XLSmart Genjot 5G ke 101 Kota, Target RI Tembus 3 Besar Asia
Membahas teknologi dari kacamata pengembang dan inovasi perangkat lunak.

Ringkasan Singkat
- XLSmart menaikkan target jaringan 5G dari 88 menjadi 101 kota/kabupaten hingga akhir 2026, dengan tambahan kota seperti Lombok dan Malang.
- Perusahaan mengalokasikan capex Rp20 triliun tahun ini, naik dari Rp15 triliun, untuk mempercepat ekspansi jaringan dan spektrum baru (700 MHz & 2,6 GHz).
- Target besar: mengangkat ranking internet Indonesia dari papan bawah ke posisi tengah, bahkan berharap masuk 3 besar Asia.
PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart) tidak main-main dalam mengejar ambisi digital Indonesia. Dalam ajang Media Gathering di Surabaya, Jumat (4/9), jajaran direksi mengumumkan percepatan pembangunan infrastruktur jaringan, termasuk jaringan 5G, dengan target yang lebih agresif dari sebelumnya.
Direktur dan Chief Regulatory Officer Merza Fachys menegaskan bahwa peningkatan konektivitas bukan sekadar untuk kepuasan pelanggan, melainkan juga untuk mendongkrak peringkat internet Indonesia di kancah Asia. "Dengan demikian, kita harapkan ranking Indonesia dalam layanan internet akan meningkat, naik kepada ranking yang lebih atas," ujarnya. Saat ini, Indonesia masih terpaku di papan bawah, dan XLSmart bertekad membawanya setidaknya ke level menengah, bahkan bermimpi menembus tiga besar.
Untuk mewujudkan itu, XLSmart menggandakan porsi investasi. Direktur dan Chief Technology Officer Shurish Subbramaniam mengungkapkan target 5G kini diperluas ke 101 kota/kabupaten, dari rencana awal 88. "Kota-kota baru, Lombok, Malang akan turn on sebelum akhir tahun ini," katanya. Ekspansi ini didukung oleh perolehan spektrum baru dari lelang, yaitu pita 700 MHz untuk jangkauan luas dan 2,6 GHz untuk kapasitas tinggi di area padat trafik. Selain itu, panduan capitalized capex 2026 dinaikkan dari Rp15 triliun menjadi Rp20 triliun, yang akan dialokasikan untuk lebih dari 265 ribu BTS, percepatan investasi jaringan, dan implementasi spektrum baru secara bertahap.
Analisis Pakar
Langkah XLSmart ini patut diapresiasi, namun perlu diingat bahwa target ranking 3 besar Asia bukan perkara mudah. Negara seperti Korea Selatan, Jepang, dan Singapura sudah bertahun-tahun unggul dalam kecepatan, latensi, dan penetrasi 5G. Indonesia masih bergulat dengan kesenjangan digital antarwilayah, infrastruktur backhaul yang terbatas, serta regulasi perizinan yang kerap menghambat pembangunan menara. Meskipun spektrum 700 MHz adalah game-changer untuk jangkauan pedesaan, implementasi di lapangan tetap membutuhkan koordinasi ekosistemâdari pabrikan perangkat hingga operator menara.
Yang menarik adalah keberanian XLSmart menaikkan capex di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif. Ini sinyal positif bahwa operator melihat potensi pertumbuhan data yang masih besar, terutama dengan maraknya konten video, gaming, dan metaverse. Namun, saya menilai target 101 kota di 2026 terlalu ambisius jika melihat realisasi 5G di tahun-tahun sebelumnyaâbanyak operator yang masih berkutat pada coverage di kota besar. Perlu juga dicermati strategi monetisasi 5G; tanpa aplikasi pembunuh (killer apps) atau model bisnis B2B yang matang, investasi besar bisa berisiko menggerus profitabilitas.
Dari sisi regulasi, pemerintah seharusnya mendukung dengan kebijakan yang mendorong konsolidasi spektrum dan penyederhanaan perizinan. Saya optimistis Indonesia bisa naik ke peringkat tengah Asia dalam 2-3 tahun, tapi untuk tiga besar, itu mimpi yang membutuhkan kerja kolektifâbukan hanya XLSmart, tapi seluruh operator, penyedia konten, dan pemerintah. Jika semua bergerak sinkron, bukan tidak mungkin mimpi itu menjadi kenyataan. Saya tunggu realisasi di Lombok dan Malang akhir tahun ini sebagai indikator awal.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apa target terbaru XLSmart untuk jaringan 5G di Indonesia?
A: XLSmart menargetkan layanan 5G hadir di 101 kota/kabupaten hingga akhir 2026, meningkat dari target awal 88 kota. - Q: Berapa investasi yang disiapkan XLSmart untuk ekspansi jaringan tahun ini?
A: Perusahaan menaikkan panduan capex 2026 menjadi Rp20 triliun, dari sebelumnya Rp15 triliun, untuk mendukung BTS, spektrum baru, dan percepatan 5G. - Q: Bagaimana dampak spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz bagi pengguna?
A: Spektrum 700 MHz memperluas jangkauan sinyal hingga ke pelosok, sedangkan 2,6 GHz menambah kapasitas di area padat pengguna untuk akses lebih lancar.


