Target Emas Asian Games 2026: Angkat Besi RI 95% Siap, Korea Jadi Ancaman!
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

- Ringkasan Singkat Tim angkat besi Indonesia optimistis raih 1 medali emas di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.
- Persiapan atlet sudah 95%, tinggal finalisasi jelang keberangkatan ke Jepang.
- Korea diperkirakan jadi saingan utama, sementara kekuatan China masih misterius.
Ringkasan Singkat
- Tim angkat besi Indonesia optimistis raih 1 medali emas di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.
- Persiapan atlet sudah 95%, tinggal finalisasi jelang keberangkatan ke Jepang.
- Korea diperkirakan jadi saingan utama, sementara kekuatan China masih misterius.
Jakarta, CNN Indonesia — Semangat juang tim angkat besi Indonesia membara! Target satu medali emas yang dibebankan pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, bukanlah mimpi. Pelatih kepala, Samsuri, menyatakan persiapan para lifter nasional kini mencapai 95 persen, dan mereka siap mengguncang panggung tertinggi Asia.
Dalam wawancara eksklusif di Pelatnas PABSI, Senen, Rabu (2/9), Samsuri menjelaskan bahwa tim kini memasuki tahap akhir pemantapan. “Sesuai periodisasi, puncak performa sudah kami raih di ASEAN Games, dan kini tinggal finalisasi. Kami yakin 95% kondisi atlet sudah sangat matang,” ujarnya dengan percaya diri. Fokus latihan beralih ke menjaga kebugaran dan mental agar saat bertanding, semua lifter berada dalam performa terbaik.
Indonesia memang punya sejarah manis di Asian Games edisi sebelumnya, berhasil menyumbangkan satu medali emas dari angkat besi. Samsuri menegaskan, “Harapan besar kami adalah mengulang prestasi itu. Kami tidak datang hanya untuk berpartisipasi, tapi untuk juara.” Namun, ia tidak menutup mata pada persaingan ketat. Korea Selatan diprediksi menjadi lawan terberat, sementara kekuatan China masih menjadi tanda tanya besar, yang justru bisa menjadi kejutan tersendiri.
Pemerintah sendiri menargetkan total empat medali emas untuk kontingen Merah Putih, dan angkat besi menjadi salah satu andalan. Dengan persiapan yang hampir sempurna, para lifter bertekad memenuhi ekspektasi bangsa. Dukungan penuh dari masyarakat dan federasi menjadi energi tambahan bagi tim Indonesia untuk berjaya di negeri sakura.
Analisis Pakar
Sebagai pengamat olahraga yang telah mengikuti dinamika angkat besi nasional selama dua dekade, saya melihat optimisme ini tidak berlebihan. Capaian 95 persen persiapan menunjukkan bahwa program pelatihan Samsuri dan staf berjalan sesuai rencana. Namun, perlu diingat bahwa angka 95 persen adalah fase kritis—bukan berarti aman. Justru di sisa 5 persen inilah sering terjadi cedera atau penurunan mental akibat kelelahan. Saya mengapresiasi keputusan pelatih untuk mengurangi beban latihan dan fokus pada pemulihan, karena angkat besi adalah olahraga yang sangat mengandalkan puncak kondisi fisik dan saraf.
Korea Selatan memang musuh bebuyutan yang patut diwaspadai. Lifter-lifter mereka terkenal dengan teknik sempurna dan konsistensi di nomor-nomor tertentu. Tapi, saya melihat kelemahan Korea di sektor angkatan berat, di mana Indonesia memiliki stok atlet muda berbakat. Jika strategi penurunan kelas (weight cutting) dan pemilihan nomor tepat, peluang emas kita terbuka lebar. Sementara China, meski sering menjadi raksasa, kali ini mereka dikabarkan membawa banyak atlet baru yang belum teruji di level senior. Ini bisa menjadi celah bagi kita, asalkan para lifter tidak terlalu terpaku pada nama besar lawan.
Yang paling mengkhawatirkan justru faktor eksternal: kondisi cuaca di Aichi yang berbeda drastis dengan Jakarta, serta jadwal pertandingan yang padat. Saya berharap tim pendukung telah menyiapkan simulasi adaptasi lingkungan dan manajemen waktu istirahat. Satu medali emas mungkin terdengar moderat, tapi di cabang angkat besi, satu emas bisa menjadi penentu moral kontingen. Saya yakin, dengan pengalaman dan mental juara, Rizki Juniansyah atau Nurul Akmal misalnya, bisa menjadi andalan. Namun, jangan sampai beban target justru mematikan kreativitas atlet. Biarkan mereka tampil lepas, tanpa tekanan berlebih. Secara keseluruhan, target ini realistis, tapi butuh eksekusi sempurna di hari-H.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Kapan Asian Games 2026 diadakan?
A: Asian Games 2026 akan berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, pada tahun 2026. Tanggal pastinya masih menunggu konfirmasi resmi dari penyelenggara. - Q: Siapa saja atlet angkat besi andalan Indonesia untuk Asian Games 2026?
A: Beberapa nama yang diproyeksikan antara lain Rizki Juniansyah, Nurul Akmal, dan Eko Yuli Irawan (jika masih bertahan), namun pelatih masih melakukan finalisasi tim jelang keberangkatan. - Q: Mengapa target medali emas angkat besi hanya 1, padahal sebelumnya bisa lebih?
A: Target disesuaikan dengan kekuatan lawan dan klasifikasi nomor yang dipertandingkan. Pada edisi sebelumnya juga hanya 1 emas, sehingga pemerintah dan PBSI menilai target tersebut sebagai pencapaian minimal yang realistis.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

PSG kukuh di puncak Liga Champions, Barcelona kejar ketertinggalan setelah matchday keempat

Australia Rayu Mathew Baker, Piala Asia 2027 Diundur, Megawati Hangestri Debut di Liga Korea

Lepas dari BAM, Cheah Yee See Menikah dengan Teo Kok Siang di Bali
