Barasuara Bikin Lagu untuk GJLS Berapi-Api? Iga Massardi: 'Ini Tantangan Besar!'
Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Ringkasan Singkat
- Barasuara, band yang digawangi Iga Massardi, dipercaya menggarap soundtrack film komedi terbaru 'GJLS Berapi-Api'.
- Proyek ini dianggap berbeda dari soundtrack sebelumnya yang berhasil meraih Penghargaan Festival Film Indonesia untuk film 'Sore: Istri dari Masa Depan'.
- Mereka memilih untuk tidak membuat lagu terlalu komedi agar tetap memiliki identitas musikal yang kuat, meski filmnya bergenre komedi.
Nadia Putri — Penggemar Barasuara pasti deg-degan nih! Band indie dengan ciri khas progresif itu resmi jadi penggarap soundtrack untuk film komedi garapan Monty Tiwa, 'GJLS Berapi-Api'. Kabar ini langsung diumumkan oleh vokalis sekaligus gitaris, Iga Massardi, di panggung Ideafest 2026. Dan menurut Iga, proyek ini bukan sekadar job biasa—ini adalah tantangan berat!
"Ini juga sebuah tantangan buat Barasuara juga gitu ya, kan kemarin kita habis bikin soundtrack yang menang Festival Film Indonesia ya terus dengan film yang tentunya punya vibe berbeda dengan GJLS itu, berbeda banget," ujar Iga dengan semangat. Ya, sebelumnya Barasuara sukses besar lewat Sore: Istri dari Masa Depan yang memboyong piala Pencipta Lagu Tema Terbaik. Kini mereka harus beradaptasi dengan nuansa komedi yang kental, yang jelas jauh dari atmosfer melankolis film sebelumnya.
Proses kreatifnya pun tidak asal comot. Iga menjelaskan bahwa tim sudah melihat draf film secara utuh untuk memetakan suasana tiap adegan. Mereka lalu menyusun dinamika musik yang mengalir seirama cerita. Yang menarik, ide utama justru muncul dari permainan lirik di bait pembuka—mereka memilih kata-kata yang berawalan inisial GJLS! "Tiba-tiba temen-temen punya ide kayaknya liriknya kocak kalau dimulai dengan inisial GJLS sendiri gitu. Bait pertama itu dimulai dengan G J L dan S," kata Iga. Kreatif banget, kan?
Meski filmnya komedi, Barasuara memilih tidak membuat lagu terlalu lucu. Kenapa? Iga ingin warna musiknya tetap solid saat dibawakan di panggung maupun direkam. Mereka juga menghindari kesan 'garing'—sebaliknya, lagu harus punya universe sendiri tanpa kehilangan ciri khas Barasuara yang kompleks dan berlapis. Sebuah keseimbangan yang tidak mudah, tapi justru itu yang bikin penasaran!
Film GJLS Berapi-Api sendiri merupakan produksi Amadeus Sinemagna berkolaborasi dengan GJLS Entertainment, disutradarai oleh Monty Tiwa. Teaser perdananya sudah dirilis dan bikin heboh, dan jadwal tayangnya dipatok 5 November 2026. Siap-siap merasakan api komedi yang dibalut musik progresif!
Analisis Pakar
Sebagai pengamat budaya pop, saya melihat langkah Barasuara ini sangat strategis sekaligus berisiko. Di satu sisi, keterlibatan mereka menambah kredibilitas musikal film Indonesia yang seringkali mengesampingkan elemen soundtrack sebagai 'pemanis' semata. Tapi di sisi lain, tantangan terbesar adalah menyatukan dua dunia yang bertolak belakang: kompleksitas aransemen Barasuara yang eksperimental dengan tuntutan komedi yang cenderung ringan dan mudah dicerna. Keputusan mereka untuk tidak membuat lagu terlalu komedi adalah pilihan bijak—justru itulah yang membedakan mereka dari band-band lain yang mungkin akan terjebak dalam klise irama ceria.
Yang menarik adalah pendekatan lirik berbasis inisial judul film. Ini bukan sekadar gimmick, tapi cara cerdas untuk menciptakan 'tanda pengenal' yang langsung terhubung dengan penonton. Dalam industri perfilman, soundtrack yang ikonik seringkali lahir dari 'easter egg' seperti ini—bayangkan jika lagu itu nanti diputar, penonton akan spontan teringat adegan-adegan kocak GJLS. Namun, saya juga penasaran bagaimana mereka menjaga keseimbangan antara 'kocak' dan 'serius' tanpa mengorbankan kedalaman musikal. Apakah mereka akan memasukkan elemen progresif yang diselingi jeda komedi? Atau justru membuat komposisi yang tetap rumit tapi dengan lirik yang menggelitik?
Dari sisi bisnis, kolaborasi ini juga menjadi ujian bagi Barasuara untuk menjangkau audiens yang lebih luas—penggemar film komedi yang mungkin belum familiar dengan musik indie. Jika sukses, ini bisa membuka jalan bagi band-band alternatif lain untuk dilirik oleh rumah produksi besar. Namun, ada juga risiko 'mainstream' yang bisa mengurangi identitas mereka. Tapi saya optimis, karena Iga dan kawan-kawan sudah menunjukkan kedewasaan dalam memilih proyek. Mereka tidak asal menerima tawaran, tapi benar-benar memetakan kebutuhan cerita. Itu adalah tanda musisi yang profesional.
Terakhir, saya menyoroti jadwal tayang yang berdekatan dengan akhir tahun—ini menjadi ajang pembuktian bagi industri film Indonesia bahwa komedi bukan hanya soal lawakan, tapi juga bisa diperkuat oleh musik yang berkualitas. Saya berharap soundtrack ini tidak hanya menjadi pelengkap, tapi menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman menonton. Dan yang lebih penting, semoga lagu ini juga enak didengar di luar konteks film, seperti yang berhasil dilakukan oleh banyak soundtrack film luar negeri. Jika Barasuara bisa mewujudkannya, saya yakin mereka akan kembali menuai pujian, bahkan mungkin meraih FFI lagi!
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Kapan film GJLS Berapi-Api tayang di bioskop?
A: Film ini dijadwalkan tayang pada 5 November 2026. - Q: Apa judul soundtrack yang dibuat Barasuara untuk GJLS Berapi-Api?
A: Judulnya belum diumumkan secara resmi, namun Iga Massardi menyebut lirik bait pertamanya diawali dengan inisial G, J, L, dan S. - Q: Apakah Barasuara pernah memenangkan penghargaan untuk soundtrack sebelumnya?
A: Ya, mereka meraih Pencipta Lagu Tema Terbaik di Festival Film Indonesia untuk film 'Sore: Istri dari Masa Depan'.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

The Remarried Empress Tayang Lebih Awal, Rilis 4 Episode Sekaligus di Disney+

The Remarried Empress Tayang Percepat 3 November, 4 Episode Pertama Dilepas Serentak di Disney+

My Chemical Romance Prioritaskan Riset Studio, Konser 2027 Ditinggalkan demi Album Baru
