Gempa M5,2 Guncang Cilacap, Warga Berhamburan, BMKG Imbau Waspada Gempa Susulan
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah selatan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Jumat (4/9/2026) pukul 08.04.54 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat gempa terletak di darat pada jarak 28 kilometer arah selatan Cilacap, dengan kedalaman sekitar 10 kilometer. Guncangan keras dirasakan oleh masyarakat di sepanjang pesisir selatan Jawa Tengah hingga Daerah Istimewa Yogyakarta, memicu kepanikan serta laporan kerusakan ringan pada sejumlah bangunan.
Hingga pukul 09.00 WIB, BMKG mencatat setidaknya tiga kali gempa susulan dengan magnitudo di bawah 3,0. Kepala Stasiun Geofisika BMKG Yogyakarta menyatakan bahwa gempa utama berjenis dangkal akibat aktivitas sesar aktif di zona Subduksi Jawa atau kemungkinan sesar lokal di selatan Cilacap. Meski tidak berpotensi tsunami karena magnitudo di bawah ambang batas dan mekanisme sumbernya mendatar (strike-slip), masyarakat pesisir tetap diimbau untuk menjauhi pantai sementara waktu sebagai antisipasi jika terjadi gempa susulan yang lebih besar. Tim reaksi cepat BPBD Cilacap telah diterjunkan untuk mendata kerusakan rumah, fasilitas umum, dan jalur evakuasi.
Analisis Pakar Geofisika
Wilayah selatan Jawa merupakan pertemuan lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia dengan kecepatan sekitar 6–7 cm per tahun. Gempa M5,2 ini terjadi di zona seismogenik aktif yang dikenal sebagai Segmen Jawa Timur–Tengah, tempat akumulasi tegangan kerap dilepaskan dalam bentuk gempa menengah. Berdasarkan mekanisme focal mechanism yang dipantau BMKG, gaya dominan berupa geser mendatar (strike-slip) dengan sedikit komponen naik, mengindikasikan bahwa sumber gempa bukan dari bidang subduksi utama melainkan dari sesar turunan atau sesar geser lokal di dalam slab yang terdeformasi. Sejarah kegempaan mencatat bahwa pada tahun 1981 dan 2006, wilayah selatan Cilacap mengalami gempa serupa dengan magnitudo 5,5–5,8 yang menyebabkan kerusakan ringan hingga sedang, tanpa tsunami. Namun, potensi gempa susulan cukup signifikan mengingat tingkat aktivitas aftershock yang umumnya berlangsung 2–3 hari pascagempa utama dengan magnitudo maksimum sekitar 1,2 lebih rendah dari gempa utama. BMKG mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpapar informasi hoaks, serta selalu merujuk pada peringatan dini resmi. Dari sisi struktur geologi, sesar lokal yang teridentifikasi di sekitar koordinat gempa ini belum terpetakan secara detail, sehingga penelitian lanjutan diperlukan untuk memitigasi risiko jangka panjang di kawasan padat penduduk seperti Cilacap dan Kebumen.