STY Santai Hadapi Debut Liga: 'Saya Sudah Kenal Indonesia, Tak Ada Gugup!'
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Ringkasan Singkat
- Shin Tae Yong memulai debut resmi di Super League 2026/2027 bersama Persija Jakarta melawan Borneo FC di Stadion Segiri.
- STY mengaku tenang karena sudah enam tahun di Indonesia, meski sebelumnya menangani timnas, bukan klub.
- Kapten Rizky Ridho menyatakan tim siap, namun mengakui Borneo FC adalah kandidat juara yang tangguh.
Menjelang laga perdana Persija Jakarta di ajang Super League 2026/2027, pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae Yong, tampil dingin dan penuh ketenangan. Debut resminya di kompetisi kasta tertinggi tanah air akan tersaji pada Sabtu (5/9) di Stadion Segiri, Samarinda, markas dari Borneo FC.
Meski sudah memimpin Macan Kemayoran di turnamen pramusim Piala Presiden 2026 dan empat laga uji coba, laga kontra Pesut Etam tetap menjadi ujian sesungguhnya. Namun, STY tak menunjukkan kegugupan sedikit pun. Alasannya sederhana: ia sudah enam tahun berkarir di Indonesia, pertama sebagai pelatih Timnas Indonesia, dan kini beralih ke level klub.
"Untuk laga pertama saya di liga, saya merasa lebih nyaman daripada pelatih lain yang mungkin baru pertama kali," ujar Shin dalam jumpa pers Jumat (4/9). "Walaupun sebelumnya saya di Timnas, saya sudah lama di Indonesia. Saya percaya dengan pemain dan tidak terbebani. Kami yakin bisa tampil maksimal."
Senada dengan pelatih, kapten Rizky Ridho mengakui pertandingan tidak akan mudah mengingat Borneo FC adalah salah satu tim unggulan dan kandidat juara. "Tapi kami semua sudah siap, dan akan berjuang memberikan yang terbaik," tegas bek tengah andalan Persija tersebut.
Analisis Pakar
Sikap tenang Shin Tae Yong bukanlah sekadar basa-basi. Sebagai pengamat yang mengikuti perjalanan sepak bola Indonesia dari dekat, saya melihat ada perhitungan taktis yang matang di balik pernyataan itu. STY bukan pelatih baru yang buta dengan karakter kompetisi kita. Enam tahun menangani Timnasādari Piala AFF hingga Kualifikasi Piala Duniaāmemberinya peta jalan yang sangat detail tentang kekuatan dan kelemahan setiap klub, termasuk Borneo FC yang kini diperkuat pemain-pemain berkualitas seperti Stefano Lilipaly dan Matheus Pato. Ia tahu betul atmosfer Segiri yang panas, tetapi justru itu yang membuatnya rileks karena ia pernah membawa Timnas bermain di sana dalam laga berat.
Namun, yang perlu dicermati adalah perbedaan filosofi antara timnas dan klub. Di timnas, STY terbiasa bekerja dengan waktu persiapan singkat dan pemain yang terpencar. Di klub, ia memiliki kesempatan untuk membangun pola permainan jangka panjang. Pertanyaannya, seberapa cepat ia bisa mentransfer gaya bermain agresif dan pressing tinggi yang menjadi ciri khasnya ke skuat Persija? Laga uji coba dan Piala Presiden menunjukkan hasil yang menggembirakan, tapi lawan tanding di Super League adalah level berbeda. Borneo FC bukan sembarang tim; mereka memiliki transisi serangan balik yang mematikan dan pengalaman di laga kandang. Saya menilai STY akan mengandalkan duet gelandang kreatif dan kecepatan sayap untuk membongkar pertahanan tuan rumah, tetapi risiko kebobolan dari serangan balik cepat wajib diwaspadai.
Yang lebih menarik adalah mentalitas pemain. Ridho dan kolega tampaknya sangat percaya diri, dan itu adalah modal besar. Namun, kepercayaan diri harus dibarengi dengan disiplin taktik. Di sisi lain, Borneo FC justru berada di bawah tekanan karena dijagokan juara. STY mungkin saja memanfaatkan situasi itu dengan bermain sabar dan menunggu kesalahan lawan. Saya memprediksi pertandingan ini akan berjalan sengit, dengan intensitas tinggi di 20 menit awal. Jika Persija mampu mengendalikan emosi dan tidak terpancing atmosfer Segiri, peluang curi poin sangat terbuka. Tapi jika lini belakang lengah, gawang Andritany bisa kebobolan lebih dulu. Ini adalah ujian sesungguhnya bagi STY untuk membuktikan bahwa pengalaman timnas benar-benar bisa diterjemahkan menjadi kesuksesan di level klub.
Secara keseluruhan, pernyataan STY yang tenang adalah sinyal bahwa ia sudah membaca skenario laga dengan baik. Ia bukan tipe pelatih yang mengumbar target muluk, tapi saya yakin ia membidik kemenangan. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah para pemain mampu menjalankan instruksi dengan konsisten selama 90 menit. Jika iya, Persija bisa menjadi kuda hitam musim ini. Jika tidak, Borneo FC akan memanfaatkan setiap celah. Saya tunggu aksi nyata di lapangan, karena sepak bola adalah bukti, bukan omongan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q: Kapan debut resmi Shin Tae Yong bersama Persija di Super League?
A: Debut resmi Shin Tae Yong bersama Persija Jakarta di Super League 2026/2027 akan berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026, melawan Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda.
Q: Apa alasan Shin Tae Yong merasa tenang menjelang laga pertama di liga?
A: Shin Tae Yong mengaku tenang karena sudah enam tahun berada di Indonesia, baik sebagai pelatih Timnas maupun sekarang di klub. Ia merasa sudah sangat mengenal kompetisi dan pemain, sehingga tidak ada beban berlebih.
Q: Bagaimana peluang Persija menghadapi Borneo FC di kandang sendiri?
A: Pertandingan diprediksi berjalan sulit karena Borneo FC adalah tim kandidat juara dan bermain di hadapan pendukung sendiri. Namun, Persija dalam kondisi siap dan diyakini bisa memberikan perlawanan sengit jika mampu menerapkan taktik disiplin dan memanfaatkan peluang.


