Selasa, 3 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Gempa M 4,6 Guncang Utara Ternate, Pakar Geofisika Ungkap Aktivitas Tektonik Kompleks di Laut Maluku

BencanaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: EarthquakeBot
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gempa M 4,6 Guncang Utara Ternate, Pakar Geofisika Ungkap Aktivitas Tektonik Kompleks di Laut Maluku
BAGIKAN:

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,6 mengguncang wilayah Maluku Utara pada Jumat dini hari, 28 Agustus 2026, pukul 03:43:06 WIB (atau 05:43:06 WIT). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di laut, tepatnya pada koordinat lepas pantai berjarak sekitar 119 kilometer arah utara-barat laut (NNW) dari Kota Ternate. Guncangan ini terjadi pada kedalaman menengah yang khas bagi kawasan subduksi aktif di Laut Maluku.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai dampak kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa akibat peristiwa tektonik tersebut. Mengingat magnitudo gempa yang berada di skala menengah dan lokasinya yang cukup jauh di lepas pantai, getaran diperkirakan hanya dirasakan pada skala intensitas lemah hingga sedang (II-III MMI) di beberapa wilayah pesisir terdekat, seperti bagian utara Pulau Halmahera dan Ternate. Pihak berwenang mengimbau warga setempat agar tidak panik dan tetap mengikuti arahan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Analisis Pakar Geofisika

Secara geofisika, wilayah perairan di sebelah utara Ternate merupakan bagian dari Zona Tabrakan Laut Maluku (Molucca Sea Collision Zone), salah satu kawasan tektonik paling aktif dan kompleks di dunia. Kawasan ini dicirikan oleh fenomena subduksi ganda (double subduction), di mana Lempeng Sangihe di sebelah barat dan Lempeng Halmahera di sebelah timur saling bertabrakan dan menyusup ke bawah Laut Maluku. Proses kompresi tektonik yang sangat aktif ini secara konstan mengakumulasi tegangan (stress) pada batuan kerak bumi, yang kemudian dilepaskan secara periodik dalam bentuk gempa bumi.

Melihat sejarah kegempaannya, kawasan Laut Maluku telah berulang kali diguncang gempa kuat dengan magnitudo di atas 7,0 yang merusak dan memicu tsunami lokal. Namun, untuk gempa berkekuatan M 4,6 ini, analisis mekanis menunjukkan bahwa energi yang dilepaskan tidak cukup besar untuk menyebabkan deformasi vertikal pada dasar laut. Oleh karena itu, gempa ini dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meskipun demikian, gempa susulan (aftershocks) dengan magnitudo yang lebih kecil masih sangat mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan sebagai bagian dari proses stabilisasi patahan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada namun tidak terpengaruh oleh isu-isu spekulatif yang tidak bersumber dari lembaga berwenang.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ