Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Leony Trio Kwek Kwek Ngebet Jadi Cowok di Film: 'Gue Pengen Banget!'

SelebritiRio DewantaraRio DewantaraSumber: KapanLagi
Rio Dewantara
Rio Dewantara
Kritikus Film

Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Leony Trio Kwek Kwek Ngebet Jadi Cowok di Film: 'Gue Pengen Banget!'
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Leony Vitria ingin banget mainkan karakter perempuan yang menyamar jadi laki-laki.
  • Meski sudah banyak peran, dia belum pernah dapat kesempatan itu sepanjang karier.
  • Leony terbuka pada peran apa pun, asalkan ceritanya menarik dan menantang.

Kapanlagi.com – Nggak cuma jago nyanyi dan nge-dance bareng Trio Kwek Kwek, Leony Vitria kini makin serius mendalaminya di dunia akting. Dan yang bikin penasaran, pelantun lagu Kwek Kwek itu ternyata punya satu mimpi besar yang belum kesampaian: main sebagai tokoh perempuan yang harus menyamar jadi laki-laki!

"Gue sekarang di posisi yang pengen eksplor karakter sebanyak mungkin. Jadi gue nggak picky. Biarpun perannya kecil, kalau menurut gue menarik, gue ambil," ujar Leony saat ditemui di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Minggu (30/8/2026).

Bagi pentolan grup lawak musikal itu, kebahagiaan sebagai aktor justru datang dari keberagaman peran. "Gue bersyukur nggak kena typecast," katanya. Tapi di balik rasa syukur itu, ada satu tantangan yang belum pernah ia taklukkan: menjadi tokoh perempuan yang beridentitas sebagai pria di layar lebar.

"Gue pengen banget dapat peran jadi laki-laki. Maksudnya, karakter gue tetap perempuan, tapi di cerita itu dia harus menyamar atau beridentitas sebagai laki-laki," ujarnya penuh semangat. Ia bahkan menyebut ini adalah target utama yang ingin ia wujudkan di proyek mendatang.

Dengan gaya kocak dan percaya diri khas Leony, ia pun membuka peluang lebar bagi sineas yang berani menawarkan peran 'siluman' tersebut. Siapa tahu, kita bakal lihat Leony berubah jadi cowok keren di film berikutnya!

Analisis Pakar

Sebagai pengamat hiburan yang sudah malang-melintang di industri, saya lihat langkah Leony ini bukan sekadar iseng belaka. Di tengah gempuran film-film bertema superhero dan romansa klise, keinginan untuk memerankan karakter dengan lapisan identitas ganda justru menunjukkan kedalaman naluri artistik yang jarang dimiliki bintang pop. Leony tidak mau terjebak di zona nyaman—dan itu patut diacungi jempol. Ia sadar bahwa akting sejati bukan soal tampil cantik, melainkan soal menghidupkan jiwa yang berbeda, bahkan jika harus 'menyamar' sampai ke tulang.

Yang menarik, targetnya bukanlah peran laki-laki tulen, melainkan perempuan yang berlagak laki-laki dalam cerita. Ini lebih rumit daripada sekadar memakai kumis palsu. Ada lapisan psikologis yang harus digali—bagaimana gestur, intonasi, dan cara berpikir tokoh tersebut berubah saat menyembunyikan jati dirinya. Kalau dieksekusi dengan apik, peran ini bisa menjadi batu loncatan Leony dari sekadar pelawak menjadi aktris serius yang diperhitungkan. Saya ingat bagaimana aktris-aktris Hollywood seperti Cate Blanchett atau Hilary Swank meraih pujian berkat peran serupa. Leony punya potensi itu, asalkan didukung naskah dan sutradara yang paham nuance.

Namun, saya juga garuk-garuk kepala: mengapa baru sekarang? Selama ini Leony lebih sering dapat peran ceria, komedi, atau kadang horor ringan. Mungkin tim manajemennya terlalu nyaman dengan citra 'Trio Kwek Kwek' yang ceria, sehingga peran-peran berat jarang ditawarkan. Tapi syukurlah Leony sendiri sudah bersuara lantang. Sekarang giliran produser dan rumah produksi untuk berani mengambil risiko. Industri perfilman Indonesia sedang haus akan cerita-cerita segar, dan keberanian Leony untuk menantang stereotip gender di layar kaca bisa jadi angin segar. Saya berharap ada sutradara visioner yang segera menangkap bola panas ini, karena kalau tidak, kita bakal kehilangan momen emas ketika Leony bisa membuktikan bahwa dia lebih dari sekadar ikon pop era 2000-an.

Terakhir, dari sudut pandang bisnis, peran 'penyamaran' ini juga bisa jadi magnet penonton. Masyarakat Indonesia suka dengan twist dan kejutan—apalagi jika menyangkut transformasi fisik dan mental. Jika Leony sukses, ini bukan cuma prestasi pribadi, tapi juga bukti bahwa sinema Tanah Air bisa bergerak menuju eksplorasi karakter yang lebih berani. Jadi, siap-siap saja melihat Leony dengan rambut pendek, jaket kulit, dan gaya macho—siapa tahu itu yang bakal bikin box office meroket!

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Apakah Leony benar-benar ingin berperan sebagai laki-laki di film?
A: Bukan laki-laki sungguhan, melainkan tokoh perempuan yang dalam cerita harus menyamar atau beridentitas sebagai laki-laki. Itu adalah mimpi yang belum pernah ia perankan.

Q: Apa saja peran yang sudah pernah dimainkan Leony Vitria?
A: Leony sudah memerankan berbagai karakter, mulai dari komedi, horor ringan, hingga drama remaja, dan ia bersyukur tidak terjebak typecast.

Q: Kapan Leony berharap bisa mendapatkan peran tersebut?
A: Leony membuka peluang kapan saja, asalkan ada naskah menarik dan tawaran yang datang. Ia menyebut itu sebagai target utama di proyek mendatang.

Meow! Tanya Nesi!
😸