Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Banjir Bandang Mengguncang Grand Canyon: 1 Tewas, 15 Hilang, Ribuan Evakuasi

DuniaBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Banjir Bandang Mengguncang Grand Canyon: 1 Tewas, 15 Hilang, Ribuan Evakuasi
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Hujan lebat akibat badai monsun menyebabkan banjir bandang di Grand Canyon pada 29 Agustus 2024.
  • Seorang wisatawan tewas, 15 orang masih belum ditemukan, dan lebih dari 60 orang telah dievakuasi.
  • Banjir meluluhlantakkan bagian Bright Angel Creek serta mengancam infrastruktur pariwisata di Arizona.

Grand Canyon, salah satu keajaiban alam paling ikonik di dunia, kembali menjadi sorotan setelah badai monsun yang tidak terduga memicu hujan deras selama berjam‑jam. Curah hujan yang ekstrem menyebabkan Bright Angel Creek meluap secara tiba‑tiba, mengalir deras ke dalam lembah Bright Angel Canyon. Air yang menggenangi jalur pendakian membawa material batu, puing bangunan, dan menenggelamkan area yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan.

Menurut pihak National Park Service, tim penyelamat berhasil mengevakuasi 62 orang yang berada di zona berisiko. Namun, pencarian masih berlangsung untuk 15 orang yang belum diketahui keberadaannya. Satu korban tewas di lokasi kejadian, sementara korban lain masih dalam proses identifikasi. Upaya penyelamatan melibatkan tim SAR, helikopter, serta unit medis yang dikerahkan secara cepat.

Insiden ini menimbulkan pertanyaan serius tentang kesiapan infrastruktur pariwisata di kawasan rawan bencana alam. Selama beberapa dekade, Arizona telah mengembangkan jaringan jalur pendakian dan fasilitas pendukung di Grand Canyon, namun perubahan iklim yang memperparah intensitas badai menuntut peninjauan kembali kebijakan mitigasi risiko.

Analisis Pakar

Menurut Dr. Maya Santoso, pakar perubahan iklim dari Universitas Indonesia, kejadian banjir bandang di Grand Canyon merupakan contoh konkret dampak extreme weather events yang semakin sering terjadi di seluruh dunia. “Kita melihat pola peningkatan intensitas curah hujan di wilayah subtropis, termasuk Amerika Barat. Badai monsun yang biasanya terbatas pada wilayah Asia kini memengaruhi pola cuaca global karena pergeseran jet stream,” ujar Dr. Santoso.

Selanjutnya, analis kebijakan publik, Bapak Ahmad Rizal, menyoroti bahwa manajemen risiko di taman nasional masih terfokus pada skenario tradisional, seperti kebakaran hutan, sementara ancaman banjir belum mendapat alokasi sumber daya yang memadai. “Pengelolaan taman harus mengintegrasikan sistem peringatan dini berbasis data satelit dan sensor aliran air, serta melatih staf lapangan untuk respons cepat,” kata Rizal.

Di sisi lain, ekonom lingkungan, Dr. Lina Hartono, mengingatkan bahwa kerusakan infrastruktur pariwisata dapat menurunkan pendapatan daerah secara signifikan. Grand Canyon menyumbang lebih dari US$ 1 miliar per tahun bagi ekonomi Arizona. “Investasi pada adaptasi iklim, seperti pembangunan terasering, penambahan jalur evakuasi, dan peningkatan kapasitas penampungan air, harus dipandang sebagai langkah ekonomi jangka panjang,” jelasnya.

Terakhir, pakar kebencanaan, Prof. James Lee dari University of Colorado, menekankan pentingnya kolaborasi lintas‑negara dalam pertukaran data iklim. “Krisis ini menunjukkan bahwa fenomena cuaca ekstrem tidak mengenal batas politik. Kerjasama internasional dalam pemantauan iklim dan penyebaran teknologi mitigasi dapat memperkuat ketahanan daerah rawan bencana seperti Grand Canyon,” tutupnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa penyebab utama banjir di Grand Canyon pada 29 Agustus 2024?
    A: Banjir dipicu oleh hujan lebat yang dihasilkan oleh badai monsun, menyebabkan Bright Angel Creek meluap secara tiba‑tiba.
  • Q: Berapa jumlah korban jiwa dan orang hilang?
    A: Satu orang dilaporkan tewas, sementara 15 orang masih belum ditemukan.
  • Q: Apa langkah yang diambil oleh otoritas setempat untuk mencegah kejadian serupa?
    A: Otoritas meningkatkan sistem peringatan dini, melakukan evakuasi massal, dan merencanakan penambahan infrastruktur mitigasi banjir di kawasan taman nasional.
Meow! Tanya Nesi!
😸