Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Sekte Ibu Akhirnya Terbongkar! Pengabdi Setan 3: Origin Siap Jawab Misteri Terbesar di 2027, Syuting di 2 Benua!

SelebritiAyu LestariAyu LestariSumber: CNN Selebriti
Ayu Lestari
Ayu Lestari
Wartawan Selebriti

Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Sekte Ibu Akhirnya Terbongkar! Pengabdi Setan 3: Origin Siap Jawab Misteri Terbesar di 2027, Syuting di 2 Benua!
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Ringkasan Singkat Pengabdi Setan 3: Origin resmi masuk tahap produksi dan dijadwalkan mengguncang bioskop pada tahun 2027 mendatang.
  • Film ini akan bertindak sebagai prekuel yang membongkar asal-usul sekte penyembah iblis, sosok Darminah, Batara, hingga awal mula kutukan keluarga Ibu.
  • Menjadi proyek paling ambisius Joko Anwar, produksinya dilakukan di dua benua dan menggunakan tujuh bahasa lintas sejarah.

Ringkasan Singkat

  • Pengabdi Setan 3: Origin resmi masuk tahap produksi dan dijadwalkan mengguncang bioskop pada tahun 2027 mendatang.
  • Film ini akan bertindak sebagai prekuel yang membongkar asal-usul sekte penyembah iblis, sosok Darminah, Batara, hingga awal mula kutukan keluarga Ibu.
  • Menjadi proyek paling ambisius Joko Anwar, produksinya dilakukan di dua benua dan menggunakan tujuh bahasa lintas sejarah.

Gengs, siap-siap merinding disko lagi! Buat kalian yang masih sering kebayang-bayang bunyi lonceng Ibu atau masih penasaran setengah mati sama misteri sekte heran di rusun buntu, penantian kalian akhirnya mulai menemui titik terang. Sutradara genius kita, Joko Anwar, baru saja membagikan kabar super heboh: Pengabdi Setan 3: Origin resmi masuk masa produksi!

Lewat akun Instagram pribadinya, Joko langsung bikin netizen jantungan massal dengan pengumuman estetiknya. "Penantian lama tak pernah sia-sia. Semua jawaban bermula di sini. Pengabdi Setan 3: Origin, lahir di bioskop 2027," tulisnya. Yap, kalian nggak salah baca, gengs. Kita harus bersabar sedikit sampai tahun 2027, tapi melihat rekam jejaknya, it's going to be worth the wait!

Berbeda dari film kedua yang melanjutkan teror langsung dari film pertama, film ketiga ini bakal mengambil jalur prekuel yang bisa berdiri sendiri. Fokus utamanya? Menguliti habis asal-usul sekte penyembah iblis dan perjanjian mistis yang menjadi motor utama seluruh petaka di semesta Pengabdi Setan. Kita akhirnya bakal tahu siapa sebenarnya Darminah dan Batara, dua sosok misterius yang sukses bikin kita overthinking sejak tahun 2017 lalu.

Nggak tanggung-tanggung, Joko Anwar tampaknya ingin membawa standar film horor Indonesia ke level yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Cerita film ini bakal dibuka dengan peristiwa nyata yang super ngeri: wabah histeria massal (dancing plague) di Strasbourg, Prancis, pada abad ke-16 (tahun 1518). Dari Eropa, kita bakal diajak melompati waktu ke abad ke-17, tepatnya di sebuah mercusuar berhantu di pesisir selatan Jawa. Kebayang nggak tuh perpaduan atmosfer gotik Eropa abad pertengahan berpadu dengan mistisisme Pantai Selatan Jawa? Merinding!

Skala produksinya pun luar biasa masif. Film ini digadang-gadang sebagai karya paling ambisius sepanjang karier Joko Anwar karena proses syutingnya bakal melintasi dua benua. Nggak cuma itu, para aktornya nanti bakal berdialog dalam tujuh bahasa berbeda, mulai dari bahasa Indonesia, Alsasia, Portugis, Jawa, Belanda, Turki, hingga bahasa Latin kuno. Ambisius banget, kan?

Analisis Pakar

Sebagai pengamat budaya pop, saya melihat keputusan Joko Anwar untuk merilis Pengabdi Setan 3: Origin pada tahun 2027 adalah langkah strategis yang sangat berani sekaligus berisiko tinggi. Jeda lima tahun dari Communion (2022) ke Origin (2027) jelas merupakan waktu yang sangat lama di industri hiburan modern yang bergerak super cepat. Namun, di sinilah letak magisnya seorang Joko Anwar. Dia tidak sekadar menjual sekuel instan demi mendulang rupiah cepat, melainkan merawat 'hype' dengan memberikan ruang bagi teorisasi fans (fan theories) yang justru membuat IP (Intellectual Property) ini tetap hidup dan relevan di media sosial selama bertahun-tahun.

Langkah menyajikan cerita prekuel berlatar abad ke-16 dan ke-17 dengan skala internasional (dua benua, tujuh bahasa) adalah sebuah revolusi bagi lanskap perfilman horor tanah air. Selama ini, horor lokal sering kali terjebak dalam formula yang repetitif: jumpscare murah, latar rumah tua di desa terpencil, atau konflik agama yang dangkal. Dengan menarik garis sejarah hingga ke Strasbourg abad ke-16 dan menghubungkannya dengan mercusuar Jawa abad ke-17, Joko sedang mencoba melakukan dekonstruksi horor. Ia mengawinkan sejarah global dengan mitologi lokal, menciptakan sebuah 'cosmic horror' ala Indonesia yang memiliki cita rasa internasional.

Namun, tantangan terbesar ada pada penulisan naskah dan koherensi cerita. Menjawab misteri yang sudah dibangun selama satu dekade (sejak 2017) bukanlah perkara mudah. Ekspektasi penonton sudah terlanjur melambung ke langit ke tujuh. Jika penjelasan mengenai asal-usul sekte, Darminah, Batara, dan 'Ibu' ternyata antiklimaks atau menyisakan plot hole baru yang mengada-ada, maka reputasi trilogi ini taruhannya. Joko harus mampu menyeimbangkan antara ambisi visual yang megah dengan kedalaman narasi yang memuaskan dahaga para fans garis keras.

Secara keseluruhan, saya sangat optimis film ini akan kembali mencetak sejarah baru, menyusul kesuksesan film pertamanya yang meraup 4,2 juta penonton dan film keduanya yang menjadi film Indonesia pertama berformat IMAX. Pengabdi Setan 3: Origin bukan lagi sekadar film horor biasa; ini adalah proyek pembuktian bahwa sinema Indonesia mampu memproduksi karya epik berskala global tanpa kehilangan identitas lokalnya. Kita tunggu saja apakah mahakarya ini akan mampu melampaui ekspektasi liar kita di tahun 2027 nanti!

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Kapan film Pengabdi Setan 3: Origin akan dirilis di bioskop?
A: Film ini dijadwalkan tayang secara resmi di bioskop pada tahun 2027 mendatang.

Q: Apakah penonton baru harus menonton dua film sebelumnya untuk memahami Pengabdi Setan 3: Origin?
A: Meskipun berfungsi sebagai prekuel yang menceritakan asal-usul sekte sebelum kejadian di film pertama dan kedua, film ini dirancang agar dapat dinikmati sebagai cerita yang berdiri sendiri (standalone), sehingga penonton baru tetap bisa menikmatinya.

Q: Mengapa film ini disebut sebagai proyek paling ambisius Joko Anwar?
A: Karena skala produksinya yang sangat besar, melibatkan syuting di dua benua, mengangkat latar sejarah abad ke-16 dan ke-17, serta menggunakan tujuh bahasa berbeda termasuk bahasa Latin, Alsasia, dan Portugis.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ