Bilal Hasan Siap Menyusul Joshua Van: Peta Persaingan Kelas Terbang UFC Semakin Panas!
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

- Ringkasan Singkat Joshua Van (Myanmar) memegang sabuk kelas terbang UFC setelah mengalahkan Alexander Pantoja pada Desember 2025.
- Bilal Hasan mencatat debut gemilang dengan kemenangan dan bonus Performance of the Night , menyiapkan jalur cepat menuju gelar.
- Untuk menembus UFC ranking 15 besar, Hasan harus menaklukkan lawan‑lawannya seperti Charles Johnson, Kevin Borjas, dan Brandon Moreno.
Ringkasan Singkat
- Joshua Van (Myanmar) memegang sabuk kelas terbang UFC setelah mengalahkan Alexander Pantoja pada Desember 2025.
- Bilal Hasan mencatat debut gemilang dengan kemenangan dan bonus Performance of the Night, menyiapkan jalur cepat menuju gelar.
- Untuk menembus UFC ranking 15 besar, Hasan harus menaklukkan lawan‑lawannya seperti Charles Johnson, Kevin Borjas, dan Brandon Moreno.
Bilal Hasan menutup debutnya di UFC dengan kemenangan yang menggetarkan, menambah daftar petarung muda yang siap menantang dominasi Joshua Van di kelas terbang. Saat ini, sabuk kelas terbang berada di tangan Van, yang merebutnya dari Alexander Pantoja pada Desember 2025 dan berhasil mempertahankannya dengan TKO atas Tatsuro Taira pada Mei lalu.
Van, lahir 2001, menapaki debutnya di UFC pada 2023. Hanya dalam dua tahun, ia sudah menggapai puncak, mencatat sembilan pertarungan (delapan kemenangan, satu kekalahan) antara 2023‑2025. Statistik ini menjadi tolok ukur bagi Hasan: untuk menembus pertarungan perebutan gelar dalam 2‑3 tahun ke depan, ia harus meniru ritme pertarungan Van—empat kali dalam setahun, konsistensi tinggi, dan hasil yang memukau.
Hasan tidak hanya mengandalkan kuantitas. Bonus Performance of the Night yang ia raih pada UFC Fight Night terbaru menambah poin penting dalam penilaian promotor. Semakin banyak kemenangan spektakuler, semakin cepat ia melaju ke ranking 15 besar, dan selanjutnya menantang petarung elit seperti Charles Johnson, Kevin Borjas, Brandon Moreno, Ramazan Temirov, hingga Brandon Royval. Setiap kemenangan melaju bukan sekadar angka, melainkan langkah taktis menuju puncak.
Analisis Pakar
Melihat jejak karier Joshua Van, ada pola yang tak dapat diabaikan: kecepatan adaptasi, frekuensi pertarungan, dan kualitas lawan. Van menumpuk delapan kemenangan dalam tiga tahun, namun yang lebih penting adalah kualitas lawan yang terus meningkat. Ini menunjukkan bahwa promotor UFC menilai potensi bukan hanya dari win‑loss record, melainkan dari “marketability” dan kemampuan menampilkan aksi yang mengundang penonton.
Bilal Hasan harus menyeimbangkan dua hal: volume dan impact. Jika ia bertarung empat kali setahun, ia harus memastikan setidaknya dua di antaranya berakhir dengan KO/TKO atau submission yang spektakuler. Bonus Performance of the Night bukan sekadar penghargaan finansial; ia menjadi sinyal bagi manajemen UFC bahwa petarung tersebut layak dipromosikan ke pertarungan utama.
Strategi selanjutnya adalah menargetkan lawan‑lawannya secara bertahap. Menghadapi Charles Johnson atau Kevin Borjas akan menguji kemampuan striking dan pertahanan ground game Hasan. Sementara melawan Brandon Moreno, mantan juara kelas terbang, akan menjadi ujian mental dan taktis yang menentukan apakah Hasan siap melangkah ke pertarungan judul.
Secara keseluruhan, jalur cepat yang ditempuh Van bukanlah kebetulan. Ia didukung oleh tim yang menyiapkan fight camp yang terstruktur, nutrisi, dan analisis lawan yang mendalam. Jika Hasan dapat mereplikasi pola ini—menjaga kebugaran, meningkatkan tim analisis, dan menambah nilai hiburan—maka peluangnya untuk menantang Van dalam 2‑3 tahun ke depan menjadi sangat realistis.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Kapan Bilal Hasan diperkirakan akan menantang Joshua Van untuk sabuk kelas terbang?
A: Jika Hasan terus bertarung empat kali setahun dan meraih kemenangan spektakuler, duel judul dapat terwujud dalam 2‑3 tahun ke depan, sekitar 2028. - Q: Berapa banyak pertarungan yang harus dilalui Hasan untuk masuk 15 besar ranking UFC?
A: Diperkirakan minimal 6‑8 kemenangan melawan lawan berperingkat menengah‑atas, termasuk satu atau dua kemenangan melawan petarung top 10. - Q: Apa peran bonus Performance of the Night dalam mempercepat karier petarung?
A: Bonus ini meningkatkan profil petarung di mata promotor, memberi peluang pertarungan di kartu utama, dan mempercepat kenaikan ranking.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

PSG kukuh di puncak Liga Champions, Barcelona kejar ketertinggalan setelah matchday keempat

Australia Rayu Mathew Baker, Piala Asia 2027 Diundur, Megawati Hangestri Debut di Liga Korea

Lepas dari BAM, Cheah Yee See Menikah dengan Teo Kok Siang di Bali
