou, wasit cenderung lebih berani mengambil keputusan tegas. Ini bukan konspirasi, tetapi fenomena psikologis di mana tekanan dari publik dan nama besar klub bisa memengaruhi subjektivitas wasit. Namun, di sinilah peran VAR seharusnya menjadi penyeimbang. Kenapa asisten wasit video tidak memanggil wasit utama untuk meninjau ulang? Apakah mereka melewatkan momen krusial ini? Jika iya, maka kredibilitas perangkat pertandingan patut dipertanyakan.

Dari sisi taktik, kegagalan Mbappe juga menjadi pelajaran berharga. Sebagai eksekutor andalan, ia seharusnya tetap fokus meski ada gangguan di kotak penalti. Namun saya melihat ada goyangan mental saat ia melihat pergerakan Bartra dari sudut mata. Itu mungkin yang membuat tendangannya kurang bertenaga dan mudah diblok. Ancelotti harus segera membenahi pola eksekusi penalti tim, karena di musim kompetisi yang ketat, setiap satu poin sangat berharga. Apalagi dengan jadwal padat dan persaingan dengan Barcelona yang semakin sengit, kesalahan kecil seperti ini bisa berakibat fatal di akhir musim.

Terakhir, saya ingin mengingatkan bahwa polemik ini tidak hanya soal Madrid atau Barca, tetapi juga soal integritas wasit di La Liga. Jika federasi tidak segera mengevaluasi kinerja wasit dan memperjelas prosedur peninjauan VAR, maka kita akan terus dihiasi kontroversi serupa. Para pecinta sepak bola pantas mendapatkan pertandingan yang adil, bukan drama yang merusak keindahan olahraga ini. Saya berharap ada sanksi atau klarifikasi resmi dari komite wasit agar kejadian ini tidak terulang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apakah penalti Kylian Mbappe seharusnya diulang?
    A: Ya, sesuai aturan IFAB, jika pemain bertahan masuk ke kotak penalti sebelum bola ditendang, tendangan harus diulang. Dalam insiden ini, kaki Marc Bartra jelas berada di dalam kotak, sehingga pengulangan adalah keputusan yang benar.
  • Q: Mengapa wasit tidak meninjau VAR untuk insiden tersebut?
    A: Wasit dan tim VAR dianggap melewatkan pelanggaran tersebut. Biasanya VAR hanya mengintervensi untuk pelanggaran yang jelas dan menentukan, tetapi dalam kasus ini mereka memutuskan untuk tidak memanggil wasit ke monitor, yang menjadi sorotan kritik.
  • Q: Bagaimana dampak kekalahan ini terhadap klasemen La Liga?
    A: Real Madrid tetap di peringkat kedua dengan 9 poin, sama dengan Barcelona yang memuncaki klasemen. Namun Barcelona masih memiliki satu pertandingan tersisa di pekan keempat, sehingga mereka bisa menjauh jika meraih kemenangan.
Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ