Fabregas Terpilih Jadi Pelatih Terbaik Serie A, Como Siap Jadi Momok di Liga Champions!
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Ringkasan Singkat
- Cesc Fabregas dinobatkan sebagai pelatih terbaik Serie A dalam Gran Gala del Calcio 2026.
- Como tampil mengejutkan musim lalu dengan finis ke-4 dan lolos ke Liga Champions.
- Di musim ini, Como akan menghadapi raksasa Eropa seperti Manchester United, PSG, dan Barcelona — dan semua mata tertuju pada Fabregas.
Gelar pelatih terbaik Serie A akhirnya jatuh ke tangan Cesc Fabregas. Dalam ajang Gran Gala del Calcio yang digelar Rabu (2/9) waktu setempat, mantan kapten Spanyol itu resmi menyabet penghargaan bergengsi tersebut. Dan kabar baiknya, pencapaian ini makin membakar semangat Como untuk melangkah lebih jauh musim ini.
Musim lalu, Como menjelma menjadi kejutan terbesar di Serie A. Bukan sekadar bertahan, mereka malah meramaikan papan atas dan finis di peringkat keempat—cukup untuk mengamankan tiket Liga Champions. Sebuah prestasi monumental bagi klub yang dimiliki oleh Keluarga Hartono. Keberhasilan ini yang menjadi alasan utama Fabregas keluar sebagai pelatih terbaik, mengalahkan nama-nama besar lainnya.
Perjalanan Fabregas bersama Como benar-benar istimewa. Setelah gantung sepatu di klub yang sama pada 2023, ia langsung memulai karier kepelatihannya. Musim 2024/2025 menjadi debutnya di Serie A, dan ia sukses membawa Como finis di posisi ke-10—jauh dari zona merah yang biasanya menghantui tim promosi. Namun musim lalu, lonjakan drastis terjadi: Como menembus empat besar. Konsistensi dan taktik brilian Fabregas menjadi kunci utama.
Kini, ekspektasi melambung tinggi. Como akan berhadapan dengan tim-tim elite Eropa di fase liga Liga Champions. Dari jadwal yang dirilis, nama-nama seperti Manchester United, Paris Saint-Germain, Feyenoord, dan Barcelona sudah menanti. Jika Fabregas mampu membawa Como melaju jauh, namanya akan semakin bersinar di kancah internasional.
Analisis Pakar
Oleh Dimas Pratama, Pengamat Olahraga Senior
Penghargaan ini bukan sekadar pengakuan atas statistik, melainkan bukti nyata revolusi taktik yang dibawa Fabregas. Saya sudah mengamati pergerakan Como sejak musim debut mereka di Serie A, dan yang paling mencolok adalah fleksibilitas sistem permainan. Fabregas tidak terpaku pada satu formasi; ia sering beralih dari 4-3-3 menjadi 3-5-2 saat bertahan, dan bahkan 4-2-3-1 saat menyerang. Kemampuan membaca pertandingan ini lah yang membedakannya dari pelatih-pelatih lain yang cenderung kaku.
Namun, yang lebih penting adalah dampak psikologis. Como dulu dianggap tim medioker, tapi kini mereka tampil dengan mentalitas pemenang. Fabregas berhasil menanamkan kepercayaan diri bahwa mereka bisa bersaing dengan siapa pun. Buktinya, mereka mampu merebut poin dari tim-tim papan atas Serie A musim lalu. Ini bukan kebetulan—ini adalah hasil kerja keras di lapangan latihan dan analisis video yang mendetail. Saya yakin, pendekatan modern yang menggabungkan data dan intuisi pemain menjadi resep utama Fabregas.
Lantas, bagaimana peluang Como di Liga Champions? Jujur, grup mereka tergolong berat. Manchester United dan PSG adalah tim dengan pengalaman Eropa yang melimpah, sementara Barcelona punya tradisi tiki-taka yang bisa menyulitkan. Tapi saya melihat keunggulan taktis Fabregas justru terasah di laga-laga besar. Ia tidak pernah gentar, malah sering kali timnya tampil lebih agresif melawan raksasa. Jika pemain kunci seperti Cutrone dan Baselli fit, saya prediksi Como bisa meraih setidaknya 2 kemenangan kandang yang akan membuka peluang lolos ke fase gugur.
Ke depan, nama Fabregas akan sering disebut-sebut sebagai calon pelatih top Eropa. Namun, saya berharap ia tetap setia membangun proyek jangka panjang di Como. Dengan dukungan penuh dari Keluarga Hartono yang ambisius, saya melihat Como bisa menjadi kekuatan baru di Italia dan Eropa. Musim ini adalah ujian sesungguhnya bagi Fabregas—dan saya sangat antusias menyaksikan setiap langkahnya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Siapa pelatih terbaik Serie A tahun ini?
A: Cesc Fabregas dari Como terpilih sebagai pelatih terbaik Serie A dalam Gran Gala del Calcio 2026. - Q: Bagaimana Como bisa lolos ke Liga Champions?
A: Como finis di peringkat ke-4 Serie A musim lalu, yang cukup untuk meraih tiket ke Liga Champions, sebuah pencapaian luar biasa bagi tim promosi. - Q: Siapa saja lawan Como di fase liga Liga Champions?
A: Como akan menghadapi Manchester United, Paris Saint-Germain, Feyenoord, dan Barcelona dalam fase liga musim ini.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Judoka Muda Sashenka Persembahkan Medali Perunggu Historis bagi Indonesia di YOG Dakar

Sassuolo Terjun Bebas: Jay Idzes dkk Terancam Masuk Zona Degradasi usai Raih 1 Poin dari 6 Laga

Klasik PSMS vs Persija Pembuka: Duel Bersejarah Kembali di League Cup 2026/2027
