Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Demian Aditya Bikin Horor Vertikal Khusus Ponsel! Ajak Ghost Ranger & Nessie Judge, Siap Bagi-bagi Cuan?

SelebritiNadia PutriNadia PutriSumber: KapanLagi
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Demian Aditya Bikin Horor Vertikal Khusus Ponsel! Ajak Ghost Ranger & Nessie Judge, Siap Bagi-bagi Cuan?
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Demian Aditya meluncurkan drama horor vertikal khusus untuk TikTok, Reels, dan Shorts.
  • Ia mengajak kreator horor seperti Ghost Ranger dan Nessie Judge bergabung dengan skema revenue sharing.
  • Langkah ini bagian dari visi besar DMS+ menjadi platform 'Horrortainment' dan menjangkau audiens yang lebih banyak menghabiskan waktu di ponsel.

Kapanlagi.com — Siapa bilang horor cuma seram di layar lebar? Demian Aditya kini siap bikin bulu kuduk merinding lewat genggaman tangan! Sang maestro misteri itu sedang menyiapkan format baru drama horor vertikal yang dirancang khusus buat pengguna ponsel. Nggak tanggung-tanggung, konten ini bakal tayang perdana di TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts—biar makin dekat dengan anak muda yang hobi scroll sambil merinding.

Tapi tunggu, Demian nggak mau jalan sendiri. Ia justru membuka pintu selebar-lebarnya buat para kreator horor Tanah Air untuk ikut meramaikan proyek ini. Dan kabar gembiranya, nama-nama beken seperti Ghost Ranger hingga Nessie Judge masuk dalam daftar calon mitra potensial. Mereka bahkan bakal mendapat treatment produksi yang setara dengan Diary Misteri Sara (DMS)—serial horor legendaris yang sudah terbukti jaya di YouTube.

"Makanya saya menarik juga kreator lain bisa dari mungkin dari kayak Ghost Ranger atau kreator-kreator kayak Nessie Judge atau siapapun yang tertarik untuk join. Kami akan ajak bareng dan kita juga treatmen itu sama seperti Diary Misteri Sara. Karena apa? Sudah proven. Bisnisnya udah proven tinggal diaplikasikan ke yang lain," ujar Demian Aditya dalam jumpa pers, Rabu (2/9/2026).

Nah, ini dia yang bikin penasaran: Demian nggak cuma ngasih tawaran kolaborasi, tapi juga skema bisnis revenue sharing yang menggiurkan. Para kreator yang bergabung berpotensi mendapat pendapatan tambahan di luar pemasukan Adsense YouTube, lho! Menurut Demian, pengembangan IP dari format vertikal hingga layar lebar bisa membuka aliran cuan baru.

"Kami akan jaga IP-nya, kami akan bikin vertikal. Mereka juga dari satu sisi dari sebuah konten yang mereka punya ternyata bisa menghasilkan dari revenue yang lain kan?," tambahnya.

Keputusan nekat terjun ke format vertikal ini ternyata berdasarkan riset pasar yang matang. Demian sadar betul bahwa masyarakat kini lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai dibandingkan ke bioskop. "Sekarang hampir semua orang hidupnya lebih banyak di handphone. Saya coba untuk mengambil sisi di mana coba deh kita bermain di vertikal di mana semua orang tuh lebih banyak kehidupannya tuh di vertikal atau di handphone. Jadi lebih mudah menjangkau orang," jelasnya.

Rencana ini rupanya menjadi bagian dari misi besar Demian selaku CEO DMS+ untuk mengubah platform tersebut menjadi ekosistem 'Horrortainment'. Ia tak mau berhenti di satu format saja—mulai dari reality show, podcast, dokumenter, hingga kini merambah ke film vertikal. "Kami pengin ada semua lini dalam arti kayak kami punya yang sekarang udah berjalan itu reality show dalam bentuk konten yang ada di YouTube dan juga ada di platform lain. Nah kami coba punya podcast juga, kami udah punya kayak dokumenter. Nah kenapa nggak kita coba langsung yang film," pungkas Demian.

Dengan gebrakan ini, siap-siap saja horor Indonesia makin dekat dengan keseharian kita—di layar ponsel, di sela-sela scroll, dan tentu saja, di tengah malam yang sunyi. Apakah Anda siap merinding sambil rebahan?

Analisis Pakar

Sebagai pengamat budaya pop yang sehari-hari menyelami tren hiburan, saya melihat langkah Demian Aditya ini bukan sekadar ikut-ikutan, melainkan sebuah terobosan strategis yang sangat relevan dengan perilaku konsumsi konten masa kini. Peralihan dari layar lebar ke layar vertikal adalah respons cerdas terhadap fakta bahwa generasi Z dan milenial menghabiskan rata-rata 4–6 jam per hari di ponsel—dan sebagian besar dari waktu itu dihabiskan untuk konten pendek, vertikal, dan menghibur. Demian tidak hanya memindahkan medium, tetapi juga mendesain ulang storytelling horor agar sesuai dengan ritme cepat dan interaktif media sosial, yang tentu membutuhkan pendekatan penulisan skenario, tata kamera, dan sound design yang berbeda total dari film horizontal.

Yang paling menarik adalah model kolaborasi dan revenue sharing yang ia tawarkan. Di tengah persaingan kreator konten yang ketat, menawarkan ekosistem yang adil dan terbuka adalah langkah berani yang bisa mengubah peta kekuatan horor digital di Indonesia. Dengan menggandeng nama besar seperti Ghost Ranger dan Nessie Judge—yang sudah punya basis penggemar fanatik—Demian tidak hanya memperluas jangkauan, tetapi juga menciptakan sinergi lintas audiens. Ini adalah cerminan dari industri kreatif yang sehat, di mana kolaborasi lebih diutamakan daripada persaingan, dan semua pihak bisa tumbuh bersama. Saya apresiasi ia tidak bersikap eksklusif, justru mengajak kreator lain untuk ikut meramaikan, sehingga format ini berpotensi menjadi wadah baru bagi talenta-talenta horor lainnya yang selama ini mungkin belum terekspos.

Namun, tantangan terbesar tetap ada: bagaimana menjaga kualitas dan konsistensi cerita di tengah tuntutan durasi pendek yang super cepat? Horor vertikal mungkin lebih mengandalkan jump scare dan ketegangan instan, tapi apakah bisa membangun plot yang mendalam dan karakter yang kuat seperti Diary Misteri Sara? Demian sendiri menyebut bahwa mereka akan memberikan treatment yang sama, artinya ada standar produksi tinggi yang harus dijaga. Saya juga penasaran bagaimana mereka mengemas cerita horor yang biasanya mengandalkan building tension perlahan menjadi potongan-potongan vertikal yang tetap seru. Ini adalah tantangan naratif yang tidak mudah, tapi jika berhasil, ini bisa menjadi format baru yang ditiru oleh genre lain.

Ke depannya, jika ekosistem 'Horrortainment' ini berjalan mulus, bukan tidak mungkin kita akan melihat film horor panjang yang diproduksi khusus untuk ponsel, bahkan dengan interaksi langsung dengan penonton—misalnya polling untuk menentukan akhir cerita. Demian sudah membuka jalan dengan merangkul banyak kreator dan menawarkan insentif bisnis. Yang perlu diawasi adalah keseimbangan antara komersialisasi dan esensi seni horor itu sendiri: apakah konten vertikal ini akan tetap terasa segar dan mengerikan, atau hanya menjadi pabrik produksi massal yang kehilangan jiwa? Saya pribadi optimis, karena Demian punya rekam jejak membuktikan bahwa ia serius dalam membangun IP, bukan sekadar mengejar tren. Kita tunggu gebrakan pertamanya, dan semoga horor Indonesia semakin beragam dan mendunia.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa itu drama horor vertikal yang dimaksud Demian Aditya?
    A: Drama horor vertikal adalah konten horor yang difilmkan dengan orientasi potret (9:16) khusus untuk ditonton di ponsel, biasanya berdurasi pendek dan dioptimalkan untuk platform seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts.
  • Q: Siapa saja kreator yang diajak Demian Aditya dalam proyek ini?
    A: Demian menyebutkan nama-nama seperti Ghost Ranger dan Nessie Judge sebagai calon mitra potensial, dan ia juga membuka kesempatan bagi kreator horor lain di Indonesia yang berminat untuk bergabung.
  • Q: Apakah kreator yang ikut akan mendapatkan keuntungan finansial?
    A: Ya, Demian menawarkan skema revenue sharing (bagi hasil) sehingga kreator bisa mendapat pemasukan tambahan di luar Adsense YouTube, termasuk dari pengembangan IP ke berbagai platform.
Meow! Tanya Nesi!
😸