DHE 2026 Cetak Rp2 Triliun Proyek: Momentum Besar untuk Program Tiga Juta Rumah
Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Ringkasan Singkat
- Danantara Housing Expo (DHE) 2026 menarik rata‑rata 10.000 pengunjung per hari selama empat hari.
- Lebih dari 130 pengembang menampilkan 360.000 unit, menghasilkan nilai proyek senilai Rp2 triliun.
- Acara ini menjadi platform kolaboratif antara pengembang, perbankan, dan pemerintah untuk mendukung Program TigaJutaRumah.
Jakarta, 31 Agustus 2026 – Danantara Housing Expo (DHE) 2026 sukses menggelar pameran perumahan terbesar tahun ini di NICE PIK 2, menarik hampir 10.000 pengunjung tiap harinya. Selama empat hari (27‑30 Agustus), lebih dari 130 pengembang, baik BUMN maupun swasta, memamerkan sekitar 360.000 pilihan unit, mulai dari rumah subsidi hingga hunian premium.
Chief Operating Officer Dony Oskaria menegaskan, tingginya kunjungan mencerminkan kebutuhan mendesak masyarakat akan one‑stop solution dalam mencari rumah dan skema pembiayaan yang terintegrasi. DHE 2026 tidak hanya menampilkan properti, melainkan juga menghubungkan calon pembeli langsung dengan perbankan, asuransi, dan penyedia teknologi konstruksi berkelanjutan.
Secara kumulatif, nilai proyek yang terdaftar mencapai Rp2 triliun, sebuah indikator kuat bahwa kolaborasi lintas sektor dapat menggerakkan volume penjualan properti secara signifikan. Selain itu, acara ini menyertakan program KPR massal yang melibatkan 200 calon pemilik rumah bersama Himbara, serta rangkaian edukasi, hiburan, dan kuliner yang meningkatkan engagement pengunjung.
Menteri Maruarar Sirait memuji DHE 2026 sebagai katalisator penting bagi Program Tiga Juta Rumah. Ia menilai sinergi antara pemerintah, Danantara Indonesia, dan sektor perbankan sebagai model yang dapat direplikasi di kota‑kota lain untuk memperluas akses hunian terjangkau.
Analisis Pakar
Secara makroekonomi, pencapaian Rp2 triliun dalam satu event menandakan adanya stimulus permintaan yang belum sepenuhnya terealisasi di pasar perumahan. Dengan tingkat urbanisasi yang terus naik dan kebijakan KPR yang lebih lunak, eksposur massal seperti DHE menjadi mekanisme efisiensi pasar: mengurangi friksi informasi, menurunkan biaya transaksi, dan mempercepat keputusan pembelian.
Namun, potensi risiko tetap ada. Konsentrasi penawaran dalam satu venue dapat menimbulkan ekspektasi harga yang tidak realistis, terutama bagi segmen subsidi. Pemerintah harus memastikan bahwa volume penjualan yang dihasilkan tidak mengorbankan kualitas dan keberlanjutan, misalnya dengan menegakkan standar bangunan hijau dan perlindungan konsumen.
Dari perspektif perbankan, DHE membuka peluang cross‑selling produk keuangan lain, seperti asuransi jiwa, tabungan pendidikan, dan layanan digital. Bank yang mampu menawarkan paket KPR terintegrasi dengan nilai tambah (misalnya cashback atau subsidi bunga) akan mengamankan pangsa pasar yang lebih besar dalam jangka menengah.
Ke depan, skala DHE harus dioptimalkan dengan menambah elemen “post‑sale” – layanan renovasi, smart home, hingga platform manajemen properti. Pendekatan ekosistem penuh ini tidak hanya meningkatkan lifetime value pelanggan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pasar perumahan yang inovatif di Asia Tenggara.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Berapa nilai total proyek yang dipamerkan di DHE 2026?
A: Nilai proyek yang tercatat mencapai sekitar Rp2 triliun. - Q: Berapa banyak pengembang yang berpartisipasi dalam expo ini?
A: Lebih dari 130 pengembang, baik BUMN maupun swasta, ikut serta. - Q: Apa kaitannya DHE 2026 dengan Program Tiga Juta Rumah?
A: Expo ini menjadi platform kolaboratif yang mempercepat penyaluran KPR dan penjualan rumah, mendukung target pemerintah menyediakan tiga juta rumah layak dalam lima tahun ke depan.


