Trump Lega Harry-Meghan Kembali ke Inggris: 'Bukan Fans', tapi Puji Raja Charles
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Ringkasan Singkat
- Donald Trump menyatakan dirinya 'senang' Pangeran Harry dan Meghan Markle meninggalkan AS dan kembali ke Inggris.
- Trump mengaku bukan penggemar pasangan itu dan menuduh Meghan tidak menghormati Keluarga Kerajaan Inggris.
- Trump memuji hubungan pribadinya dengan Raja Charles dan mendiang Ratu Elizabeth, serta mengkritik keputusan Harry-Meghan mundur dari tugas kerajaan.
Presiden Donald Trump menyatakan dirinya 'senang' atas kepulangan Pangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle, ke Inggris setelah enam tahun menetap di California, Amerika Serikat. Dalam pernyataannya di Ruang Oval, Trump dengan blak-blakan mengaku bahwa dirinya 'bukan penggemar' pasangan Duke dan Duchess of Sussex tersebut.
Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai kepulangan pasangan itu, Trump mengatakan, 'Saya senang dengan hal itu. Saya memang bukan penggemar mereka,' sebagaimana dikutip dari Anadolu Agency pada Kamis (3/9). Ia bahkan menuduh Meghan tidak menghormati keluarga Kerajaan Inggris, dengan menyebut bahwa aktris Amerika dan suaminya 'memperlakukan Keluarga Kerajaan dengan sangat tidak hormat.' Trump menambahkan, 'Dia (Meghan) sangat tidak menghormati Ratu maupun Raja Charles. Kalau saya adalah bagian dari Keluarga Kerajaan, saya tidak akan menerimanya kembali,' merujuk pada keputusan Harry untuk mundur dari peran kerajaan pada awal 2020.
Di sisi lain, Trump memuji hubungannya dengan monarki Inggris. Ia mengklaim hubungan yang 'sangat baik' dengan mendiang Ratu Elizabeth dan menyebut Raja Charles sebagai 'pria yang hebat, sangat hebat,' serta mengaku telah mengenalnya sejak lama. Pernyataan ini muncul di tengah sorotan publik atas kepulangan Harry dan Meghan yang dianggap sebagai perkembangan signifikan, mengingat mereka memulai hidup baru di AS setelah meninggalkan tugas kerajaan.
Analisis Pakar
Pernyataan Trump ini bukan sekadar komentar spontan, melainkan cerminan dinamika politik transatlantik yang kompleks. Di satu sisi, ia memanfaatkan isu kerajaan Inggris untuk memperkuat citra dirinya sebagai tokoh yang 'berprinsip' dan dekat dengan elit monarki, sekaligus menyerang pasangan Sussex yang kerap dikaitkan dengan pandangan progresif dan kritis terhadap tradisi. Sikap Trump yang memilih memuji Raja Charles dan Ratu Elizabeth, namun menghujat Harry-Meghan, menunjukkan upaya untuk membangun narasi bahwa ia berada di pihak 'institusi' yang mapan, sebuah strategi yang kerap ia gunakan dalam politik domestik AS untuk menarik basis pemilih konservatif.
Lebih dalam, reaksi Trump mencerminkan ketegangan antara nilai-nilai monarki konvensional dan gaya hidup modern yang dipilih Harry-Meghan. Pasangan Sussex sering menjadi simbol perdebatan tentang ras, media, dan kesehatan mental, dengan Meghan menjadi sasaran kritik rasis dari sebagian kalangan. Trump, yang dikenal dengan retorika kontroversialnya, tampaknya memanfaatkan sentimen anti-Meghan yang masih hidup di segmen masyarakat Inggris dan Amerika. Namun, pernyataannya bahwa ia 'bukan fans' dan tidak akan menerima Harry kembali, justru mengabaikan fakta bahwa kepulangan mereka adalah hak pribadiādan bahwa monarki Inggris sendiri telah menunjukkan sikap lebih terbuka, setidaknya secara publik, terhadap langkah pasangan tersebut.
Dari sudut pandang hubungan internasional, komentar Trump juga dapat dibaca sebagai alat diplomasi informal. Dengan memuji Raja Charles, ia mencoba memperkuat ikatan personal dengan pemimpin Inggris di tengah hubungan AS-Inggris yang pasca-Brexit dan di bawah pemerintahan baru. Namun, nadanya yang menghakimi terhadap Harry-Meghan berisiko memicu reaksi negatif dari publik yang simpatik pada pasangan itu, terutama di kalangan muda dan kelompok progresif. Di era media sosial, setiap ucapan tokoh sekelas Trump dapat memicu gelombang opini global, sehingga pernyataannya ini bukan hanya gosip istana, melainkan juga bahan analisis tentang bagaimana pemimpin dunia menggunakan isu selebriti untuk membangun narasi kekuasaan dan pengaruh.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Mengapa Trump mengatakan dia senang Harry dan Meghan kembali ke Inggris?
A: Trump menyatakan rasa senangnya karena ia bukan penggemar pasangan itu dan menilai mereka tidak menghormati keluarga kerajaan Inggris. Ia juga memanfaatkan momen ini untuk memperkuat citra dekatnya dengan monarki Inggris. - Q: Apa dampak kepulangan Harry dan Meghan terhadap hubungan AS-Inggris?
A: Secara resmi, kepulangan mereka tidak berdampak langsung pada hubungan bilateral. Namun, komentar Trump dapat memicu perdebatan publik, meskipun pemerintah Inggris dan AS cenderung menjaga hubungan diplomatik yang stabil terlepas dari opini pribadi para pemimpin. - Q: Apakah Trump pernah bertemu atau memiliki hubungan dekat dengan Raja Charles?
A: Trump mengklaim telah mengenal Raja Charles sejak lama dan memujinya sebagai 'pria hebat.' Mereka pernah bertemu dalam berbagai kesempatan kenegaraan, namun hubungan personal mereka tidak terdokumentasi secara mendalam sebagai persahabatan dekat.


