Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Prabowo di Hadapan Putin: Gotong Royong dan Peran Global South di Tengah Fragmentasi Dunia

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Prabowo di Hadapan Putin: Gotong Royong dan Peran Global South di Tengah Fragmentasi Dunia
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato di Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, di hadapan Presiden Vladimir Putin.
  • Ia mengangkat konsep gotong royong yang sejalan dengan pepatah Rusia 'Odin v pole ne voin' (sendiri takkan menang), serta menekankan pentingnya kerja sama global untuk perdamaian dan kesejahteraan.
  • Prabowo menegaskan posisi Indonesia yang non-blok, terbuka terhadap semua kekuatan besar, dan mendukung perdamaian adil di tengah fragmentasi geopolitik, dengan menyoroti peran Global South sebagai wadah keadilan.

Vladivostok, Rusia โ€“ Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pidato sebagai tamu kehormatan utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11, Kamis (3/9). Di hadapan Presiden Rusia Vladimir Putin, Prabowo mengangkat nilai budaya gotong royong sebagai cerminan semangat kebersamaan yang juga ditemukan dalam pepatah Rusia, "Odin v pole ne voin" โ€“ tidak ada kemenangan jika berjuang sendirian.

"Beban seberat apa pun akan terasa ringan jika dipikul bersama," ujar Prabowo, menekankan bahwa prinsip tersebut menjadi fondasi hubungan bilateral dan kemitraan global. Ia juga menyampaikan bahwa perdamaian tidak dapat dipisahkan dari pembangunan dan kesejahteraan, dengan menggarisbawahi pentingnya ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, perdagangan terbuka, dan pembangunan kawasan.

Dalam forum yang dihadiri oleh para pemimpin dan pelaku bisnis dari kawasan Asia-Pasifik itu, Prabowo menyoroti peran strategis negara-negara Global South. Ia menegaskan bahwa Global South bukanlah blok baru, melainkan wadah perjuangan demi keadilan โ€“ baik dalam pembagian kesejahteraan maupun suara setara dalam perumusan aturan global. Ia juga menegaskan komitmen Indonesia pada politik luar negeri bebas aktif, tidak terikat aliansi militer, tetapi terbuka membangun kemitraan ekonomi dengan semua negara.

"Kami ingin memiliki hubungan terbaik dengan semua negara, dengan semua kekuatan besar. Kami nonblok, kami menghormati semua kekuatan," tegas Prabowo. Ia juga menambahkan bahwa Indonesia siap mendukung upaya tulus demi perdamaian adil dan abadi di wilayah mana pun yang masih konflik, seraya menyebut bahwa setiap jembatan di bidang pangan, energi, sains, logistik, dan perdagangan merupakan jawaban nyata di tengah fragmentasi dunia.

Analisis Pakar

Pidato Prabowo di EEF 2025 mencerminkan strategi diplomasi Indonesia yang berusaha menjaga keseimbangan di tengah persaingan kekuatan besar. Dengan mengangkat gotong royong dan pepatah Rusia, ia tidak hanya membangun kedekatan budaya dengan tuan rumah, tetapi juga menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang menjembatani kepentingan Barat dan non-Barat. Ini adalah langkah cerdas di saat perang Ukraina masih berlangsung dan Rusia menghadapi sanksi, di mana Indonesia terus menunjukkan sikap netral namun konstruktif.

Namun, di balik retorika kebersamaan, terdapat tantangan nyata. Konsep Global South yang diusung Prabowo โ€“ sebagai wadah keadilan โ€“ perlu dibaca dalam konteks persaingan narasi antara Tiongkok, Amerika Serikat, dan Rusia. Indonesia tidak ingin terjebak dalam aliansi militer, tetapi ketergantungan ekonomi pada berbagai pihak justru bisa menjadi bumerang jika terjadi eskalasi. Apakah Indonesia mampu mempertahankan otonomi kebijakan luar negerinya tanpa harus memilih salah satu kubu? Pertanyaan ini masih terbuka.

Lebih lanjut, pernyataan Prabowo bahwa perdamaian tidak terpisah dari kesejahteraan mengindikasikan pendekatan pragmatis yang menekankan kerja sama ekonomi sebagai alat stabilitas. Namun, dalam praktiknya, realisasi ketahanan pangan dan energi seringkali berbenturan dengan kepentingan nasional negara-negara maju. Indonesia perlu memastikan bahwa kemitraan yang dibangun โ€“ termasuk dengan Rusia โ€“ tidak hanya bersifat simbolis, tetapi membawa manfaat konkret bagi rakyat, seperti akses teknologi dan pasar.

Secara keseluruhan, pidato ini memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang aktif dan mandiri, tetapi juga mengingatkan bahwa di era fragmentasi, setiap langkah harus dihitung. Keberhasilan diplomasi Prabowo akan diukur dari sejauh mana ia mampu menerjemahkan semboyan gotong royong ke dalam kebijakan nyata yang menguntungkan perdamaian global, tanpa mengorbankan kedaulatan nasional. Forum seperti EEF adalah panggung yang tepat, tetapi eksekusi di luar panggunglah yang sesungguhnya menentukan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa isi pidato Prabowo di Eastern Economic Forum 2025?
    A: Prabowo menyampaikan pentingnya gotong royong, kesamaan dengan pepatah Rusia, peran Global South, dan komitmen Indonesia pada politik luar negeri bebas aktif serta keterbukaan terhadap semua kekuatan besar.
  • Q: Mengapa Prabowo menyebut 'Global South' dalam pidatonya?
    A: Ia ingin menekankan bahwa negara-negara berkembang bukanlah blok baru, melainkan wadah perjuangan keadilan, baik dalam pembagian kesejahteraan maupun suara setara dalam aturan global, di tengah fragmentasi geopolitik.
  • Q: Bagaimana posisi Indonesia terkait aliansi militer menurut Prabowo?
    A: Indonesia tidak tergabung dalam aliansi militer apa pun (non-blok), tetapi terbuka dan aktif membangun kemitraan ekonomi dengan semua negara, termasuk kekuatan besar, sesuai prinsip bebas aktif.
Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ