Sarwendah Bongkar Fakta: 8 Bulan Tanpa Nafkah dari Ruben Onsu, Kuasa Hukum Buka Suara Soal Uang Anak dan Kasus Penggelapan

Selebriti
Nadia PutriNadia Putri
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Sarwendah Bongkar Fakta: 8 Bulan Tanpa Nafkah dari Ruben Onsu, Kuasa Hukum Buka Suara Soal Uang Anak dan Kasus Penggelapan
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Nafkah anak macet – Sarwendah klaim belum terima uang dari Ruben Onsu selama 8 bulan terakhir, sejak Desember 2025.
  • Alasan Ruben – Ruben menghentikan pembayaran karena belum bisa bertemu anak, sementara kuasa hukumnya minta rincian biaya.
  • Gugatan dan isu miring – Sidang hak asuh berlanjut, dan Sarwendah bantah hoaks video mesum dengan Jordi Onsu serta tidak senang Ruben jadi tersangka.

Jakarta – Kisruh rumah tangga Sarwendah dan Ruben Onsu kian panas. Kali ini, Sarwendah angkat bicara melalui kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, soal penghentian nafkah anak yang sudah berlangsung delapan bulan. Ia mengaku selama itu ia menanggung semua biaya pemeliharaan dan pendidikan kedua anak seorang diri.

"Sudah 8 bulan klien kami membiayai anaknya semua sendiri. Biaya pemeliharaan dan pendidikan semua dibayar oleh klien kami," ujar Chris di PN Jakarta Selatan, Rabu (2/9). Ia menambahkan, Ruben sebelumnya sempat mengatakan akan membayar jika bisa bertemu anak, namun hingga kini pertemuan itu belum terwujud.

Di sisi lain, kuasa hukum Ruben, Tiffany Setiawaty, menyebut pembayaran belum dilakukan karena Sarwendah tak kunjung memberikan rincian biaya yang diminta. "Klien kami selalu meminta rincian, misalnya kartu kredit atau apa, itu dipakai untuk apa?" jelas Tiffany. Namun ia menegaskan, Ruben tetap bertanggung jawab atas biaya pemeliharaan dan pendidikan anak selama ada pertanggungjawaban yang jelas.

Sementara gugatan hak asuh anak yang dilayangkan Ruben masih bergulir. Jawaban dari pihak Sarwendah dijadwalkan pada 9 September 2026. Kuasa hukum Sarwendah belum bisa memastikan apakah kasus dugaan penipuan investasi yang membuat Ruben berstatus tersangka akan dibawa ke meja hijau. Namun Chris menegaskan, kliennya prihatin dan tidak senang melihat Ruben berstatus tersangka, karena dampaknya akan berpengaruh pada anak jika berkepanjangan.

Chris juga membantah isu miring yang menghubungkan Sarwendah dengan mantan adik iparnya, Jordi Onsu, termasuk video asusila yang beredar. "Itu hoaks, fitnah, tidak benar. Jangan lagi diframing, kasihan," tegasnya. Ia juga menyoroti framing yang mengaitkan kliennya dengan masalah keuangan Ruben yang disebut kehilangan uang Rp100 miliar dibawa kabur karyawan. Menurut Chris, urusan itu sudah jelas dan tidak ada hubungannya dengan Sarwendah.

Analisis Pakar

Sebagai pengamat budaya pop yang sudah malang melintang di dunia hiburan tanah air, saya melihat kasus ini bukan sekadar soal uang atau hak asuh, melainkan pertarungan citra publik yang sangat sengit. Ruben dan Sarwendah sama-sama membangun karir dari keterbukaan dan kemesraan keluarga, namun kini keduanya saling lempar pernyataan yang justru mengaburkan kepentingan terbaik anak. Fakta bahwa nafkah dihentikan dengan alasan belum bisa bertemu anak menunjukkan ada masalah komunikasi yang akut, yang seharusnya bisa diselesaikan melalui mediasi, bukan di pengadilan.

Yang menarik, permintaan rincian biaya dari pihak Ruben terdengar logis, namun jika dikaitkan dengan penghentian total selama delapan bulan, publik bertanya: apakah ini bentuk ketidakpercayaan atau taktik hukum? Sarwendah pun seakan ingin menunjukkan bahwa ia adalah ibu mandiri yang sanggup membiayai anak tanpa bantuan, namun di sisi lain ia juga mengungkit tunggakan nafkah—sebuah kontradiksi yang menimbulkan spekulasi. Saya menilai, kedua pihak sama-sama bermain di ranah hukum untuk membangun narasi yang menguntungkan masing-masing, padahal anak-anak justru menjadi korban utama dari pertarungan ego ini.

Isu hoaks video dengan Jordi Onsu dan tuduhan senang atas status tersangka Ruben juga menunjukkan betapa cepat gosip bisa menyulut api. Sarwendah berusaha membersihkan namanya, tapi publik sudah terlanjur terpapar berbagai versi cerita. Saya mengapresiasi langkahnya untuk meluruskan, namun di era media sosial, klarifikasi sering kali tidak secepat penyebaran fitnah. Kasus ini mengingatkan kita bahwa kehidupan selebriti adalah panggung yang selalu diawasi, dan setiap langkah mereka—baik di ruang sidang maupun di kolom komentar—akan dianalisis habis-habisan.

Ke depan, saya berharap ada titik terang yang mengutamakan psikologis anak, bukan hanya kemenangan legal. Jika Ruben dan Sarwendah masih menyimpan rasa sayang pada buah hati, seharusnya mereka bisa duduk bersama mencari solusi tanpa harus saling mengumbar di depan kamera. Tapi tampaknya, drama ini masih panjang. Kita tunggu saja bagaimana jawaban Sarwendah pada 9 September nanti—apakah akan membongkar lebih banyak fakta atau justru meredam konflik.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apakah benar Sarwendah belum menerima uang nafkah anak dari Ruben Onsu selama 8 bulan?
    A: Ya, menurut kuasa hukum Sarwendah, Ruben menghentikan pembayaran sejak Desember 2025, sehingga Sarwendah membiayai semua kebutuhan anak sendiri.
  • Q: Apa alasan Ruben Onsu berhenti memberi nafkah?
    A: Ruben merasa haknya tidak dipenuhi karena belum bisa bertemu anak, sementara kuasa hukumnya juga meminta rincian biaya yang jelas dari Sarwendah.
  • Q: Benarkah ada video asusila yang melibatkan Sarwendah dan Jordi Onsu?
    A: Pihak Sarwendah membantah tegas dan menyebut video serta kabar tersebut adalah hoaks dan fitnah belaka.
Meow! Tanya Nesi!
😸