Elkan Baggott Starter, Milwall Malah Dihajar Wrexham 0-3: Catatan Buruk di The Den
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Ringkasan Singkat
- Elkan Baggott tampil sebagai starter untuk ketiga kalinya musim ini, namun Milwall justru kalah telak 0-3 dari Wrexham di kandang sendiri.
- Gol bunuh diri Zak Sturge pada menit 28 membuka keran kekalahan, disusul gol Kieffer Moore dan Jacquez Ekomie di babak kedua.
- Baggott hanya bertahan 64 menit sebelum ditarik keluar, dan Milwall kini menempati peringkat 11 dengan 6 poin dari 4 laga.
Gelora The Den yang biasanya menjadi benteng Milwall justru berubah jadi saksi pesta gol Wrexham pada matchday keempat Championship, Kamis (3/9) dini hari WIB. Pelatih Alex Neil kembali memberikan kepercayaan kepada Elkan Baggott sebagai starter di lini belakang tiga bek sejajar, namun keputusan taktis itu belum cukup membendung gempuran tim tamu.
Kekalahan dimulai dari musibah sendiri saat Zak Sturge gagal mengantisipasi tembakan pemain Wrexham dalam skema serangan balik cepat pada menit ke-28. Bola liar memantul dan masuk ke gawang Milwall—skor 0-1 menutup babak pertama. Memasuki babak kedua, Wrexham tak memberi ampun. Pada menit ke-52, Kieffer Moore menyambut assist matang Josh Windass untuk menggandakan keunggulan menjadi 0-2. Baggott yang berjuang keras di lini belakang akhirnya ditarik keluar pada menit 64, digantikan Derek Mazou-Sacko, namun pergantian itu tak mengubah nasib. Menit 69, Jacquez Ekomie menambah penderitaan dengan gol ketiga yang memastikan skor akhir 0-3.
Ini menjadi kekalahan beruntun kedua bagi Milwall setelah dibantai Southampton 1-5 di laga sebelumnya. Hasil ini mengukuhkan catatan buruk di kandang sendiri, dan tim asuhan Alex Neil kini tertahan di posisi 11 klasemen sementara dengan koleksi 6 poin—dua kemenangan dan dua kekalahan. Meski masih di papan tengah, tren negatif ini menjadi alarm bagi pertahanan Milwall yang kebobolan 8 gol dalam dua laga terakhir.
Analisis Pakar
Sebagai pengamat yang mengikuti pergerakan Elkan Baggott sejak debutnya di timnas Indonesia, saya melihat ada dua sisi dalam penampilan kali ini. Sisi positifnya, Baggott kembali dipercaya sebagai starter di kompetisi sekelas Championship—itu bukan hal kecil. Namun, sisi taktisnya justru menyisakan pertanyaan besar: di mana peran gelandang bertahan Milwall dalam melindungi lini belakang? Dua gol pertama tercipta dari serangan balik yang menusuk celah antara bek tengah dan wing-back, yang mengindikasikan koordinasi lini tengah dan belakang masih carut-marut. Baggott memang tampil disiplin dalam duel udara dan sapuan, namun ia tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan rekan-rekannya.
Keputusan Alex Neil menarik Baggott di menit 64 mungkin lebih karena kebutuhan taktis untuk menambah daya gedor, bukan karena performa buruk sang bek. Namun, penggantian itu justru membuat Milwall kehilangan postur tinggi di kotak penalti saat menghadapi bola-bola mati—dan gol ketiga Wrexham tercipta dari situasi serangan terbuka yang seharusnya bisa diantisipasi jika Baggott masih di lapangan. Saya menilai Neil terlalu cepat menarik pemain yang justru menjadi benteng pertahanan, sementara lini serang Milwall sendiri tumpul dan gagal menciptakan peluang berarti sepanjang pertandingan. Ini adalah kesalahan strategi yang terulang dari laga sebelumnya.
Lebih jauh, rekor dua kekalahan beruntun dengan total kemasukan 8 gol menunjukkan bahwa sistem tiga bek Milwall sangat rentan terhadap serangan balik cepat, apalagi saat menghadapi tim sekaliber Wrexham yang bermain sangat efektif. Baggott sebenarnya memiliki kecepatan dan antisipasi yang baik, namun ia sering ditinggal sendirian menghadapi dua atau tiga pemain lawan karena wing-back terlalu naik dan gagal kembali. Ini adalah masalah struktural yang harus segera dibenahi oleh Neil, karena jika dibiarkan, Milwall bisa terperosok ke zona degradasi. Saya menilai Baggott tetap layak dipertahankan sebagai starter, tetapi dengan instruksi yang lebih jelas dan dukungan rekan setim yang lebih agresif dalam membantu pertahanan.
Ke depan, Elkan Baggott harus belajar dari pengalaman pahit ini—terutama dalam membaca pergerakan pemain lawan di ruang kosong dan berkomunikasi lebih intens dengan kiper serta bek sayap. Potensinya besar, tapi Championship adalah liga yang kejam; satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal. Saya yakin Baggott akan bangkit, namun Milwall sebagai tim juga perlu berbenah jika tidak ingin musim ini berakhir dengan kekecewaan. Semangat juang Baggott patut diacungi jempol, tapi sepak bola adalah olahraga kolektif—dan saat ini kolektif Milwall masih jauh dari solid.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apakah Elkan Baggott akan tetap menjadi starter di Milwall setelah kekalahan 0-3?
A: Meski kalah, performa Baggott dianggap cukup solid. Pelatih Alex Neil kemungkinan masih mempertahankannya, tapi persaingan ketat bisa membuatnya bergantian dengan pemain lain tergantung strategi lawan. - Q: Bagaimana jadwal pertandingan Milwall selanjutnya di Championship?
A: Milwall akan bertandang ke markas Blackburn Rovers pada pekan kelima, lalu menjamu Swansea City di The Den. Kedua laga ini akan menjadi ujian berat untuk memperbaiki rekor buruk. - Q: Apa penyebab utama Milwall kebobolan banyak gol dalam dua laga terakhir?
A: Kelemahan utama adalah koordinasi lini belakang dan gagalnya gelandang bertahan dalam menutup ruang serangan balik. Sistem tiga bek juga membuat sayap mudah diekspos oleh pemain lawan yang cepat.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Persib Bandung Hadapi Melbourne Victory di ACL 2: Jadwal, Strategi, dan Dampaknya pada Grup E

2.300 Atlet Padati GOR Ciracas, Liga Taekwondo DKI Jakarta Seri 14 Gencar Bidik Regenerasi Atlet Internasional

Persib Tampil Konsisten, Persija Rawan Terlempar dari Puncak Klasemen
