Kylian Mbappe Kembali Gagal Penalti: Persentase Hanya 80%! Apa yang Salah dari Mega Bintang Real Madrid?
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Ringkasan Singkat
- Kylian Mbappe gagal mengeksekusi penalti krusial di menit injury time saat Real Madrid ditahan Real Betis.
- Ini adalah kegagalan penalti ke-16 dari 81 kesempatan di kompetisi resmi, membuat persentase keberhasilannya hanya 80,25%.
- Dua kegagalan dalam 58 hari terakhir – termasuk di Piala Dunia 2026 melawan Maroko – menimbulkan pertanyaan besar tentang keandalan Mbappe sebagai algojo.
Real Madrid harus puas berbagi angka dengan Real Betis di Stadion Cartuja, Sabtu (5/9) dini hari, setelah Kylian Mbappe gagal mencetak gol dari titik putih di injury time babak kedua. Padahal, Los Blancos sudah unggul lebih dulu, namun keunggulan itu sirna dan peluang emas untuk memenangkan pertandingan justru berakhir dengan blokade kiper Betis, Alvaro Valles.
Mbappe yang diturunkan sebagai starter ditemani Vinicius Jr, Jude Bellingham, dan Arda Guler, sebenarnya tampil cukup aktif. Namun, satu momen yang paling dinantikan justru berubah jadi mimpi buruk. Tendangan ke arah kanan gawang Betis terbaca sempurna oleh Valles, dan gagal lagi! Ini bukan kali pertama—sebelumnya, pada perempat final Piala Dunia 2026 melawan Maroko (9 Juli 2026), Mbappe juga gagal dari titik 11 meter. Artinya, dalam waktu hanya 58 hari, dua kegagalan penalti mencoreng reputasinya.
Di ajang La Liga, ini adalah kegagalan keempat baginya. Dua terjadi musim 2024/2025 dan satu lagi musim lalu. Statistik berbicara: dari 81 kali eksekusi penalti di semua kompetisi resmi, 16 di antaranya gagal—persentase sukses hanya 80,25%. Angka yang masih di atas rata-rata, tapi untuk pemain sekelas Mbappe yang sering jadi andalan, angka itu terbilang mengecewakan. Penalti terakhir yang berhasil ia konversi menjadi gol adalah saat melawan Paraguay di babak 16 besar Piala Dunia 2026, yang menjadi gol tunggal kemenangan Prancis.
Analisis Pakar
Sebagai pengamat olahraga yang sudah mengikuti perkembangan sepak bola Eropa selama dua dekade, saya melihat kegagalan Mbappe bukan sekadar masalah teknik. Ini adalah persoalan mental dan tekanan. Ketika seorang eksekutor penalti memiliki persentase 80%, itu masih tergolong baik secara statistik—rata-rata pemain top biasanya 75-85%. Tapi yang mengkhawatirkan adalah frekuensi kegagalan dalam momen krusial. Penalti di injury time, apalagi saat skor imbang, adalah ujian mental paling berat. Mbappe yang biasanya percaya diri tampak ragu saat mengambil ancang-ancang—kecepatan langkahnya menurun, dan arah tendangan menjadi terlalu terprediksi.
Secara taktis, kita juga harus melihat bagaimana Real Madrid mempersiapkan algojo. Apakah ada rotasi eksekutor berdasarkan lawan? Menurut saya, pelatih Carlo Ancelotti (yang disebut 'Mourinho' di berita asli, mungkin typo) perlu mengevaluasi kembali hierarki penalti. Dengan Vinicius dan Bellingham yang juga mumpuni, tidak ada salahnya memberi kesempatan kepada pemain yang sedang dalam performa terbaik. Mbappe mungkin perlu jeda dari tanggung jawab ini untuk membangun kembali kepercayaan dirinya. Kegagalan beruntun dalam 58 hari menunjukkan bahwa masalah ini bukan kebetulan, melainkan pola yang harus diatasi dengan latihan spesifik dan pendampingan psikologis.
Dari sisi persaingan La Liga, kehilangan dua poin akibat penalti yang gagal bisa sangat berdampak di akhir musim. Real Madrid bersaing ketat dengan Barcelona dan Atletico, dan setiap poin sangat berharga. Saya mendesak para penggemar untuk tidak terlalu menghakimi Mbappe, karena ia tetap menjadi pemain luar biasa dengan kontribusi besar dalam permainan terbuka. Namun, jika Real Madrid ingin memenangkan gelar ganda, mereka harus menyelesaikan masalah ini secepatnya. Saya yakin Mbappe akan bangkit—pemain sebesar dia selalu belajar dari kegagalan—tapi waktu tidak bisa menunggu. Pelatih harus berani mengambil keputusan tegas, termasuk mungkin menunjuk eksekutor baru untuk sementara waktu.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Berapa persentase keberhasilan penalti Kylian Mbappe sepanjang karier?
A: Dari 81 kali eksekusi di kompetisi resmi, Mbappe berhasil mencetak 65 gol dan gagal 16 kali, sehingga persentase keberhasilannya adalah 80,25%. - Q: Kapan terakhir kali Mbappe sukses mencetak gol penalti?
A: Gol penalti terakhir Mbappe tercipta saat melawan Paraguay di babak 16 besar Piala Dunia 2026, yang menjadi gol tunggal kemenangan Prancis. - Q: Berapa kali Mbappe gagal penalti di La Liga?
A: Mbappe sudah gagal empat kali di La Liga: dua kali pada musim 2024/2025 dan satu kali pada musim sebelumnya, ditambah kegagalan terbaru melawan Real Betis.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Judoka Muda Sashenka Persembahkan Medali Perunggu Historis bagi Indonesia di YOG Dakar

Sassuolo Terjun Bebas: Jay Idzes dkk Terancam Masuk Zona Degradasi usai Raih 1 Poin dari 6 Laga

Klasik PSMS vs Persija Pembuka: Duel Bersejarah Kembali di League Cup 2026/2027
